Lorenzo Insigne bisa saja pergi dari Napoli di jendela transfer musim panas ini andai ada tawaran masuk yang cocok. Akan tetapi, andai tawaran itu datang di 10 hari pamungkas transfer, maka Insigne tidak akan hijrah.
Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, sudah mengaku bahwa Lorenzo Insigne akan cabut dari Napoli di bursa transfer musim panas ini. Hal ini tidak diungkapkan tidak cuma satu kali saja. Hingga kini, Insigne telah dihubungkan bersama Liverpool dan juga Paris Saint-Germain. Namun belum ada berita serius untuk mendatangkan pemain berusia 28 tahun itu.
Selain itu, De Laurentiis juga menyatakan bahwa klubnya bisa juga ditinggal Allan. Keduanya bisa hengkang, tapi tidak akan dilego andai tim penawar tiba pada 10 hari pamungkas menatap jendela transfer ditutup.
“Andai kami mendapatkan tawaran yang serius, maka kami akan mencoba membahasnya. Namun sejauh ini belum ada yang konkret,” ujar De Laurentiis.
“Namun jika kami mendapatkan tawaran di 10 hari pamungkas dari bursa transfer, maka si pemain atau incaran pemain kami tidak akan dilepas lagi,” tambahnya.
“Sejauh ini kami memiliki hubungan yang bagus kepada para pemain kami termasuk Lorenzo Insigne dan juga Allan. Namun jika salah satu pemain yang kami ingin pergi, maka kami tidak bisa memaksa kehendak pemain itu. Kami akan tetap mempersilahkan dia hijrah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan kami akan tetap mendukungnya,” katanya lagi.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Argentina tidak bisa meraih poin penuh di laga kedua grup B Copa America 2019. Tim Tango bahkan sempat terpaut terlebih dulu dari Paraguay sebelum akhirnya Lionel Messi mencetak gol balasan 1-1 lewat penalti.
Bermain di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, Brasil, Argentina memang mengendalikan permainan atas Paraguay dari awal menit babak pertama. Serangan perdana Argentina datang pada menit kelima melalui Lionel Messi. Namun usaha itu masih bisa dihalau oleh pemain lawan.
Paraguay dibikin bermain bertahan di barisan belakang. Kondisi ini membuat Argentina jarang mendapatkan kans kendati terus mengancam.
Bahkan gawang Argentina kebobolan terlebih dulu pada menit ke-37. Miguel Almiron membawa bola lewat sisi kiri, yang tidak bisa dihadang oleh Leandro Daniel Paredes dan Roberto Pereyra. Operan silang dilakukan dan sukses disambut oleh Richard Sanchez. Paraguay unggul 1-0.
Sempat terpaut satu gol membuat Argentina kurang santai. Penjaga gawang franco Armani hampir membuat kesalahan usai gagal mengendalikan bola. Armani mendapatkan kartu kuning usai melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan. Skor 1-0 untuk Paraguay bertahan hingga babak pertama selesai.
Memasuki paruh kedua, Argentina memperoleh hadiah penalti. Bola tendangan Lataro Martinez mengenai tangan Ivan Piris. Wasit awalnya hanya menunjuk sepak pojok untuk Argentina, tapi mengubah keputusan usai kembali melihat VAR.
Messi yang ke depan menjadi algojo dan berhasil menjalani tugasnya dengan baik. Argentina 1 – 1 Paraguay pada menit ke-57.
Paraguay giliran memperoleh penalti usai Nicolas Otamendi melakukan pelanggaran terhadap pemain Paraguay pada menit ke-62 di dalam kotak terlarang. Derlis Gonzalez yang ke depan menjadi algojo tapi bisa ditepis dengan baik oleh Armani.
Di sisa waktu, tidak ada gol tercipta lagi sampai pertandingan selesai. Hasil seri ini bikin Argentina belum naik dari posisi bawah klasemen. Argentina berada di peringkat keempat dengan raihan satu angka, takluk produktivitas gol dari Qatar yang berada di peringkat ketiga dengan angka sama.
Paraguay berada di peringkat kedua klasemen dengan koleksi dua angka, usai di pertandingan perdana seri 2-2 kontra Qatar. Kolombia berada di pucuk klasemen dengan raihan enam angka dan telah memastikan satu tiket ke babak delapan besar Copa America 2019. (As)

