Eks pemain Prancis, Marcel Desailly, optimistis Paul Pogba tidak akan berganti klub. Pogba disebutnya tidak memiliki alasan untuk pergi dari Bianconeri.
Kembali diberitakan lagi, karier Paul Pogba bersama Juventus sebagai gosip paling hot di jendela transfer musim panas ini. Pemain tengah berumur 23 tahun tersebut tengah dikaitkan dengan beberapa tim raksasa lainnya seperti Real Madrid dan eks klubnya, Manchester United. The Red Devils bahkan diberitakan telah mempersiapkan dana sekitar 120 juta euro untuk mendatangkan Pogba kembali ke klub yang bermarkas di Old Trafford.
Agen sang pemain, Mino Raiola, belakangan ini menyebut kalau kliennya tak akan cabut dari Si Nyonya Tua di bursa transfer musim panas ini. Raiola juga mengungkapkan pihak Bianconeri ingin menambah kontrak kepada pemain asal Prancis itu.
Menurut Desailly, Pogba lebih cocok tetap bertahan di Juventus. Dia tidak optimis ada tim lain yang bisa lebih pas untuk sang pemain pada sekarang ini kendati ada sejumlah klub besar Eropa lainnya yang tertarik dengan Pogba di musim panas ini.
“Klub mana yang bisa memberikan perhatian khusus kepada Paul Pogba. Bahkan Juventus juga bisa memberikan penawaran kontrak anyar kepada dia dan dia juga berhasil sekali bermain di Juventus. Dan sampai saat ini dia tidak merasa ada tekanan datang dan tantangan yang harus dihadapi. Semuanya berlangsung dengan baik dan punya hubungan baik bersama klub,” terang Desailly.
“Saya tahu banyak klub besar tertarik dengan dia di saat bursa transfer musim panas ini dibuka. Itu tidak heran lagi lantaran performanya sangat mengesankan pada musim lalu dan juga bermain bagus selama memperkuat timnas Prancis di Piala Eropa 2016. Tapi menurutku, dia lebih cocok bertahan daripada pergi ke klub lain. Apalagi dia masih muda dan bisa meningkatkan performanya lagi,” lanjut eks bek AC Milan dan Chelsea tersebut.
Sejak pergi dari United di tahun 2012 lalu, Pogba sudah meraih sebanyak delapan trofi bersama klub Italia itu, di antaranya empat gelar Serie A secara beruntun. Dari 178 laga yang dilewatinya selama memperkuat Juventus, dia menciptakan 34 gol dan membuat 43 assist.
“Anda tentu tahu jika ada baca berita tentang sepakbola bahwa Pogba telah menepis banyak pinangan masuk untuk dirinya pada musim silam, lantaran dia merasa bahagia di Juventus. Saya yakin dia pasti kerasan di Juventus Stadium dan akan tetap berkostum Juventus musim baru nanti,” ucap Desailly lagi.
“Dia memang telah memenangi banyak gelar bersama Juventus. Tapi dia ingin meraih lebih banyak trofi lagi. Dan terakhir kabarnya dia ingin merengkuh gelar Liga Champions bersama klubnya sekarang ini.”
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Jose Mourinho dan Pep Guardiola diperkirakan akan bikin persaingan Liga Primer Inggris semakin ketat dan seri. Namun Antonio Conte pun digadang tidak takluk tangguh dari kedua pelatih itu.
Hal ini diungkapkan oleh eks pemain timnas Italia, Gianluca Zambrotta, membicarakan tiga pelatih dalam teknik oke yang mulai membesut tim barunya seperti, Conte melatih Chelsea, Guardiola membesut Manchester City dan Mourinho melatih di Manchester United.
Guardiola memiliki rekor bagus, di mana dia berhasil merengkuh 14 gelar di empat tahun awal masa jadi manajernya di Barcelona. Bersama klub kedua yang dilatihnya, Bayern Munich, pria asal Spanyol tersebut mengolesi tujuh gelar lagi.
Gelar-gelar Guardiola itu ikut mengikutsertakan enam gelar Liga, tiga gelar bersama Bayern dan tiga gelar bersama Barcelona, ditambahkan dua gelar Liga Champions. Inggris merupakan negara ketiga tempatnya membesut.
Sedangkan Mourinho telah tidak asing lagi untuk melatih di Liga Primer Inggris lantaran sebelumnya sang pelatih sudah pernah melatih Chelsea dalam kurun waktu kurang lebih dua periode, yang mana dia mempersembahkan tiga gelar Liga Primer Inggris.
Mourinho merupakan manajer kelima yang telah memenangi gelar Liga di empat negara yang tidak sama. Dia juga adalah satu dari lima manajer yang pernah meraih gelar juara Liga Champions dengan dua klub berbeda.
Karier berlimpahan trofi manajer asal Portugal itu diawali dari Porto, Chelsea, Inter Milan dan lalu Real Madrid, yang sudah mengoleksi sekitar 22 gelar.
Sementara itu, Mourinho dan Guardiola yang memiliki saingan tersendiri kala sama-sama membesut di Spanyol, musim panas ini kedua pria itu akan saling bertemu lagi di Inggris dan ini tentu ditunggu semua orang.
Lalu ada Conte. Hingga kini pelatih berusia 46 tahun tersebut memang belum memiliki gelar juara sebanyak seperti Mourinho atau Guardiola. Akan tetapi, kinerja juga tidak dapat diremehkan lantaran dia pernah membawa Bari sebuah gelar juara di Serie B, kemudian mengantarkan Juventus meraih gelar Serie A sebanyak tiga kali secara beruntun dan dua gelar juara Piala Super Italia. Selain itu, Conte juga memiliki pengalaman segudang, termasuk baru saja membesut di level timnas Italia.
“Menurut saya, ketiga pria itu memiliki kekuatan yang hampir sama dalam melatih tim. Masing-masing punya cara mengajar atau melatih yang sangat oke. Saya lihat Liga Primer Inggris musim depan akan berlangsung lebih ketat dan sengit dari musim lalu,” kata Zambrotta.
“Antonio Conte memang kalah soal koleksi gelar juara dari Jose Mourinho dan Pep Guardiola. Tapi skill atau pengalamannya tidak kalah dari kedua pria itu,” lanjut pria yang pernah sebagai teman setim Conte di Juventus.
Keberhasilan Conte hingga kini banyak didapatkan dengan menggunakan skema permainan dengan susunan 3-5-2 atau 3-4-3. Apakah dia tetap memakai skema permainan yang sama di Chelsea?
“Apakah dia akan tetap menggunakan formasi yang sama di Chelsea? saya belum tahu itu lantaran belum bertemu dengannya. Tapi saya cuma bisa mengatakan bahwa dia bakal melakukan tugasnya dengan baik dan berusaha membawa klubnya meraih kesuksesan,” ungkap Zambrotta.
“Saya sangat kenal dia lantaran saya pernah satu tim dengan dia semasa menjadi pemain di Juventus. Dia sangat rajin dan berusaha keras kala berlatih. jadi dia juga ingin para pemainnya bisa seperti dia dan bersama-sama memenangi gelar di musim depan,” tandasnya.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya.
Dimitri Payet tidak akan menerima kontrak anyar dari pihak klub yang diperkuatnya sekarang ini. Pemain asal Prancis tersebut harus menanti hingga akhir tahun.
Payet bermain baik dengan West Ham di Premier League musim silam. Dia mengoleksi sembilan gol dari 30 laga yang dilewatinya dengan berkostum The Hammers.
Performa ciamik Payet bersama West Ham ikut membawanya tembus ke skuad timnas Prancis di EURO 2016. Dia lalu sebagai salah satu pemain yang bermain oke dengan mencetak tiga gol dan membuat dua assist untuk negaranya.
Performa oke Payet tersebut sepertinya bikin klub-klub besar tertarik dengannya di bursa transfer musim panas ini, salah satunya adalah Real Madrid.
Sementara itu West Ham sendiri telah mengatakan bahwa tidak akan menerima pinangan di bawah 50 juta poundsterling. Mereka juga tidak ada keinginan untuk memberikan kontrak baru kepada pemain yang kini berumur 29 tahun tersebut lantaran tidak lama baru memperpanjang kontrak pemainnya.
Kontrak Payet baru akan selesai sampai tahun 2021 mendatang, maka tidak heran jika petinggi West Ham yang bernama, David Sullivan, santai-santai saja jika mendengar kabar bahwa ada klub-klub lain yang sedang mengincarnya di bursa transfer musim panas ini.
“Kami telah memperpanjang kontraknya. Andai dia bisa terus tampil seperti yang telah ditampilkan pada hingga kini, maka kami siap menyodorkan kontrak baru lagi kepada dia,” ujar Sullivan.
“Sekitar empat bulan lalu, dia baru meneken kontrak baru yang diberikan dari pihak klub kami. Ini mungkin terlalu cepat jika kami memberikan kontrak anyar lagi kepada dia, mengingat kontraknya baru akan berakhir di tahun 2021 mendatang. Kami rasa akan sulit mencari pemain seperti dia di bursa transfer musim panas ini, dia memiliki cara bermain yang sangat oke dan kami berharap dia bisa terus bermain seperti yang sudah ditunjukkannya pada musim depan,” sambungnya.
“Selain itu, kami juga tengah membidik pemain-pemain baru yang akan kami datangkan ke klub kami. Kami ingin membangun tim menjadi lebih baik untuk menghadapi musim depan.” (As)

