Islandia memastikan diri melaju ke babak perempatfinal Piala Eropa 2016 usai berhasil menyingkirkan Inggris di babak 16 besar.
Dalam pertandingan yang digelar di Stade de Nice, Selasa (28/6) dinihari WIB, Inggris sebetulnya memimpin melalui gol cepat Wayne Rooney melalui sebuah penalti.
Akan tetapi, Islandia dengan cepat bisa membalas gol melalui aksi Ragnar Sigurdsson sebelum berbalik memimpin melalui aksi Kolbeinn Sigthorsson.
Website resmi UEFA menorehkan Inggris sebetulnya bermain mendominasi dengan melepaskan 17 tendangan dengan lima di antaranya tepat ke gawang. Sedangkan Islandia memiliki delapan tembakan dan lima yang mengarah ke sasaran. Akan tetapi, dua dari lima itu berujung gol. Dan bukan cuma unggul jumlah tembakan, The Three Lions juga memiliki penguasaan bola hingga 63 persen berbanding 37 persen milik Islandia.
Kedudukan berakhir 2-1 dan Islandia pun mencatatkan rekor baru dengan tembus ke babak delapan besar untuk berhadapan dengan Prancis pada hari Minggu mendatang.
Kronologi Laga
Inggris memimpin terlebih dulu di menit keempat setelah wasit menunjuk titik putih menyusul Raheem Sterling dilanggar jatuh oleh penjaga gawang lslandia di kotak penalti.
Wayne Rooney yang ke depan menjadi algojo dan menjalani tugasnya dengan baik usai tembakannya tidak bisa ditebak oleh Hannes Halldorsson.
Cuma dua menit kemudian setelah gol Rooney, Islandia lantas mencetak gol penyama kedudukan melalui aksi Ragnar Sigurdsson. Diawali lemparan dalam yang dilakukan Islandia, bola lantas meluncur ke dalam kotak terlarang dan diumpan ke depan jala.
Tanpa dijaga pemain lawan, Sigurdsson dengan gampang mengirim si kulit bundar untuk merobek gawang kiper Joe Hart. Gol ini berkat umpan dari Kari Arnason.
Inggris lantas balik menekan dan berjuang tampil habis-habisan. Akan tetapi, lawan bisa bertahan dengan sangat bagus dan menahan si kulit bundar yang masuk ke kotak terlarang.
Dele Alli memiliki peluang bagus di menit ke-16. Dia melepaskan tendangan dari jarak jauh, namun masih melambung dari sasaran.
Dua menit berselang, Islandia justru bisa berbalik memimpin menjadi 2-1 kala Kolbeinn Sigthorsson melepaskan tendangan dari jarak dekat, yang sebetulnya bisa dihalau Hart namun bola tetap masuk ke dalam jala.
Kane menerima umpan Sturidge dan nyaris merobek gawang Islandia pada menit ke-28. Namun tendangan volinya masih dapat dihalau oleh Halldorsson.
Di sisa waktu babak pertama, Inggris terus menekan dan menyerang pertahanan Islandia demi mencari gol balasan. Namun hingga turun minum, kedudukan 2-1 tetap untuk Islandia.
Di paruh kedua, Inggris tetap kelihatan sulit menembus dinding pertahanan Islandia yang bermain bertahan.
Sedangkan Islandia malah hampir merobek jala Inggris jika Hart tidak bisa menghadang si kulit bundar hasil tendangan Sigurdsson dari dalam kotak pada menit ke-54.
Enam menit berselang, Alli menerima operan Sturridge melalui tendangan tepat ke sasaran. Namun bola masih melenceng dari gawang.
Islandia tampil bertahan, hampir semua pemain bermain di barisan belakang dan ini bikin Inggris marah. Bahkan Islandia sempat memiliki kans bagus lewat counter attack.
Inggris malah menerima serangan pada menit ke-84, kala operan panjang yang dilepaskan pemain Islandia dan berhasil diterima Aron Gunarsson. Kendati dijaga Wilshere, Gunarsson bisa melepaskan tendangan yang dapat dihalau Hart.
Manajer timnas Inggris Roy Hodgson pun melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar Rooney dan memainkan Marcus Rashford.
Inggris sempat memiliki peluang pamungkas untuk mencetak gol di menit-menit akhir babak kedua. Namun bola umpan Sturridge yang meluncur ke Kane bisa dihadang pemain Islandia.
Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 2-1 untuk keunggulan Islandia dan Inggris pun terdepak.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, lionel Messi tentu kecewa berat setelah Argentina ditaklukkan Chile di partai puncak Copa America 2016. Meski demikian, Messi diklaim akan segera bangkit.
Argentina takluk 2-4 dari Chile melalui babak tos-tosan di laga final yang digelar di Stadion Metlife, East Rutherford, New Jersey, Senin (27/6) pagi WIB. Untuk Argentina, ini merupakan kekalahan keduanya dari Chile di partai puncak dalam dua tahun pamungkas.
Sedangkan untuk Messi sendiri, ini merupakan keempat kalinya dia mencicipi kekalahan di partai puncak turnamen bergengsi ini. Usai sebelumnya takluk di final Copa America Centenario, dia dan negaranya takluk di Copa America 2007, Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015.
Maka tidak perlu heran bahwa usai laga, Messi sangat kecewa. Dia tak bisa menyembunyikan tangisannya. Ditambah, di depan kamera televisi, dia mengaku kalau usai takluk di empat final, prestasi di turnamen memang bukan untuknya.
Di waktu yang sama, Messi mengungkapkan dirinya gantung sepatu dari timnas Argentina. Setelah itu, ada beberapa orang, salah satunya penjaga gawang Argentina, Sergio Romero, menyebut kalau Messi cuma terbawa emosi kala menyebutkan kata ‘pensiun’. Sedangkan legenda Argentina, Diego Maradona, berharap Messi tidak gantung sepatu dulu dari timnas dan kembali membela negaranya di Piala Dunia 2018.
Selain itu, striker Atletico Madrid dan timnas Prancis, Antoine Griezmann juga terkejut ketika Messi mengucapkan pensiun dari timnas Argentina.
Sekarang ini dukungan muncul lagi dari teman Messi di Barcelona, Gerard Pique. Meski juga baru terdepak dari EURO 2016, usai Spanyol ditekuk Italia 0-2 di babak 16 besar, Pique masih bisa melontarkan dukungan kepada Messi.
“Saya tahu Lionel Messi mendapatkan pukulan telak usai gagal menjadi juara di turnamen Copa America Centenario 2016. Namun saya optimistis bahwa dia akan segera bangkit dan kembali bermain lebih baik. Tapi saya juga terkejut kala mendengar bahwa dia pensiun dari timnas. Mungkin itu spontan dari dia usai gagal membawa negaranya meraih gelar juara. Tapi saya sangat mendukung dia untuk menjadi pemain yang lebih oke lagi di atas lapangan,” kata Pique.
“Semua orang tentu pernah merasa gagal dan pernah merasa putus asa. Tapi itu tidak boleh lama-lama dan harus segera bangkit untuk menjadi lebih baik. Jadi saya yakin Messi pasti bisa melakukannya. Begitu juga dengan saya, saya gagal membawa timnas Spanyol ke jalur kesuksesan di Piala Eropa 2016 usai baru saja disingkirkan Italia. Tapi saya harus bangkit dan kembali fokus dengan karierku,” lanjutnya. (As)

