Brasil meraih kemenangan 2-1 atas Kolombia di laga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL. Neymar mencetak satu gol dan membuat satu assist di laga ini.
Laga yang digelar di Arena da Amazonia, Manaus, Rabu (7/9) pagi WIB kemarin, Brasil bisa memimpin dengan cepat melalui aksi Miranda. Gol Miranda hasil umpan dari Neymar. Kolombia sempat menyamakan kedudukan usai Marquinhos melakukan gol bunuh diri ke dalam gawang timnya sendiri. Namun Tim Samba berhak mendapatkan tiga poin usai Neymar mencetak gol yang memaksimalkan umpan Philippe Coutinho.
Hasil itu bikin Brasil sekarang ini mengumpulkan 15 angka dalam delapan laga yang dilewatinya, hanya takluk banyak dari Uruguay yang memiliki 16 poin. Brasil kini menduduki di peringkat kedua klasemen dengan perolehan poin sama dengan Argentina yang berada di urutan ketiga klasemen.
Kondisi di papan klasemen tersebut masih dapat berubah menyusul kini masih bertanding laga antara Peru melawan Ekuador. Sebelum pertandingan tersebut Ekuador memiliki 13 angka, sementara Peru mengoleksi empat poin.
Kronologi Laga
Laga baru berlangsung dua menit, Brasil telah unggul. Diawali dari tendangan sudut, bola umpan yang dilakukan Neymar sukses disundul Miranda yang dalam posisi bebas untuk merobek gawang Kolombia.
Kala pertandingan menginjak menit ke-33, Paulinho sempat mencetak gol ke gawang Kolombia usai menerima umpan dari Neymar. Namun gol dianulir wasit lantaran Paulinho dianggap mencetak gol dengan tangannya.
Tiga menit kemudian, jala Brasil malah kebobolan. Berawal dari James Rodriguez yang mengirim bola ke depan jala Brasil, Marquinhos yang mencoba menghadang tapi bola malah meluncur ke dalam gawang timnya sendiri. Skor kini berubah menjadi 1-1.
Brasil nyaris kembali unggul di menit-menit akhir babak pertama, andaikan tendangan yang dilepaskan Neymar tidak bisa ditepis oleh penjaga gawang Kolombia, David Ospina. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Kolombia mendapatkan peluang bagus pada menit ke-52 lewat Luis Muriel. Menerima umpan dari James, Muriel melepaskan tembakan tapi masih sedikit melenceng dari gawang.
Brasil gantian menyerang tiga menit berselang. Willian memberikan umpan matang kepada Renato Augusto, namun upayanya bisa diredam oleh Ospina.
Brasil akhirnya bisa kembali unggul menjadi 2-1 atas Kolombia. Tepatnya pada menit ke-74, Philippe Coutinho yang tampil sebagai pemain pengganti memberikan umpan kepada Neymar yang tidak terjaga di tepi kotak terlarang. Tanpa lama, Neymar lantas melepaskan tembakan mendatar yang tidak bisa dihalau oleh Ospina.
Kendati masih banyak sisa waktu, tapi tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Brasil atas Kolombia.
Di laga lainnya, Argentina harus puas dengan satu angka usai bermain imbang 2-2 kala menghadapi Venezuela.
Di laga yang dihelat di Stadion Metropolitano de Merida, Merida, Rabu (7/9) pagi WIB, Venezuela sempat memimpin dua gol terlebih dulu, untungnya Argentina bisa mencetak gol penyama kedudukan. Tim Tango sendiri bermain tanpa diperkuat striker andalannya, Lionel Messi, yang belum pulih dari cedera.
Dari hasil imbang ini, maka Argentina berada di urutan kedua klasemen dengan raihan 15 angka. Sedangkan Venezuela di posisi ke-10 klasemen dengan raihan dua angka.
Venezuela memang taluk dari ball posession, di mana mereka cuma memiliki 31 persen, sisanya dikuasai Argentina, namun mereka bermain agresif. Statistik mencatatkan bahwa Venezuela bisa melepaskan 10 tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang dan dua dari tiga on target itu berujung gol. Sementara Argentina bisa melepaskan 15 tembakan dan hanya enam di antaranya mengarah ke gawang.
Argentina memiliki banyak kans di paruh perdana, namun banyak kans mereka melenceng dari gawang dan ada juga bisa diamankan oleh kiper Venezuela, Daniel Hernandez.
Salah satu kans Argentina, melalui tandukan Lucas Pratto di menit ke-32, tidak bisa menemui sasaran karena bisa diredam oleh Hernandez. Tiga menit berselang, Venezuela justru bisa unggul usai merobek jala Argentina.
Gol itu bisa dikatakan sangat cantik. Juanpi, pencipta gol, sukses mempertahankan si kulit bundar di sisi kiri lawan meski pun dijaga oleh beberapa pemain Argentina. Juanpi langsung melepaskan tendangan kaki kiri dan bola masuk ke dalam gawang Argentina.
Angel di Maria memiliki peluang tak lama usai gol itu. Akan tetapi, sepakan pemain yang kini memperkuat Paris Saint-Germain tersebut masih melayang dari gawang.
Memasuki paruh kedua, Venezuela berhasil menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 di menit ke-53 lewat Josef Martinez. Gol itu berawal upaya Salomon Rondon yang menggiring bola di sisi kiri kemudian melakukan umpan mendatar ke Martinez dan nama pemain terakhir yang disebutkan itu menuntaskannya dengan tendangan kaki kanan.
Namun tak berselang lama atau tepatnya di menit ke-58, Argentina bisa menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-2 dari Venezuela usai Pratto membobol gawang lawan melalui tembakan kaki kanannya dari jarak dekat.
Meski tampil lebih dominasi, Argentina malah kesulitan untuk memperoleh kans usai itu. Ever Banega sempat punya kans bagus, namun sepakannya melebar dari gawang.
Argentina baru bisa mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-83. Diawali dari sepak pojok, bola lantas disambut Nicolas Otamendi untuk merobek gawang lawan dan sekaligus mengubah skor menjadi 2-2.
Hingga peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada perubahan skor lagi. Argentina dan Venezuela sama-sama harus puas dengan tambahan satu angka di laga itu.
Di partai lainnya lagi, Uruguay bermain mendominasi kala melawan Paraguay di laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan untuk menang dengan skor akhir 4-0.
Di laga yang digelar di Estadio Centenario, Montevideo, Rabu (7/9) pagi WIB, Uruguay bermain mendominasi dengan unggul penguasaan bola 54 persen banding 46 persen milik Paraguay. Mengenai jumlah tendangan, Uruguay bisa melepaskan 14 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Paraguay bisa melepaskan sembilan tendangan dan cuma dua yang tepat ke sasaran. Alhasil, Uruguay menang 4-0 berkat gol-gol yang dilesakkan oleh Edinson Cavani (dua gol), Luis Suarez, dan Christian Rodriguez.
Atas kemenangan ini mengantarkan Uruguay berada di puncak klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan koleksi 16 angka dalam delapan laga yang sudah dilewatinya pada musim ini. Sedangkan Paraguay berada di urutan keenam klasemen dengan raihan 12 angka.
Kronologi Laga
Uruguay lantas tampil menyerang di awal menit babak pertama. Uruguay sudah mendapatkan peluang bagus di menit ketujuh, namun tendangan Mathias Corujo masih melenceng dari gawang.
Pada menit ke-16, giliran Cavani yang mencoba peruntungannya usai menerima operan dari Suarez. Tapi sepakan striker Paris Saint-Germain itu bisa dihadang oleh bek Paraguay.
Dua menit berselang, Cavani membuka keunggulannya kala bola jitu dari Suarez dilanjutkan melalui tendangan kaki kanannya yang merobek gawang Paraguay.
Paraguay mencoba menekan namun sundulan Dario Lezcano memasimalkan operan Victor Ayala masih melenceng dari gawang.
Setelah itu keduanya saling tekan menekan sampai menit ke-42, Uruguay menggandakan keunggulan melalui Christian Rodriguez. Diawali dari tendangan sudut Gaston Ramirez, Rodriguez menyundul bola dan tidak dapat dihadang oleh penjaga gawang Paraguay.
Uruguay memperoleh penalti pada masa injury time usai Pablo Aguilar melakukan pelanggaran terhadap Suarez di kotak terlarang. Suarez sendiri yang maju sebagai algojo dan menjalani tugasnya dengan baik serta mengubah skor menjadi 3-0 yang sekaligus bertahan hingga babak pertama selesai.
Di paruh kedua, Uruguay yang unggul tiga gol tidak mengendurkan serangannya. Mereka terus melancarkan serangan ke daerah lawan. Namun belum ada kans bagus tercipta di awal paruh ini.
Cavani kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54 usai memanfaatkan umpan dari Suarez dan sekaligus menambahkan keunggulan Uruguay menjadi 4-0 atas Paraguay.
Paraguay bukannya tak ada peluang, mereka sempat memiliki beberapa kans bagus, tapi upaya para pemainnya gagal memanfaatkan kans itu menjadikan gol.
Sepuluh menit kemudian usai gol keduanya, Cavani hampir mencetak hat-trick jika sepakannya tidak bisa dihalau oleh kiper Paraguay Diego Barreto.
Kali ini giliran Christian Stuani yang memperoleh peluang bagus usai menerima operan dari Arevalo Rios pada menit ke-73. Namun tendangan yang dilakukannya masih dapat dihalau oleh Barreto.
Setelahnya, tidak ada kans bagus lagi tercipta di sisa waktu babak kedua. Hingga usai laga, Uruguay menang dengan skor 4-0 atas Paraguay. (As)

