Chelsea kembali menduduki puncak klasemen Liga Primer Inggris usai mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor akhir 2-1 di pekan ke-13.
Dalam laga yang dihelat di Stamford Bridge, Minggu (27/11/2016) dinihari WIB tadi, Tottenham Hotspur bermain lebih bagus di paruh perdana. Mereka sempat memimpin terlebih dulu kala Christian Eriksen merobek jala Chelsea di menit ke-11. Tapi di menit ke-45, The Blues bisa mencetak gl balasan melalui aksi Pedro Rodriguez. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Chelsea bermain lebih baik daripada The Lilywhites. Hasilnya, tim tuan rumah bisa berbalik unggul jadi 2-1 usai Victor Moses menciptakan gol di menit ke-52. Setelah itu Spurs langsung keluar menyerang demi mencari gol penyama kedudukan di sisa waktu babak kedua, tapi tidak ada gol tercipta lagi hingga usai laga.
Dengan kemenangan ini membawa Chelsea kembali ke puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan raihan 31 angka dalam 13 pertandingan yang sudah dijalaninya pada musim ini dan masih memimpin satu angka dari Liverpool dan Manchester City yang berada di peringkat kedua dan ketiga klasemen. Sementara itu Spurs berada di urutan kelima klasemen dengan koleksi 24 angka.
Kronologi Laga
Harry Kane berhasil membobol jala Chelsea dimenit ke lima lewat tendangan dari jarak dekatnya. Akan tetapi, sang pengadil tidak menyesahkan gol tersebut sebab Kane jauh lebih dulu terjebak offside kala menerima sepakan bebas yang dilakukan Eriksen. Spurs jauh lebih mendominasi jalannya laga dimenit awal memberikan ancaman melalui sepakan bebas yang dilakukan Eric Dier. Akan tetapi, arah sepakan Dier sendiri masih melayang di atas jala.
Spurs pun meraih keunggulan dengan skor 1-0 kala pertandingan masuk pada menit ke sebelas. Eriksen membuat jala Chelea bergetar usai tendangan keras kaki kiri tidak dapat dijangkau sosok Thibaut Courtois. Chelsea memiliki kans menorehkan gol balasannya dimenit ke 30. Akan tetapi, sepakan bebas yang dilakukan David Luiz dapat diamankan langsung oleh Hugo Lloris.
Peluang yang diperoleh Kane pada menit ke 33 tidak membuat Spurs unggul 2-0. Tendangan jarak jauh yang dilakukan penyerang Spurs tersebut berhasil diantisipasi oleh Courtois. Adapun kesalahan yang dilakukaan Lloris dalam mengumpan bola dimenit ke 44 menjadikan jala Spurs pun terancam. Namun Lloris berhasil menembus kesalahannya tersebut dengan menghadang bola tendangan Eden Hazard.
Chelsea sendiri baru mampu menyeimbangkan kedudukan dimenit ke 45 melalui soso Pedro. Usai menerima hasil umpan yang dilaukan Nemanja Matic, Pedro pun membalikkan badanya dan lalu melepaskan tendangannya dari posisi luar kotak titik putih. Tendangannya menembus sudut jala Spurs tanpa mampu dihadang oleh Lloris. Tidak lama kemudian usai torehan gol Pedro tersebut, paruh perdana pun usai.
Chelsea lalu berbalik unggul 2-1 kala laga berjalan 52 menit. Didalam skema serangan balik, sosok Diego Costa memberikan umpan disebelah kiri dimana Moses berdiri didalam kotak titik putih dengan bebas menjangkaunya. Tendangan Moses tak berhasil dihadang Lloris dan bola mengenai Jan Vertonghen dan kemudian masuk ke dalam jala Spurs.
Marcos Alonson menyia-nyiakan kans emas dalam menambahkan keunggulan skuat didikan Conte. Dia tidak terjaga didalam kotak titik putih kala menerima hasil umpan Costa namun akhir penyelesaiannya melayang tinggi. Spurs kemudian memiliki kans menyeimbangka kedudukan dimeit ke 64 melalui kerja sama diantara Eriksen dengan Kane. Akan tetapi, Courtois dengan baik dalam menghadang tendangan Eriksen.
Punggawa pengganti Spurs bernama Georges melakukan penetrasi disamping kiri dan sukses melewati sosok Branislav Ivanovic. Namun ruang tembak Georges begitu sempir dan akhir penyelesaiannya dengan gampang dihadang Courtois. Sampai pertandingan usai, kedudukan skor tidak berubah. Chelsea memetik kemeanga yag ketujuh secara berturut-turut dan balik memuncaki klasemen.
Disamping itu, dalam laga lainnya, Liverpool mesti berusaha keras dalam menghadapi perlawanan sengit Sunderland pada ajang Liga Primer Inggris diminggu ke 13. Namun, Liverpool pada akhirnya meraih kemenangan dengan skor 2-0 kemudian menduduki pucuk klasemen. Dalam menyambut kedatangan Sunderland, Liverpool bermain lebih dominan sampai laga usai.
Hal tersebut tampak jelas dalam catatan statistik laga baik dalam ball posessionnya maupun dalam total kans yang dilesakkan oleh Liverpool. Namun, Liverpoo sendiri kerumitan dalam menorehkan gol. Mereka baru mampu menorehkan gol dimenit ke 75 melalui Divock Origi. Dimenit perdana babak injury time, sosok James memastikan kemenangan Liverpool 2-0 melalui titik putih.
Atas hasil tersebut maka Liverpool memuncaki klasemen dengan membukukan 30 angka. Mereka memiliki jumlah angka sama atas Manchester City namun menang dalam jumlah gol. Sedangkan disisi lainnya, Sunderland menurun ke klasemen dasar dengan membukukan delapan angka.
Kronologi laga
Kans perdana Liverpool diperoleh Firmino dimeit ke enam laga. Akan tetapi, bola tendangan Firmino mampu dihadang Jordan, kiper Sunderland. Adapun percobaan yang dilakukan oleh Wijaldum dimenit ke 15 laga juga belum memperoleh gol bagi Liverpool. Setelah menerima umpan dari Coutinho, sosok Wijnaldum melakukan tendangan namun Pickford mampu mengantisipasinya.
Usai dua menit kemudian, sebuah kans langkah yang diperoleh oleh Sunderland melalui Steven Pienaar. Pienaar memiliki kans menorehkan gol melalui tendangan dari jarak dekat namun usahanya diantisipasi Loris Karius, penjaga gawang Liverpool. Liverpool harus kehilangan sosok Coutinho dimenit ke 33 laga. Ia tidak dapat melanjutkan laga sebab dibekap cedera kaki dan posisinya digantikan oleh Divock Origi.
Dari skema sepakan bebas, The Reds pun memberikan ancaman kepada jala Sunderland. Namun tandukan Dejan Lovren sendiri dalam melanjutkan sepakan bebas oleh Jordan Henderson agak melebar. Pada babak injury time paruh perdana, Liverpool memperoleh dua kans lain. Namun tendangan dari jarak jauh sosok Lovren tidak pas ke sasaran, sedangkan tendangan Sadio Mane berhasil dihadang Pickford.
Liverpool terus menyerang mereka diparuh kedua. Hasilnya baru datang di menit ke-75, Origi yang membawa bola di sisi kiri kotakk terlarang merobek jala Sunderland usai tendangannya tidak bisa ditepis oleh Pickford. Liverpool unggul 1-0.
Liverpool memperoleh hadiah penalti di menit-menit akhir setelah Didier Ndong melakukan pelannggaran terhadap Mane di kotak terlarang. Milner yang ke depan menjadi algojo berhasil menjalani tugasnya dengan baik dan sekaligus menambahkan keunggulan Liverpool jadi 2-0. Setelah itu tidak ada gol tercipta sampai pertandingan selesai. (As)

