Manajer Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, menyebut bahwa Edinson Cavani belum tentu dimainkan sebagai starter kala timnya akan menghadapi Napoli di matchday keempat Liga Champions.
Pertandingan Paris Saint-Germain kontra Napoli akan berlangsung di San Paolo dalam laga matchday keempat fase grup Liga Champions, Rabu (7/11/2018) dinihari WIB nanti. Laga ini akan sebagai pertandingan kembalinya Cavani menginjak rumput itu. Dia akan bertemu dengan Partenopei, tim yang diperkuatnya di tahun 2010 sampai tahun 2013.
Pada saat memperkuat Napoli, Cavani mengoleksi 104 gol. Namun pada sekarang ini, kondisi Cavani belum fit sepenuhnya usai sempat menepi di dua pertandingan sebelumnya. Dia tidak bermain kala PSG melawan Marseille dan Lillie di Ligue 1. Dia mengalami cedera otot.
Tuchel sejauh ini belum bisa memberikan kepastian apakah Cavani akan absen atau tidak di laga dinihari nanti. Dia akan meminta tim medis untuk terus melihat kondisi pemainnya itu.
“Edinson Cavani memang diikutsertakan oleh kami ke Italia dalam pertandingan kontra Napoli. Namun kami belum bisa memastikan soal apakah dia akan ikut tampil sebagai starter di laga tersebut. Namun kami akan terus meminta tim medis untuk terus memantau kondisinya,” kata Tuchel.
“Jika dia fit 100 persen maka dia berpeluang untuk tampil, mungkin sejak menit awal atau sebagai pemain pelapis kedua di babak kedua. Kita lihat saja nanti,” lanjutnya.
Menurut berita-berita lainnya, Cavani tentu ingin tampil di laga kontra Napoli lantaran dia ingin bereuni dengan para pemain sepakbola di sana dan juga para fansnya yang pernah memberikan dukungan penuh kepadanya.
“Ya, kami tahu Cavani tentu ingin tampil sekali di laga tersebut. Tapi kami tidak bisa memainkannya jika dia tidak dalam kondisi fit 100 persen,” tambahnya.
Sekarang ini, PSG sendiri sedang berada di posisi yang kurang oke. Mereka kini berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup C Liga Champions. Mereka baru meraih satu kemenangan dalam tiga pertandingan yang sudah dilewatinya. Mereka kehilangan angka kala ditekuk Liverpool 2-3 dan ditahan imbang oleh Napoli 2-2.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Juventus belum terkalahkan. Tiga poin sukses didapatkan Bianconeri usai menaklukkan Cagliari dengan skor akhir 3-1 di laga lanjutan Serie A.
Bermain di Allianz Stadium pada hari Minggu kemarin, Juventus memimpin cepat melalui aksi Paulo Dybala. Cagliari lalu bisa menciptakan gol penyama kedudukan lewat Joao Pedro. Juventus bisa kembali unggul berkat gol bunuh diri Filip Bradaric, yang sekaligus mengakhiri paruh perdana dengan Juventus memimpin 2-1.
Di paruh kedua, Juventus bisa menambahkan satu gol lagi yang dilesakkan oleh Juan Cuadrado yang masuk sebagai pemain pengganti. Skor 3-1 itu sekaligus bertahan hingga laga selesai. Dengan kemenangan ini maka bikin Juventus semakin kokoh di puncak klasemen Liga Italia dengan raihan 31 angka dari hasil 10 kemenangan dan satu kali bermain seri dari 11 laganya.
Juventus memimpin enam angka dari Inter Milan dan Napoli yang sebagai pesaing terdekatnya. Sementara itu Cagliari berada di peringkat ketiga belas dengan koleksi 13 angka.
Kronologi Laga
Juventus lantas tampil menekan begitu laga dimulai. Kala laga belum genap satu menit, Juventus telah memecah kebuntuannya. Gol itu tercipta lewat umpan Rodrigo Bentancur. Paulo Dybala melego-lego di tepi kotak terlarang sebelum lepas dari jagaan pertahanan tim tamu. Dari jarak dekat, Dybala menuntaskannya dengan tendangan kaki kanan ke sudut kiri bawah jala. Juventus unggul 1-0.
Cagliari sempat memprotes kepada wasit untuk meminta sebuah penalti usai tandukan Mehdi Benatia mengenai tangannya. Akan tetapi, usai wasit melihat tayangan kembali lewat VAR, tidak ada pelanggaran.
Juventus sempat diancam usai operan dari Artur Ionita disambut Leonardo Pavoletti dilanjutkan dengan tendangan dari dalam kotak terlarang. Wojciech Szczesny kendati bisa mengamankan gawangnya dengan menghadang bola.
Cagliari akhirnya bisa mencetak gol penyama pada menit ke36. Sapuan barisan belakang Juventus mengarah ke arah Joao Pedro. Dia mengendalikan bola, kemudian membalikkan badannya sebelum melakukan tendangan voli ke dalam jala Szczesny untuk merubah kedudukan jadi 1-1.
Akan tetapi, skor tersebut tidak bertahan lama. Juventus bisa kembali unggul lewat gol bunuh diri Filip Bradaric dua menit berselang. Douglas Costa masuk dari kiri sebelum melakukan operan silang datar. Bradaric yang tak perlu mencoba menghadang tapi dia malah menhalau bola dan bola masuk ke dalam timnya sendiri. Juventus kembali memimpin jadi 2-1.
Sebelum paruh perdana selesai, Juventus meminta penalti lantaran menilai Bradaric sempat mengenai bola dengan lengannya. Melihat VAR, protes itu ditampik setelah dinilai bola hanya mengenai bahunya.
Di babak kedua, Cagliari memperoleh kans terbagus perdana. Sepakan bebas Luca Cigarini tak diantisipasi dengan bagus, bola operan silang ke tiang jauh hampir disundul Pavoletti sebelum diamankan oleh Szczesny.
Kans-kans emas diperoleh Juventus pada 10 menit pamungkas. Tendangan Ronaldo bisa dihadang dan cuma menghasilkan sepak pojok. Bola disambut Bentancur, namun tendangannya dari sudut sempit masih melayang.
Cagliari melewati kesempatan untuk menciptakan gol balasan. Bola umpan Lucas Castro mengarah ke depan jala tapi tidak berujung gol.
Juventus bisa menambahkan keunggulannya menjadi 3-1 atas Cagliari pada menit ke-87 . Kali ini giliran Juan Cuadrado yang mencatatkan namanya di papan skor. Lewat counter attack, operan Dybala disambut Ronaldo yang berlari di depan dengan Cuadrado. Dengan cuma satu pemain Cagliari yang tersisa, Ronaldo memberikan umpan ke Cuadrado yang dituntaskan dengan tendangan keras dari tengah kotak terlarang.
Usai itu tidak ada gol tercipta lagi hingga laga selesai. (As)

