Graziano Pelle resmi pergi dari Southampton. Striker asal Italia itu akan melanjutkan kariernya ke Liga Super China dengan gabung Shandong Luneng.
Diberitakan dari media-media lainnya, striker berumur 30 tahun tersebut didatangkan Shandong Luneng dengan harga transfer sekitar 13 juta pound. Southampton mendapatkan keuntungan lima juta pound dalam perekrutan Pelle dari Feyenoord senilai 8 juta pound, dua musim silam.
“Southampton secara resmi mengumumkan bahwa mereka sudah sepakat dengan pihak Shandong Luneng terkait transfer Graziano Pelle di bursa transfer musim panas ini. Selain itu, The Saints juga ingin berterima kasih ke Pelle atas seluruh upaya yang sudah diberikannya selama berkarier di klub yang bermarkas di St. Mary Stadium dan klub juga akan tetap memberikan dukungan kendati dia kini bukan pemain di klub kami lagi,” tulis keterangan di website resmi Southampton.
Hingga kini tidak disebutkan oleh kedua belah pihak tentang Pelle diberikan kontrak baru dari pihak Shandong. Kendati demikian, Pelle digadang-gadang bakal menerima sekitar 100 ribu pound per minggunya.
Pelle resmi menjadi pemain Shandong usai menuntaskan dua musim di Southampton, yang mana dia mengoleksi 30 gol dari 81 laga yang sudah dilewatinya. Pelle juga bermain bagus di EURO 2016 setelah mencetak dua gol untuk Italia di EURO.
Bersama Shandong, Pelle akan tampil dengan Papiss Cisse, yang direkrut Shandong dari Newcastle United minggu silam. Kehadiran Pelle menambah sejumlah pemain top yang tampil di China usai sebelumnya ada Hulk, Ramires, Alex Teixeira, Jackson Martinez dan Fredy Guarin.
Pelle sendiri juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Southampton atas bermain di sana dan juga seluruh para fans yang sudah memberikan dukungan kepada dia. “Ya, saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang ada di kubu Southampton atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada saya selama bermain di sana dan juga kepada para pendukung yang sudah memberikan dukungan penuh kepada saya. Ini tentu sulit dilupakan kendati saya kini bukan pemain di sana lagi. Tapi saya akan tetap mendukung klub itu terus sukses. Kini saya harus fokus dengan klub baruku dan segera beradaptasi satu sama lain,” kata Pelle.
“Bermain di China akan sangat menyenangkan untuk semua pemain sepakbola profesional. Selain itu, kami bisa bertemu dengan para pemain bintang atau para pemain senior di sana.”
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya.
Portugal sempat diragukan usai langkah yang kurang memuaskan di babak penyisihan grup. Namun mereka sendiri digadang telah selalu optimistis dengan peluang juara.
Portugal, dengan kekuatan skuad dan pemain bintang, Cristiano Ronaldo, sebagai salah satu kandidat juara di EURO 2016. Akan tetapi, performa tidak mengesankan di babak penyisihan grup bikin mereka diragukan.
Satu grup bersama Austria, Hongaria dan Islandia, tim arahan Fernando Santos itu hanya sukses finis di posisi ketiga usai meraih tiga hasil seri berturut-turut. Padahal awalnya mereka diklain dapat menjadi juara grup.
Sejak kala tersebut, Portugal bukan calon juara. Ditambah pada babak perdelapan final dan babak delapan besar. Hasil-hasil yang diraih tidak membagus.
Portugal menang tipis 1-0 atas Kroasia di babak perdelapan final Piala Eropa 2016 dan kemenangan ini didapatkan melalui babak extra time. Di babak delapan bear, Portugal melaju usai menang adu penalti di pertandingan yang selesai dengan skor imbang 1-1.
Hebatnya baru di babak empat besar, Portugal berhasil mengalahkan Wales dengan skor akhir 2-0. Di laga puncak yang berlangsung di Stade de France pada dinihari tadi, Portugal kembali perlu lebih dari 90 menit untuk memenangi pertandingan dengan skor akhir 1-0, dari laga yang mana Prancis tampil dominasi dan memiliki kans lebih banyak.
Kendati begitu, Santos tetap optimistis dengan kekuatan skuadnya. “Kembali dijelaskan lagi bahwa awalnya Portugal memang bermain kurang oke di babak fase grup. Tapi perlahan tapi pasti semuanya sesuai berjalan dengan keinginan,” ucap Wales.
“Kami berhasil melakukannya dan sukses meraih gelar juara Piala Eropa 2016. Kami patut mendapatkannya karena kami juga sangat rajin berlatih dan berkonsentrasi kala bertanding di atas lapangan hijau.” (As)

