Inter Milan gagal meraih kemenangan dalam lawatannya ke kandang SPAL di laga lanjutan Serie A. Nerazzurri ditahan imbang 1-1 dengan tim tuan rumah.
Di laga yang digelar di Stadio Paolo Mazza, Minggu (28/1/2018) malam WIB, baik Inter maupun SPAL sama-sama bermain seri tanpa gol di paruh perdana. Di babak kedua, Nerazzurri unggul lebih dulu usai pemain SPAL Francesco Vicari menciptakan gol bunuh diri di awal paruh kedua.
Inter seperti akan memetik kemenangan, tapi SPAL bisa mencetak gol penyama pada menit ke-90 untuk bikin hasil seri. Gol balasan dari tim tuan rumah dicetak oleh Alberto Paloshi. Setelah itu tidak ada gol tercipta hingga laga selesai. Dengan hasil imbang ini maka Inter belum juga menang dari tujuh laga pamungkas di Liga Italia. Akan tetapi, La Beneamata masih berada di posisi keempat klasemen dengan raihan 44 angka dari 22 laga yang sudah dilewatinya pada musim ini dan memimpin tiga poin dari AS Roma yang berada di bawahnya dan terpaut dua poin dari Lazio yang berada di urutan ketiga klasemen.
Sedangkan SPAL masih berada di zona degradasi dengan berada di posisi ke-18 klasemen setelah memiliki 17 angka dan terpaut satu angka dari Crotone yang berada di zona aman.
Kronologi Laga
Inter menguji ketangguhan penjaga gawang Alex Meret baru pada menit ke-14. Serangan Antonio Candreva dituntaskan dengan tendangan, namun Meret dapat menghadang dengan kakinya. Kali ini giliran Ivan Perisic yang mencoba peruntungannya, tapi tendangan volinya masih melebar dari gawang. Perisic langsung melewati kans yang berawal dari tendangan sudut.
Inter terlihat sulit bikin kans emas. Sepakan Mauro Icardi dari jarak dekat bisa dihadang oleh Francesco Vicari. Menatap akhir paruh perdana, Milan Skriniar melepaskan tendangan dari posisi yang bagus, tapi belum mengarah ke gawang. Skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-48, Inter baru bisa memecah kebuntuannya lewat gol bunuh diri Vicari. Gol bunuh diri ini berawal dari operan silang Joao Mario dari sisi kanan pertahanan SPAL, Vicari coba menghadangnya dengan kaki kanannya. Bola justru masuk ke dalam gawang timnya sendiri. Inter unggul 1-0.
Enam menit kemudian, SPAL memberikan tekanan kepada Inter. Pasquale Schiattarella mendapatkan bola dari Skriniar sebelum melepaskan tendangan dari jarak jauh Inter, yang bikin Samir Handanovic bisa menghadang. Inter terus mencari gol kedua. Pada menit ke-58, Matias Vecino mengetes Meret dengan tendangan keras hasil operan dari Icardi. Tiga menit berselang, Joao Cancelo menyiakan sebuah kans emas, usai tendangan yang dilepaskannya masih melayang dari gawang.
Alberto Paloschi hampir mencetak gol balasan untuk SPAL. Pada menit ke-79, pemain yang masuk sebagai pemain pengganti menerima bola hasil operan silang Federico Mattiello, Handanovic salah menebak arah bola. Tapi tandukan Paloschi belum bisa merobek jala Inter. Usai beberapa kali melakukan percobaan, SPAL pada akhirnya bisa mencetak gol penyama pada masa injury time untuk bikin skor jadi seri 1-1.
Lewat tembakan bebas dari sisi kanan, bola dihadang oleh pemain Inter namun dapat diperoleh Antenucci yang memberikan operan lambung ke tengah kotak terlarang. Paloschi berdiri tanpa dijaga lantas menyundul bola ke sudut bawah jala Inter, tanpa dapat diantisipasi oleh Handanovic.
Pada akhir masa injury time, SPAL bahkan hampir menciptakan gol kemenangan. Jika tandukan Alberto Grassi dari dalam kotak tak melayang dari sasaran. Pada kesempatan pamungkas, Icardi melanjutkan operan dari Rafinha. Tapi sepakan yang dilepaskannya masih melebar dari jala SPAL. Kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai.
Di laga lainnya, AC Milan kembali meraih kemenangan krusial di Liga Italia setelah menaklukkan Lazio di giornada ke-22. I Diavolo Rosso berhasil mengalahkan Lazio dengan skor tipis 2-1. Dalam laga yang dihelat di Stadion San Siro, Senin (29/1/2018) dini hari WIB tadi, Milan dan Lazio saling tekan menekan, yang mana bikin laga berlangsung cukup ketat dan menarik. Kedua tim juga sama-sama memiliki banyak kans.
Rossoneri bisa memimpin terlebih dulu pada menit ke-15. Sepakan bebas Hakan Calhanoglu dapat ditanduk Patrick Cutrone masuk ke dalam jala yang dikawal oleh Thomas Strakosha. Namun lima menit kemudian, Lazio bisa mencetak gol balasan menjadi 1-1. Menyambut operan di dalam kotak terlarang, Adam Marusic melepaskan tendangan kaki kiri yang tidak bisa dihadang oleh kiper Gianluigi Donnarumma.
Setelah skor jadi seri, Lazio dan Milan saling memberikan tekanan. Pada menit ke-30, tim tamu hampir merobek jala Milan jika tandukan Sergei Milinkovic-Savic tak dihadang oleh Donnarumma. Dua menit kemudian, Lazio kembali memberikan tekanan melalui Luis Alberto. Tapi tembakannya dari jarak dekat masih mengenai mistar atas jala Milan.
Milan mendapatkan kans pada menit ke-42. Calhanoglu melepaskan tembakan keras tepat ke sasaran Lazio, tapi Strakosha melakukan penyelamatan ciamik dengan menghadangnya. Namun dua menit kemudian, Milan akhirnya dapat merobek jala Lazio. Davide Calabria memberikan umpan dari sisi kanan ke barisan pertahanan Lazio. Ada Giacomo Bonaventura berdiri di sana, pemain berumur 28 tahun itu langsung menanduknya masuk ke dalam jala Lazio.
Gol ini bikin Milan mengakhiri paruh perdana dengan unggul 2-1 atas Lazio. Di babak kedua, Lazio mencoba tampil menekan untuk mencari gol balasan. Sementara Milan lebih banyak bermain bertahan dan menggandalkan counter attack. Kendati begitu, tekanan tim tuan rumah terbilang cukup oke.
Pada menit ke-66, Sergei Milinkovic-Savic memiliki kans untuk menciptakan gol. Tapi usahanya dapat dihadang. Tiga menit kemudian, Sergei Milinkovic-Savic kembali mendapatkan kans, tapi kali ini bisa dijinakkan oleh Donnarumma. Pada menit ke-85, Senad Lulic memperoleh kans untuk menciptakan gol. Menyambut operan Felipe Anderson, Lulic justru kurang oke sehingga bola tidak bisa dilanjutkan jadi gol dan dapat diantisipasi oleh Donnarumma.
Serangan terus dilakukan Lazio sampai memasuki masa injury time. Marco Parolo melepaskan tembakan pada menit ke-90+3, namun bola masih melayang dari gawang. Sampai pertandingan selesai, Milan berhasil mempertahankan keunggulannya 2-1 atas Lazio.
Dengan hasil akhir ini bikin Milan naik ke posisi ketujuh klasemen dengan koleksi 31 angka, jumlah poin sama dengan Sampdoria yang berada di peringkat keenam yang memimpin jumlah gol. Sedngkan Lazio ada di possii ketiga klasemen dengan raihan 46 angka. (As)

