Inter Milan menelan pil pahit kala berhadapan dengan Cagliari di laga lanjutan Serie A. Nerazzurri kalah 1-2 dari tim tuan rumah.
Dari pertandingan yang dihelat di Sardegna Arena, Sabtu (2/3/2019) dini hari WIB tadi, Inter Milan masih belum bisa tampil dibela Mauro Icardi. Di barisan depan ada Lautaro Martinez, yang disokong oleh Ivan Perisic, Radja Nainggolan dan Matteo Politano di belakangnya.
Luca Ceppitelli sempat bikin Cagliari memimpin terlebih dulu pada menit ke-31, untuk lalu dibalas Lautaro pada menit ke-38. Tim tuan rumah kembali di posisi depan setelah Leonardo Pavoletti mencetak gol. Setelah itu tidak ada gol tercipta hingga laga selesai.
Dengan hasil akhir 2-1 di laga ini maka Inter kini berada di posisi ketiga klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 47 poin. Posisi La Beneamata saat ini terancam tergusur oleh AC Milan yang cuma tertinggal dua poin di bawah mereka. Sedangkan Cagliari yang memenangi laga ini berada di posisi ke-14 klasemen. Cagliari kini mengoleksi 27 poin dalam 26 pertandingannya.
Dalam laga berlangsung ini, pertandingan Liga Italia antara Cagliari melawan Inter berjalan di Sardegna Arena, Sabtu (3/2/2019) dini hari WIB. Pada awal menit babak pertama, laga berlangsung seru dengan kedua tim saling gantian tekan menekan.
Inter terlebih dulu memberikan ancaman pada menit ke-11. Kala operan Danilo DÁmbrosio lewat sisi kanan bisa disambut oleh Ivan Perisic melalui tendangan voli. Kans pemain internasional Kroasia itu masih bisa diantisipasi oleh Alessio Cragno.
Lima menit kemudian, Cagliari bisa gantian menekan. Luca Pavolleti terbebas di kotak terlarang untuk setelah bekerja sama bersama Joao Pedro. Tendangan datarnya masih dengan bagus bisa dihalau oleh Samir Handanovic. Bola mental lalu lantas dibuang oleh Milan Skriniar.
Tim besutan Rolando Maran akhirnya bisa memecah kebuntuannya terlebih dulu pada menit ke-31. tendangan bebas Luca Cigarini bisa dilanjutkan oleh tandukan Luca Capitelli yang melego Handanovic. Pertandingan kian sengit kala Inter bisa mencetak gol penyama lewat Lautaro Martinez pada menit ke-37.
Gol itu diawali dari operan Radja Nainggolan lewat sisi kanan. Bola kemudian disundul oleh Martinez untuk melewati kaki Cragno dan masuk ke dalam jala tim tuan rumah.
Namun sebelum paruh perdana selesai, Cagliari bisa kembali unggul jadi 2-1 atas Inter. Pada menit ke-43, operan silang Darijo Srno lantas disambut dengan tembakan Pavolletti. Handanovic cuma bisa melihat bola mengarah ke dalam jalanya.
Memasuki paruh kedua, Inter yang mengincar gol untuk mencetak gol balasan lantas bermain menyerang. Dua kans beruntun mereka peroleh pada menit ke-56. Serangan Matteo Politano memaksimalkan bola liar di depan jala Cagliari dengan bagus masih bisa dihadang oleh Cragno. Beberapa menit berselang, penjaga gawang berusia 24 tahun itu kembali memperlihatkan kepiawaiannya.
Kali ini dia berhasil menghadang tendangan Martinez memaksimalkan umpan dari Ivan Perisic. Cragno mengorbankan badannya untuk menghadang kans Inter itu. Serangan Inter kian kencang di 10 menit menatap laaga selesai. Pada menit ke-84, Martinez kembali memiliki peluang untuk menciptakan gol.
Menyambut operan Antonio Candreva, Martinez bisa mengendalikan bola dengan bagus di depan jala Cagliari. Akan tetapi, tembakannya masih mengenai mistar jala. Serangan terus berlanjut, Inter pun terlihat melupakan barisan belakangnya. Hal ini pun dibayar kala Skriniar harus melakukan pelanggaran terhadap Kiril Depodov di dalam kotak terlarang menatap akhir pertandingan.
Usaha itu dilakukannya untuk menghalau counter attack Cagliari. Akan tetapi, kans tim tuan rumah pun berakhir gagal usai tendangan penalti Nicola Barella masih melayang tinggi dari jala Inter. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya laga, tidak ada gol tercipta lagi. Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Cagliari atas Inter. (As)

