Olivier Giroud mengaku bahwa dirinya hampir cabut dari Chelsea di bursa transfer musim dingin lalu. Pada saat itu, dia ingin bermain untuk membela Inter Milan.
Olivier Giroud minim dimainkan Chelsea sejak Frank Lampard ditunjuk menjadi pelatih pada awal musim. Striker internasional Prancis itu hanya tampil 13 di semua kompetisi yang dilewatinya, dengan sembilan di antaranya di Liga Primer Inggris.
Lampard terlihat mengutamakan Tammy Abraham kemudian Michy Batshuayi di posisi striker tengah. Abraham telah bermain sebanyak 34 laga, sementara Batshuayi 25 laga kendati sebagian lebih banyak bermain turun dari bangku cadangan.
Dengan kondisi seperti itu, Giroud tentu merasa diperlakukan tidak adil dan ingin angkat kaki dari klub yang bermarkas di Stamford Bridge pada bursa transfer musim dingin lalu. Akan tetapi, keinginannya tidak terwujud.
“Pada bursa transfer musim dingin lalu, saya memang sudah ingin hengkang ketika tahu posisi bermainku di skuad Chelsea sangatlah minim. Saya seorang pemain sepakbola profesional, ini yang membuat saya ingin mencari tantangan baru dan klub yang bisa memberikan satu tempat di tim skuad,” ujar Giroud.
“Saya coba untuk hijrah pada saat itu, prosesnya telah tercapai, namun di pihak Chelsea tak setuju untuk melepaskanku. Saya hanya dapat hengkang dengan catatan mereka menemukan pengganti. Saya tentu berharap bisa segera cabut dari klub itu,” lanjutnya.
Inter Milan sebagai klub utama bagi pemain berusia 32 tahun itu lantaran banyak faktor. Nerazzurri memiliki kans besar untuk finis di zona Liga Champions dan ditambahkan di sana ada seorang pelatih yang berpengalaman yakni, Antonio Conte.
Conte merupakan orang yang menggaetnya dari Arsenal sewaktu membesut Chelsea. Kedua pihak justru sempat melakukan hubungan langsung terkait transfer di musim dingin lalu.
“Saya tahu soal itu karena agenku memberitahukan kepada saya bahwa Inter Milan tertarik dengan saya, tapi hanya saja kedua belah pihak klub tidak bisa mencapai kesepakatan soal transfer. Selain Inter, juga ada beberapa klub yang menginginkanku seperti Tottenham Hotspur dan Lazio, tapi semuanya tidak terwujud,” ucap Giroud lagi. (As)

