Inggris berhasil meraih kemenangan dalam lawatannya ke markas Spanyol. Kemenangan ini tidak lepas dari performa Raheem Sterling yang tampil fantastis.
Raheem Sterling dimainkan menjadi pemain utama di barisan depan kala timnas Inggris bermain diĀ Estadio Benito Villamarin, Selasa (16/10/2018) dini hari WIB tadi, untuk berhadapan dengan Spanyol di laga lanjutan Liga A Grup 4 UEFA Nations League. Sterling bermain di depan dengan ditemani oleh Harry Kane dan Marcus Rashford.
Sterling langsung bermain fantastis untuk membongkar pertahanan Spanyol yang dibeton oleh Jonny, Sergio Ramos, Nacho dan Marcos Alonso. Hanya saja Jonny yang baru menjalani laga debutnya di tim Matador sebagai sasaran manis Sterling melalui aksi-aksinya.
Gol perdana Inggris tercipta lewat aksi Sterling kala dia mengakhiri operan Rashford lewat counter attack pada menit ke-16. Inggris bikin kejutan bisa menciptakan gol kedua melalui aksi Rashford di menit ke-29.
Aksi Sterling kembali hadir pada menit ke-38 kala dia mengakhiri operan Kane dengan tendangannya yang merobek jala Spanyol dan sekaligus menambahkan keunggulan Inggris menjadi 3-0. Usai itu, tidak ada gol tercipta lagi di sisa waktu babak pertama. Di babak kedua, Spanyol baru bisa mencetak dua gol untuk memperkecil ketertinggalannya menjadi 2-3 dan itu menjadi hasil akhir di laga ini.
Untuk Sterling, dua gol tersebut menjadi kepuasannya lantaran dia tau telah lama tidak menciptakan gol untuk Inggris. Untuk terakhirnya dia mencetak gol, Sterling menciptakan gol di pertandingan internasional kontra Estonia, Oktober 2015.
Ini dapat sebagai cara Sterling membungkam kesangsian para publik The Three Lions yang sering mengkritiknya lantaran penampilannya selama memperkuat Inggris, kendati bermain oke di level klub.
“Secara pribadi, saya tentu merasa sangat senang dan puas dengan penampilanku hari ini. Apalagi saya sudah lama tidak mencetak gol untuk timnas Inggris dan di laga melawan Spanyol tadi malam saya berhasil mencetak dua gol dan sekaligus membantu negaraku meraih kemenangan. Ini tentu menjadi kepuasan tersendiri untuk saya,” ungkap Sterling di situs resmi klub.
“Saya tahu saya sempat mendapatkan banyak tekanan dan kritikan usai sudah lama tidak mencetak gol. Tapi hari ini saya sudah menjawabnya dengan bermain bagus. Saya berharap ke depannya saya bisa bermain bagus lagi dan bisa meneruskan tren golku ke laga-laga berikutnya,” lanjutnya.
“Saya akan mencoba berlatih dan berjuang lebih keras lagi untuk meningkatkan performaku menjadi lebih baik dari sekarang ini lagi,” tandasnya.
Di bawah ini ada jalannya laga antara Inggris menghadapi Spanyol.
Spanyol hampir memimpin pada menit ketiga. Operan dari tendangan sudut lewat sisi kanan berubah arah setelah ditanduk Saul Niguez. Bola tepat kepada Marcos Alonso ke tiang jauh dan lantas disambar lewat dalam kotak terlarang. Namun tembakannya membentur badan Jordan Pickford.
Asyik menekan, Spanyol kebobolan pada menit ke-16. Marcus Rashford menyambut umpan lewat sisi kiri melalui counter attack, kemudian memberikan operan jitu kepada Raheem Sterling ke tengah. Sterling dengan siaga mengakhirinya ke pojok kiri atas jala. Inggris unggul 1-0.
Spanyol terlihat tampil dominasi di jalannya laga babak pertama, namun gawang mereka kembali bergetar untuk kedua kalinya pada menit ke29. Lagi-lagi lewat counter attack, kali ini Harry Kane menggiring bola lewat sisi kanan dan memberikan operan jitu kepada Rashford. Rashford dengan santai mengalahkan David de Gea melalui tendangan ke arah kiri bawah.
Inggris yang tampil tertekan tapi bisa mencetak gol ketiganya di laga ini. Tepatnya pada menit ke-38, Ross Barkley melakukan operan bagus dari tengah kepada Kane yang berada di sisi kanan di dalam kotak terlarang. Kane lantas melanjutkan umpan kepada Sterling ke tengah yang tanpa lama mengirim bola ke dalam jala. Inggris kini unggul jadi 3-0 atas Spanyol yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Spanyol yang tertinggal tiga gol langsung tampil lebih menekan dan menyerang untuk mencari gol ketertinggalannya. Tendangan Marco Asensio lewat posisi bagus pada menit ke-50, tapi masih melenceng setelah mengenai Joe gomez.
Luis Enrique langsung memainkan Paco Alcacer dan Dani Ceballos pada menit ke-57 untuk meningkatkan daya serang. Usaha itu lantas menemui sasaran satu menit kemudian. Tendangan sudut Asensio disambut Alcacer dengan tandukan, yang selesai ke pojok kiri jala.
Spanyol hampir memperoleh gol kedua pada menit ke-64 memaksimalkan kesalahan Pickford. Berusaha mendapatkan bola dan melego Rodrigo, Pickford malah kehilangan si kulit bundar. Namun penjaga gawang Everton itu lantas menekan balik striker Spanyol itu dan membuang bola dengan kakinya. Pemain-pemain Spanyol protes lantaran merasa sudah adanya pelanggaran. Namun wasit menilai tidak adanya pelanggaran.
Sepakan Thiago Alcantara dari depan kotak terlarang masih melebar dari samping kiri jala. Sedangkan Asensio tidak bisa mengirim bola pantulan dari dalam kotak di menit ke-87. Namun belum tercipta gol.
Spanyol baru sukses mencetak gol kedua pada menit ke-97, kala Sergio Ramos menerima operan silang Ceballos dengan tandukan ke arah kanan jala. Namun terlalu lambat untuk Spanyol meneruskan usaha mengejar gol penyama kedudukan. Tidak lama berselang, pertandingan selesai. Skor berakhir 2-3 untuk kemenangan Inggris atas Spanyol.
Kendati takluk, Spanyol masih memimpin klasemen Grup 4 UEFA Nations League A dengan mengoleksi enam angka. Sementara Inggris di peringkat kedua dengan raihan empat angka. Keduanya sama-sama tampil tiga kali. Sedangkan Kroasia berada di dasar klasemen dengan mengoleksi satu angka. Kroasia baru tampil dua kali. (As)

