Sejak melatih Liverpool, Juergen Klopp beberapa kali menuntaskan kompetisi menjadi runner-up. Dia tidak ingin itu kembali terulang di musim ini.
Tiga final sudah dicicipi Liverpool di bawah asuhan Juergen Klopp namun tidak ada satu pun sukses direngkuhnya. Posisi kedua diperoleh di Piala Liga Inggris dan Liga Europa 2016, kemudian di Liga Champions 2018.
The Reds menampilkan tekad besar untuk juara di musim ini. Mereka telah melakukan pembelanjaan besar dengan mengeluarkan dana sekitar 167 juta pound sterling untuk memperkuat tim skuadnya, dengan cara mendatangkan beberapa pemain bintang di bursa transfer musim panas ini.
Hasilnya bisa dikatakan cukup oke pada awal musim ini. Liverpool masih belum pernah kalah dari delapan laga yang sudah dilewatinya di ajang Liga Primer Inggris. Si Merah saat ini mengoleksi 20 angka, jumlah poin ini sama dengan koleksi Manchester City dan Chelsea di pucuk klasemen sementara Liga Primer Inggris.
Membidik gelar dengan Liverpool di musim ini sebagai target terbesar untuk Klopp. Dia pun berambisi ingin mengakhiri puasa trofi dengan Liverpool. Seperti diketahui, Liverpool telah puasa gelar dari tahun 2012 lalu. Gelar pamungkas yang mereka dapatkan di Piala Liga Inggris kala di bawah asuhan Kenny Dalglish.
“Posisi kedua itu tidak ada artinya. Dari olahraga, finis di posisi kedua di olimpiade akan bikin anda pulang dengan meraih medali perak. Sementara dari sepakbola, itu tidak ada pentingnya. Dan itu juga tidak akan memuaskan saya. Saya hanya akan puas jika kami menjadi juara atau pertama. Dan di musim ini, kami semuanya yang ada di sini akan bersama-sama berjuang keras untuk meraih kesuksesan terbesar kami,” kata Klopp di situs resmi klub.
“Saya pasti akan mengeluarkan seluruh kemampuanku di sini dan pastinya akan memberikan yang terbaik serta mengarahkan kepada para pemain kami dengan sebaik mungkin. Kami pikir itu tidak hanya kami saja, bahkan para fans kami juga ingin melihat kami menjadi yang pertama di turnamen musim ini,” tegasnya.
“Klub sudah memenuhi keinginan kami, jadi kami juga tidak akan mengecewakan mereka. Kami akan melakukan yang terbaik,” tambah eks pelatih Borussia Dortmund itu.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, AC Milan memetik kemenangan kala menghadapi Chievo di giornada kedelapan Liga Italia. Gonzalo Higuain menciptakan dua gol untuk mengantarkan I Diavolo Rosso menang 3-1.
Menghadapi Chievo di San Siro, Minggu (7/10) malam WIB kemarin, Milan tercatat bermain mendominasi. Mengendalikan bola sampai 68 persen, tim tuan rumah melakukan 20 tendangan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Milan juga menjaga tim amu sampai cuma mencatatkan satu tendangan tepat ke sasaran, dari jumlah 14 usaha.
Higuain mengantarkan Milan unggul lebih dulu pada menit ke-27, kemudian tercipta gol kedua di menit ke-34. Tendangan Giacomo Bonaventura pada menit ke-56 mengantarkan Milan unggul jadi 2-0.
Chievo langsung menipiskan ketertinggalannya lewat Sergio Pellissier pada menit ke-63. Namun gol di laga itu berhenti hingga di sana. Dengan kemenangan di laga ini, maka Milan saat ini ada di peringkat kesepuluh klasemen dengan raihan 12 angka dalam tujuh laga yang sudah dilakoninya pada musim ini. Sedangkan Chievo berada di posisi bawah klasemen dengan nilai poin -1 lantaran hukuman pengurangan poin.
Dalam laga berlangsung ini, Milan lantas menekan lewat Franck Kessie pada menit keempat. Sepakan volinya tepat ke arah Stefano Sorrentino, namun dapat dihadang oleh penjaga gawang Chievo itu.
Ignazio Abate bikin para fansnya sendiri terkejut usai operan baliknya dengan tandukan kepada Gianluigi Donnarumma hampir menjadi gol bunuh diri. Untungnya, akhirnya hanya tendangan sudut yang diperoleh.
Milan memperoleh kans pada menit ke-19. Giacomo Bonaventura melakukan tendangan keras yang dihadang Sorrentino. Bola muntah disambut Hakan Calhanoglu namun dihalau oleh Federico Barba.
Bonaventura memperoleh peluang lain pada menit ke-26 kala memanfaatkan operan Suso. Namun sepakan yang dilakukannya dari dalam kotak masih melayang tinggi. Satu menit berselang, Milan memimpin. Kesalahan Sorrentino dan pemain Chievo mengamankan operan silang bikin bola mengarah ke kaki Suso lewat sisi kanan. Suso melakukan operan ke tengah kotak terlarang dan disambar oleh Gonzalo Higuain ke dalam jala. Milan kini unggul 1-0.
Higuain kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-34 dan sekaligus menambahkan keunggulan Milan jadi 2-0 atas Chievo. Suso yang mengendalikan bola tidak jauh di depan kotak terlarang engan pandai memberikan umpan kepada Higuain yang tidak terjaga. Jebakan offside gagal dari Chievo bikin penyerang Milan itu dalam posisi satu lawan satu dengan penjaga gawang dan mengalahkannya.
Pada masa injury time paruh perdana. Chievo memperoleh peluang lainnya. Operan Fabio Depaoli disambut Valter birsa. Tapi tendangan yang dilepaskan Birsa masih melenceng dari gawang kendati dalam posisi bagus. Skor 2-0 itu bertahan hingga turun minum.
Chievo mendapatkan ancaman lima menit paruh kedua berlangsung. Suso msauk ke kanan kemudian memberikan operan jitu kepada Abate. Tendangan Abate lewat sisi kanan di dalam kotak terlarang diantisipasi oleh Sorrentino.
Milan memperoleh gol ketiga pada menit ke-56 melalui gol Bonaventura. Menyambut umpan di depan kotak terlarang, pemain Milan itu melego satu pemain kemudian melakukan tendangan yang mengenai pemain Chievo. Bola selesai di pojok kanan jala. Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Chievo bisa menipiskan ketertinggalannya jadi 1-3 pada menit ke-63. Sergio Pellissier memperoleh bola liar di depan kotak terlarang Milan dan mengirim bola ke pojok kiri bawah jala Milan. Usai itu, permainan terlihat tidak begitu kencang lagi usai tim tuan rumah lebih banyak bermain bertahan.
Hal ini coba dimanfaatkan oleh Chievo untuk mengejar gol ketertinggalannya dan mereka langsung bermain menekan dan menyerang pertahanan lawan. Namun upaya mereka tidak berarti hingga laga memasuki masa injury time babak kedua.
Milan sempat menciptakan gol kaal operan jitu Higuain diakhiri Calhanoglu ke dalam gawang tim tamu. Namun gol dianulir oleh wasit lantaran Calhanoglu telah terlebih dulu dalam perangkap offside. Tak lama itu, wasit meniup peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya laga. Skor berakhir 3-1 untuk kemenangan Milan atas Chievo. (As)

