Karier Daniele De Rossi menjadi pemain AS Roma akan selesai. Pemain I Lupi itu memutuskan untuk pergi dari klub pada akhir musim ini.
Daniele De Rossi adalah pemain akademi AS Roma. Dia juga adalah anak asli ibukota Italia, yang mana kapten sebelumnya, Francesco Totti. Sejak ke akademi di tahun 2000, De Rossi telah melakoni debut klub utama di bulan Oktober tahun 2001 di Liga Champions, yang ikut membawa Italia menjadi juara Piala Dunia 2006.
Ini langsung sebagai kapten di barisan tengah Giallorossi, sampai menorehkan 615 laga hingga kini. ÄS Roma mengumumkan bahwa 18 tahun kariernya Daniele de Rossi bersama klub akan selesai di akhir musim ini,” tulis keterangan resmi klub Serigala itu.
“De Rossi tidak akan gantung sepatu dari sepakbola profesional pada akhir musim. Pemain berusia 35 tahun itu memutuskan untuk menjejaki atau mendapatkan tantangan baru bersama klub lain.” tambahnya.
Dengan Roma, De Rossi sudah membawa klub itu meraih dua trofi Coppa Italia dan satu gelar Piala Super Italia. Masih tersisa dua laga lagi untuk dijalani De Rossi dengan berseragam Roma. Dua laga itu merupakan pertandingan away melawan Sassuolo dan partai di depan publiknya sendiri kontra Parma, yang juga sebagai laga terakhir di musim 2018/2019.
Dari Totti gantung sepatu di tahun 2017 silam, De Rossi telah sebagai kapten sekaligus komandon utama klub. Bak kapten Roma diprediksikan akan dilanjutkan ke Alessandro Florenzi, yang juga merupakan didikan akademi sendiri dan juga anak asli kota I Lupi.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Inter Milan harus berjuang keras untuk menaklukkan Chievo Verona. Situasi itu dilantarkan laga berlangsung tidak sesuai keinginan. Inter meraih kemenangan 2-0 dar Chievo di Giuseppe Meazza pada hari Selasa (14/5) dini hari WIB kemarin. Dua gol La Beneamata dicetak oleh Matteo Politano pada menit ke-39 dan Ivan Perisic pada menit ke-86.
Andai melihat catatan di laga ini, Nerazzurri sebetulnya dapat menang dengan kedudukan yang lebih dari dua gol ini. Statistik mencatatkan bahwa Inter memiliki 24 tendangan dengan 10 di antaranya tepat ke sasaran.
Ïni merupakan gol krusial lantaran laga tak berlangsung sesuai dengan keinginan kami dan sangat krusial untuk kami dalam membuka keunggulan,” ujar Politano di website resmi klub.
Sebelum menundukkan Chievo, Inter memetik tiga kali hasil seri yang didapatkan secara berturut-turut. Ini bikin posisi mereka terancam dari posisi empat besar Serie A musim ini.
“Kami menginjak laga usai beberapa kali bermain imbang dan krusial untuk menang dan kembali menargetkan posisi kami. Usai gol pertama, laga terlihat sedikit lebih gampang untuk kami. Jika sulit mencetak gol, maka akan sulit mendapatkan tiga poin juga,” katanya lagi.
Inter kini kembali ke peringkat ketiga dan sekaligus menggusur AtAlanta, dengan raihan 66 angka dalam 36 pertandingan yang sudah dilewatinya pada musim ini. Mereka memimpin empat angka dari AC Milan yang berada di posisi kelima klasemen. Chievo masih terpuruk di dasar klasemen dengan raihan 15 angka.
Masih ada berita lainnya lagi yang mana di laga sebelumnya Inter kontra Chievo. Inter cuma mendapatkan satu angka kala bertandang ke kandang Udinese di laga lanjutan Serie A. La Beneamata gagal mendapatkan tiga poin usai bermain seri tanpa gol kontra tim tuan rumah.
Inter menghadapi Udinese di giornada ke-35 Serie A yang digelar di Dacia Arena. Kendati bermain mendominasi, Inter tidak bisa merobek jala Udinese. Dengan unggul ball posession hingga 72 persen, Inter bisa melakukan 21 tendangan di sepanjang pertandingan. Akan tetapi, cuma empat yang mengarah ke gawang.
Penjaga gawang Udinese, Juan Musso, juga bermain bagus dengan melakukan empat penyelamatan krusial. Ini artinya, Inter cuma memperoleh hasil seri dari tiga laga pamungkas. Usai sebelumnya, mereka ditahan AS Roma dan juga Juventus.
Menurut media-media Italia bahwa Inter memang sulit mendapatkan kemenangan di tiga laga terakhir, lantaran lawan-lawan yang dihadapinya itu merupakan klub-klub tangguh. Jadi hasil seri yang sangat cocok untuk mereka, yang mana juga dikatakan oleh pelatih Inter itu. (As)

