Roy Hodgson tidak puas dengan hasil seri yang didapatkan timnya kala ditahan Rusia 1-1 di laga pertama Grup B Piala Eropa 2016.
Setelah dengan begitu susah bagi Inggris dalam memecahkan kebuntuannya, Inggris pun kejebolan pada menit akhir laga dimana semestinya bisa berakhir dengan kemenangan. Inggris akhirnya mesti iklas untuk berbagi poin bersama Rusia. Adapun hasil imbang dalam laga tersebut layaknya hasil negatif bagi Hodgson.
Inggris harus iklas kala ditahan seri oleh Rusia dengan skor 1-1 dalam pertandingan di Grup B dimana dilangsungkan dinihari minggu di Stade Veledrome. Bermain lebih dominan semenjak awal, Inggris baru mampu melahirkan gol pada menit ke 73 laga karena tendangan bebas yang dilakukan Eric Dier.
Rusia pun tak ingin menyerah begitu saja. Beberapa menit menjelang laga usai, tandukan Vaili Berezutski membobol jala Joe Hart dan menjadikan laga berakhir dengan hasil seri.
“Kala kita lebih mendominasi laga sebagaimna kami laksanakan, kemudian kala kita kejeolan maka sepertinya ini layaknya hasil negatif. Kerap bagaimana seperti ini perasaannya kala kejebolan gol pada menit akhir laga,” ungkap Roy Hodgson.
“Ada sejumlah hal oke. Tadi merupakan gol penyeimbangan dimana baik. Kami mesti menerima rasa kekecewaan dan setelah itu melupakannya. Ada sejumlah hal dimana memberikan aku rasa puas,” lanjutnya.
“Kami mampu mengamakan tendangan sudut dengan bagus namun Rusia menjadikan hasil umpa silang serta tandukan yang luar biasa. Adapun saat dari kemampuan yang fantastis atas Rusia dan aku merasa ini juga bukan disebabkan kesalahan dari kami,” tambahnya.
“Kami layak meraih kemenangan laga. Ini merupakan pih yang pahit dimana harus ditelan. Jika kami dapat menelannya, aku dapatberkeinginan dengan sebuah langkah masuk ke barisan depan,” jelasnya.
Menghadapi Rusia, Inggris mempunyai ball posession sebesar 53 persen dengan melahirkan 16 kali tembakan dimana delapa diantaranya pas ke sasaran. Sedangkan Rusian menorehkan enam kali tembakan dimana tiga diantaranya pas ke sasaran dengan menguasai bola sebesar 46 persen.
Selain itu, Hodgson juga membela mengenai keputusannya untuk menarik keluar sang kapten bernama Rooney. Punggaa MU tersebut dimainkan sebagai pemain lini tengah kala Inggrs melawan Rusia.
Disepanjang laga, Rooney melakukan tembakan akurat diatas 85 persen dengan melkukan tiga kali tendangan dan dua diantaranya pas ke sasaran dan melakukan dua umpan kunci. Namun demikian, Rooney kemudian ditarik eluar pada menit ke 78 dan posisinya digantikan oleh Jack Wilshere.
Usai Rooney digantikan posisinya, Rusia pun sanggup melahirkan gol balasannya menjelang laga usai melalui sosok Vasili Berezutski. HAsil positif Inggris yang telah berada didepan mata mereka akhirnya sirna.
“Aku rasa Rooney melakoni laga dengan oke namun ia kecapekan. Ada banyak punggawa disana dimana kecapekan sebab walaupun tak begitu panas, adanya kelembapan yang besar dimana mengurangi adanya kekuatan para punggawa,” jelas Hodgson.
“Kami cuma berpikir dengan pengontrolan laga yang kami miliki dan ssok Wilshere di bangku cadangan, kami dapat menarik keluar Wayne sehingga wilshere dapat membuat pekerjaan serupa. Aku rasa inilah dimana layaknya terjadi,” terangnya.
Dengan memetik sebuah angka, Inggris saat ini menduduki posisi kedua klasemen di grup. Dalam pertandigan kedua, Inggris bakal menghadai Wales.
Membuang banyak kans untuk lalu kejebolan pada masa injury time. Walaupun tidak menelan kekalahan, Inggris memperoleh hasil yang mengecewakan dalam pertandingan perdananya.
Kelihatannya, Inggris akal memulai ajag Piala Eropa 2016 dengan meraih kemenangan. Pada paruh perdana, mereka telah melakukan sembilan kali tendangan walaupun masih tidak adanya gol terlahirkan. Hingga akhirnya Inggris berhasil melahirkan gol namun Rusia menanti hingga babak injury time dan melahirkan gol penyeimbangan.
“Ya, saya sedikit tidak puas dengan hasil imbang melawan Rusia. Padahal kami sudah bermain keras dan berjuang keras demi memecah kebuntuan, tapi kami malah gagal mendapatkan tiga poin setelah kami kebobolan di menit-menit akhir babak kedua,” kata Hodgson lagi.
“Tapi semua sudah terjadi dan kami harus melupakannya. Saya ingin para pemain timnas Inggris kini lebih fokus menjalani laga kedua atau laga berikutnya, lantaran itu lebih penting dari laga pertama,” tandasnya. (As)

