Inter Milan belum sukses meraih kemenangan di pertandingan pramusimnya. Menghadapi tim Bulgaria CSKA Sofia, La Beneamata takluk dengan skor akhir 1-2.
Inter Milan berhadapan dengan CSKA Sofia di Brunico, tempat mereka menjalani sesi latihan, Kamis (14/7/2016). Di pertandingan ini, Nerazzurri memainkan banyak pemain pilarnya, termasuk striker andalannya, Mauro Icardi. Pemain-pemain belia seperti Caner Erkin dan Cristian Ansaldi juga memperoleh peluang untuk membuktikan diri di atas lapangan hijau.
Dalam pertandingan berlangsung ini, CSKA Sofia memimpin terlebih dulu lewat aksi Arsenio Nunes di menit kesepuluh. Sepakan Arsenio ke tiang jauh tidak bisa ditepis oleh kiper Inter Milan Samir Handanovic.
Empat menit berselang, Inter menciptakan gol penyama kedudukan lewat tendangan keras Rodrigo Palacio. Akan tetapi, mereka menyia-yiakan sebuah peluang besar untuk berbalik memimpin usai eksekutor penalti Andrea Pinamonti bisa dihadang oleh penjaga gawang CSKA Sofia, Georgi Kitanov.
Setelah itu kedua tim saling tekan menekan dan sempat memperoleh sejumlah kans di sisa waktu babak pertama. Akan tetapi, keduanya sama-sama gagal memanfaatkan kans yang ada menjadikan gol tambahan. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
CSKA Sofia kembali unggul di babak kedua. Tepatnya di menit ke-56, Yordan Yordanov berdiri di posisi onside kala menyambut operan jitu dari Boris Galchev. Yordan dengan dingin mengalahkan penjaga gawang pengganti Juan Pablo Carrizo.
Kembali tertinggal, Inter langsung tampil menekan dan mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa kali mengancam lewat para pemainnya, tapi tidak ada yang bisa menemui sasaran. Pertahanan CSKA Sofia yang sangat rapat juga membuat Inter kesulitan menciptakan gol. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan, skor berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan CSKA Sofia.
Di laga persahabatan pramusim sebelumnya, Inter juga gagal memetik kemenangan usai bermain seri tanpa gol kala melawan tim divisi dua Austria, WSG Wattens. Selanjutnya, Inter akan berhadapan dengan Real Salt Lake di Utah, Amerika Serikat, 19 Juli nanti.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson, menyatakan rahasia penampilan ciamik Cristiano Ronaldo. Striker asal Portugal itu dianggap memiliki keinginan untuk terus bermain bagus.
Ronaldo baru merengkuh keberhasilan besar di tahun ini. Dia berhasil membawa Portugal memetik trofi juara EURO 2016. Dan bukan cuma itu saja, dia juga berhasil di level klub, di mana dia berhasil mengantarkan Real Madrid meraih gelar juara Liga Champions pada akhir Mei silam.
Ronaldo juga bermain bagus di Los Blancos dengan mencetak sebanyak 51 gol dari 48 laga yang dilewatinya di seluruh ajang. Sedangkan di EURO, dia bisa menciptakan tiga gol.
Mengenai Ronaldo, Ferguson menilai kalau pemain yang sekarang ini berumur 31 tahun tersebut selalu ingin membuktikan diri untuk bermain lebih bagus di atas lapangan hijau. Kedua orang ini pernah berada di dalam sebuah tim yakni, di Manchester United.
“Dia memiliki hasrat dan tekad tinggi sebagai pemain sepakbola profesional. Dia selalu tidak sabar kala menjalani latihan, dia terlihat serius sekali dalam bertanding maupun latihan. Dia memang benar-benar pemain terbaik di dunia dan Eropa. Saya sebagai pelatih yang pernah menanganinya sangat salut dengan performa yang ditunjukkannya di atas lapangan hijau,” ujar Ferguson.
“Dia selalu berusaha ingin bermain bagus dan lebih bagus lagi. Dia tidak pernah berhenti untuk mengejar kemenangan. Skillnya di atas lapangan hijau tidak perlu diragukan lagi. Tembakannya sangat keras dan akurat. Selain itu, tandukannya juga sangat oke bahkan lompatannya sangat luar biasa,” lanjutnya.
“Saya pun bangga pernah melatih dia dan saya ada melihat performanya kala dia memperkuat timnas Portugal di Piala Eropa 2016. Dia terlihat tampil fokus dan berhasrat membantu negaranya meraih juara. Pada akhirnya dia benar-benar mewujudkan impiannya. Dia sungguh fantastis dan tidak heran lagi jika banyak klub yang menginginkannya,” katanya lagi.
“Di usianya sekarang ini masih tergolong muda untuk sebagai pesepakbola profesional. Dia pasti ingin mengoleksi gelar lebih banyak lagi dari sekarang yang sudah diraihnya. Klub yang memilikinya pasti tidak ingin kehilangannya dan bakal menolak tawaran dari klub lain yang kendati berani mengeluarkan dana banyak untuk mendapatkan tanda tangan Ronaldo.”
“Dia memiliki sifat yang sangat bagus dan tidak sombong. Saya bisa mengatakan begitu banyak tentang dia lantaran saya sudah sangat mengenalnya. Setiap ada waktu, saya selalu menyaksikan penampilannya di atas lapangan hijau.”
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya lagi.
Xherdan Shaqiri diberitakan tengah sebagai pantauan Borussia Dortmund. Akan tetapi, Shaqiri sendiri mengaku tidak ada niat untuk berganti klub dan masih bahagia berkostum Stoke City.
Dortmund baru ditinggal Henrikh Mkhitaryan yang hengkang ke Manchester United di awal bursa transfer musim panas ini. Dia digadang sebagai salah satu pemain krusial Dortmund musim silam, yang mana dia berhasil mencetak 23 gol dari 51 laga yang dilewatinya di seluruh kompetisi.
Untuk mengisi posisi Mkhitaryan, Dortmund kabarnya tengah membidik Shaqiri. Koleksi golnya dengan Stoke musim silam memang tidak begitu banyak dengan torehan tiga gol dari 27 laga yang dilakoninya di Liga Primer Inggris. Sedangkan di EURO 2016, Shaqiri dapat mencetak satu gol untuk timnas Swiss.
Mengenai isu ke klub Jerman itu, Shaqiri pun memberikan komentar. Dia menyatakan bahwa dirinya belum tertarik untuk kembali bermain di Liga Jerman.
“Hingga sekarang ini tidak ada yang mengatakan kepada saya bahwa Borussia Dortmund tertarik dengan saya. Mungkin itu cuma rumor atau kabar angin. Jika memang benar, saya juga tidak bisa menerima tawaran mereka lantaran saya kini merasa betah dan bahagia mengenakan kostum Stoke City,” ungkap Shaqiri.
“Sepekan kemudian lagi saya akan kembali ke markas Stoke City dan kembali berlatih. Saya tidak sabar untuk bermain lagi di Liga Primer Inggris. Saya memiliki ambisi untuk merengkuh sesuatu bersama Stoke. Kami bertekad bermain lebih baik lagi di musim depan. Musim silam kami finis di urutan kesembilan klasemen akhir. Musim depan, kami ingin finis lebih tinggi dari posisi itu. Secara pribadi, saya juga berhasrat menciptakan lebih banyak lagi lagi daripada musim silam,” tambahnya. (As)

