Inggris meraih kemenangan tipis 1-0 atas Slovakia di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018. Gol tunggal The Three Lions dicetak oleh Adam Lallana.
Pertandingan yang digelar di Stadion City Arena Antona Malatinskeho itu, Senin (5/9) dinihari WIB, adalah pertandingan perdana Sam Allardyce menjadi pelatih timnas Inggris. Allardyce dan The Three Lions dapat saja cuma memperoleh satu angka, jika Lallana tak menciptakan gol di masa waktu injury time menit keempat.
Inggris bermain kurang oke di paruh perdana, meski mereka tercatat tampil dominasi jalannya laga. Akan tetapi, on shoat target perdana mereka baru tercipta kala laga menginjak menit ke-40.
Jika ditotalkan menurut media-media lainnya, Inggris tercatat bisa melepaskan 20 tendangan di sepanjang laga namun cuma lima yang tepat ke gawang. Sementara itu Slovakia cuma memiliki satu tembakan dan tak ada yang mengarah ke gawang.
Kans perdana Inggris pada menit ke-40 itu diperoleh Raheem Sterling. Akan tetapi, tembakan pemain yang kini memperkuat Manchester City itu masih melayang dari gawang Slovakia. Di sepanjang babak pertama, tidak ada gol tercipta dan skor bertahan 0-0 hingga turun minum.
Di awal paruh kedua, Inggris tetap mendominasi pertandingan. Kali ini Jordan Henderson yang memiliki peluang, tapi sepakan yang dilepaskannya dari jarak jauh masih melayang dari sasaran.
Slovakia harus tampil dengan 10 pemain di menit ke-57 usai Martin Skrtel mendapatkan kartu kuning kedua karena melakukan pelanggaran terhadap Harry Kane. Kartu kuning pertama yang didapatkan Skrtel lantaran tangannya melayang ke muka Kane di menit ke-25.
Meski Slovakia harus tampil dengan 10 pemain, Inggris masih kelihatan sulit menciptakan gol. Banyak kans yang mereka peroleh, tapi tidak ada yang bisa menghasilkan gol.
Allardyce lalu bikin beberapa perubahan dengan memainkan Theo Walcott, Dele Alli dan terakhir Daniel Sturridge. Masuknya pemain-pemain itu baru terlihat Inggris lebih menyerang dan terus berusaha membongkar pertahanan Slovakia.
Sementara Slovakia dipaksa terus bermain bertahan dan terlihat cukup rapat sehingga lawan sulit mencetak gol. Hingga laga memasuki masa injury time atau tepatnya di menit ke-94, Inggris baru bisa memecah kebuntuannya.
Diawali dari tekanan dari sisi kiri, Danny Rose memberikan umpan mendatar ke dalam kotak terlarang. Bola itu diterima oleh Lallana. Dia langsung melepaskan tendangan yang, meski membentur penjaga gawang Slovakia, Matus Kozacik, sukses masuk ke dalam jala. Tak lama gol Lallana, wasit meniup peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya pertandingan, skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Inggris.
Atas kemenangan ini mengantarkan Inggris berada di puncak klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan raihan tiga angka. Di pertandingan lainnya, Lithuania bermain seri 2-2 melawan Slovenia. Kedua tim itu berada di posisi kedua dan ketiga dengan poin sama yaitu satu angka. Sedangkan Slovakia di posisi keempat dengan nilai 0.
Seusai laga, Sam Allardyce mengaku sangat puas dengan kemenangan yang diterima timnas Inggris atas Slovakia. Laga ini menandai debutnya Allardyce sebagai manajer timnas Inggris.
Seperti yang sudah disebutkan di atas itu bahwa laga ini selesai dengan skor 0-1 untuk kemenangan Inggris dan satu-satunya gol dilesakkan oleh Adam Lallana di masa injury time babak kedua. Dalam pertandingan berlangsung ini, Inggris tak bermain begitu bagus di paruh perdana. Hanya satu kans bagus di 45 menit dan sisanya melenceng dari gawang. Di babak kedua, Inggris punya keuntungan setelah Slovakia harus tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-57 usai Martil Skrtel diusir keluar dari lapangan. Tapi unggul jumlah pemain juga tidak memudahkan Inggris untuk langsung mencetak gol. Inggris baru bisa membuka keunggulannya kala laga menginjak masa injury time menit keempat.
“Saya akui permainan timnas Inggris di babak pertama kurang tajam. Di babak kedua kami baru bermain bagus dan tampil lebih baik lagi saat lawan harus bermain dengan 10 pemain. Ini laga pertamaku menangani timnas Inggris dan saya sangat puas bisa mendapatkan hasil bagus,” puas Allardyce.
“Ini adalah pelajaran untuk bisa bikin tim menjadi lebih kuat dan kami harus mempelajarinya dari kesalahan masing-masing di setiap sudut,” tambahnya. (As)

