Brasil mengakhiri laga pemanasan terakhirnya sebelum bertanding di Piala Dunia 2018 dengan kemenangan. Menghadapi Austria, Selecao menang telak tiga gol tanpa balas.
Menghadapi Austria di Ernst-Happel Stadion, Wina, Austria, Minggu (10/6/2018) malam WIB kemarin, Brasil yang tampil sebagai tim tamu tetap bisa mendominasi jalannya laga dan memiliki kans lebih banyak atas tim tuan rumah. Hasilnya juga oke, tim Samba bisa mengakhiri laga ini dengan menang 3-0 berkat gol-gol yang dilesakkan oleh Gabriel Jesus, Neymar dan Philippe Coutinho. Brasil tampil dengan kekuatan terbaiknya yang kemungkinan akan sebagai tim pilarnya di Piala Dunia 2018. Dengan menggunakan formasi 4-3-3, barisan depan mereka ada Willian, Neymar dan Gabriel Jesus. Di barisan tengah, dipasang Paulinho, Coutinho dan Casemiro.
Dalam pertandingan berlangsung ini, Brasil memiliki kans untuk memimpin kala laga baru berjalan delapan menit, kala bola umpan dari Willian disambut Casemiro dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun upaya Casemiro itu hanya mengenai sisi luar jala Austria. Pada menit ke-25, Coutinho mendapatkan kans bagus untuk merobek jala Austria melalui tendangan dari jarak jauh. Tendangan Coutinho sudah tepat ke arah gawang tapi bisa diamankan oleh penjaga gawang Austria, Heinz Lindner. Brasil yang tampil menekan akhirnya bisa memecah kebuntuannya di menit ke-36 lewat gol Gabriel Jesus. Striker yang memperkuat Manchester City itu mengendalikan bola liar di kotak terlarang, lalu dengan santai mengirim bola ke tiang jauh tanpa dapat ditepis oleh Lindner.
Di sisa waktu babak pertama ini, Brasil terus tampil menyerang tapi upaya mereka untuk mencetak gol keduanya masih belum membuahkan hasil. Sementara Austria yang mencoba tampil terbuka untuk mencari gol balasan belum menemui sasaran. Skor tetap 1-0 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, tepatnya di menit ke-63, Brasil menggandakan keunggulannya jadi 2-0 atas Austria. Kali ini giliran Neymar yang mencatatkan namanya di papan skor. Setelah menyambut operan dari Willian, Neymar melego satu pemain Austria di kotak terlarang sebelum mengirim bola ke dalam jala tim tuan rumah. Unggul dua gol, Brasil masih belum puas dan mereka terus bermain menekan pertahanan Austria.
Hasilnya sangat oke, enam menit kemudian setelah gol Neymar, Brasil kembali menjebol jala Austria lewat aksi Coutinho. Coutinho bermain operan satu dua bersama Roberto Firmino lalu berlari ke kotak terlarang Austria. Dalam posisi satu lawan satu dengan Lindner, pemain yang memperkuat Barcelona itu dengan santai mengalahkan sang penjaga gawang. Skor kini berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Brasil atas Austria. Usai ini, tidak ada gol tambahan tercipta lagi di sisa waktu babak kedua ini. Brasil akan memulai perjalanannya di Piala Dunia 2018 dengan melawan Swiss di Grup E pada 17 Juni. Klub arahan Tite itu berikutnya akan berhadapan dengan Kosta Rika, 22 Juni dan menghadapi Serbia pada 27 Juni.
Di samping ini ada tambahan berita lainnya, Portugal dan Spanyol berada di satu grup yang sama di Piala Dunia 2018. Nacho pun ingin bertanding dengan Cristiano Ronaldo di Rusia. Tim Matador berada di Grup B Piala Dunia 2018. Mereka akan bertanding dengan Portugal, Iran dan Maroko untuk bersaing dalam mendapatkan tiket lolos ke babak perdelapan final. La Furia Roja dan Selecao das Quinas tentu merupakan tim yang lebih diunggulkan untuk maju ke babak berikutnya. Mereka telah harus saling menaklukkan di laga perdana pada 15 Juni nanti. Pertandingan Portugal kontra Spanyol akan di gelar di di Fisht Olympic Stadium, Sochi.
Nacho adalah salah satu opsi di barisan belakang Spanyol. Di Real Madrid, dia dipasang sebagai pos bek tengah dan fullback. Salah satu contoh Nacho pernah mengisi posisi bek winger terjadi kala final Liga Champions kontra Liverpool. Dia mengisi posisi Carvajal di paruh perdana untuk membantu Los Blancos menang 3-1 atas Liverpool. Bek kanan timnas Spanyol, Carvajal, masih mendapatkan masalah cedera hamstring jelang Piala Dunia 2018. Spanyol punya beberapa opsi lain termasuk pemain belia Alvaro Odriozola untuk menempati posisi tersebut. Nacho siap diturunkan di posisi manapun di barisan belakang agar dapat berduel dengan Cristiano Ronaldo, temannya di Madrid, kala Spanyol menghadapi Portugal.
“Saya tentu ingin tampil memperkuat Spanyol kala berjumpa dengan Portugal. Alasannya adalah saya ingin berduel dengan Cristiano Ronaldo, yang mana merupakan teman setimku di Real Madrid. Ini tentu akan menarik sekali dan saya ingin menahan serangannya. Saya tentu sudah tahu dengan skill dan kemampuan bermainnya. Jadi saya berharap akan diturunkan oleh pelatih di laga tersebut. Saya sudah siap dimainkan di posisi mana pun, di posisi bek tengah maupun di posisi bek sayap. Saya siap untuk segala hal dan saya sudah pernah tampil di pertandingan besar. Jadi tidak ada keraguan lagi bermain di turnamen Piala Dunia 2018,” ungkap Nacho.
“Ini saatnya membantu negaraku mencapai target dan meraih kesuksesan. Saya siap memberikan yang terbaik seperti yang sudah saya lakukan di klubku, Madrid. Saya tau Spanyol memiliki banyak pemain tangguh dan berpengalaman. Tapi saya bisa buktikan bahwa saya adalah seorang bek tangguh yang siap meredam siapapun. Saya bisa buktikan itu jika dijadikan starter. Saya juga ingin sekali tampil dan menunjukkan performaku. Ini tentu sebuah kebanggaan untuk semua pemain yang akan tampil di atas lapangan hijau. Siapa yang akan tampil pasti akan bangga dan memperlihatkan kekuatan terbaiknya,”tambah Nacho.
Di sisi lain masih ada berita lainnya lagi, Giorgio Chiellini saat ini menuju musim perdananya sebagai kapten anyar Juventus. Chiellini menyatakan, memenangi Liga Champions bukan target utama Bianconeri di musim 2018/2019. Chiellini mendapatkan posisi sebagai kapten tim usai kapten sebelumnya, Gianluigi Buffon, memutuskan untuk pergi pada akhir musim 2017/2018. Si Nyonya Tua belum bisa menambah gelar kompetisi Eropa paling elite sejak pamungkas juara di 1985 dan 1996. Prestasi terbagus Juventus akhir-akhir ini adalah mencapai final di tahun 2015 dan tahun 2017, namun dua kali pula gagal setelah kalah dari Barcelona dan Real Madrid. Kendati begitu, Juventus telah sangat berhasil di level domestik. Si Nyonya Tua berhasil meraih Scudetto ketujuh secara beruntun, atau dobel trofi dengan gelar Coppa Italia yang keempat beruntun. (As)

