Ukraina meraih kemenangan tipis 1-0 atas Wales berkat gol tunggal Andriy Yarmolenko di laga ujicoba yang berlangsung di Stadion Olimpiyskyi, Kiev.
Di pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Olimpiyskyi, Kiev, Selasa dinihari tadi, Wales memang tampil lebih dominasi jalannya laga, tapi Ukraina punya kans lebih banyak.
Torehan statistik laga membuktikan bahwa Wales dominasi ball posession sampai 54 persen. Selain itu, tim arahan Chris Coleman itu juga melepaskan lebih banyak tembakan dalam menciptakan gol, di mana mereka bisa melepaskan 10 tendangan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.
Sedangkan Ukraina cuma bisa melepaskan tiga tendangan dengan satu di antaranya yang mengarah ke gawang. Akan tetapi, di sepanjang pertandingan ini, cuma ada tercipta sebuah gol dan gol itu dilesakkan oleh pemain Ukraina, Yarmolenko di menit ke-28.
Gol berawal dari sebuah sepakan bebas usai pelanggaran yang dilakukan pemain Wales, Jonathan Williams, kepada Viktor Kovalenko.
Dari sepakan bebas itu, Ruslan Rotan dengan cerdik melepaskan tendangan ke arah gawang, yang lalu disambut oleh Yarmolenko. Berikutnya, Yarmolenko menerima si kulit bundar dengan tendangan kaki kanan yang tidak bisa ditepis oleh kiper Wales.
Meski unggul ball posession, Wales jarang membuat kans bagus di sepanjang paruh perdana. Usai terpaut, mereka baru dapat memiliki peluang lewat sepakan Tom Lawrence pada menit ke-39, tapi tembakannya masih melenceng dari arah gawang.
Memasuki paruh kedua, Wales memperoleh peluang lebih banyak. Akan tetapi, upaya mereka gagal lantaran penampilan bagus penjaga gawang Ukraina, Andriy Pyatov, bikin mereka sulit menciptakan gol.
Pyatov sendiri bikin 4 penyelamatan di sepanjang laga ini. Ini berarti semua on shoat goal Wales sukses dihadang.
Hasil positif didapatkan dari Wales merupakan kemenangan ketiga Ukraina di tiga pertandingan ujicoba pamungkas mereka. Sebelumnya tim arahan Mykhaylo Fomenko itu menang tipis 1-0 atas Siprus.
Ukraina punya jadwal menjalani tiga pertandingan persahabatan sebelum turun bertanding di EURO 2016. Sedangkan Wales ini merupakan kekalahan ketiganya dari lima pertandingan ujicoba pamungkas. Mereka belum pernah memetik kemenangan sejak pamungkas sukses mengalahkan Andorra dengan skor akhir 2-0 di pertandingan pamungkas kualifikasi EURO 2016, Oktober 2015.
Di laga lainnya, Timnas Irlandia Utara meraih kemenangan di pertandingan ujicoba kontra Slovenia. Mereka mengakhiri pertandingan dengan menang tipis 1-0 melalui aksi Conor Washington.
Di laga yang dihelat di Belfast, Selasa (29/3) dinihari WIB tadi, Irlandia Utara tidak bisa mendominasi. Mereka takluk jumlah kans dan ball posession.
Statistik menorehkan bahwa Irlandia Utara hanya memiliki 35 persen penguasaan bola, tiga kali melepaskan dengan dua di antaranya mengarah ke gawang.
Sedangkan Slovenia dapat melepaskan sembilan tendangan dengan tiga di antaranya tepat ke sasaran.
Kans perdana Slovenia tercipta pada menit kedua. Namun sayangnya, tendangan yang dilepaskan Nejc Skubic masih melayang.
Josip Ilicic tidak ingin ketinggalan untuk menorehkan percobaan untuk Slovenia. Namun bola hasil tembakan yang dilakukannya dapat dijinakkan oleh kiper Jan Oblak.
Pada menit ke-29, penjaga gawang Irlandia, Roy Carroll, berhasil menyelamatkan gawangnya. Dia sukses menghalau tembakan dari Washington.
Irlandia yang tampil tertekan malah sukses menciptakan gol. Washington yang sebagai pahlawan kemenangan. Dia memperoleh operan, kemudian dapat melego beberapa pemain kemudian mengalahkan Oblak.
Memasuki paruh kedua, Slovenia tidak mampu memaksimalkan kans bagus untuk mencetak gol penyama angka melalui sebuah penalti. Namun sayangnya, sepakan Millvoje Novakoci masih dapat dihalau oleh Caroll.
Di sisa waktu babak kedua, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Kedudukan 1-0 untuk Irlandia Utara bertahan hingga pertandingan selesai.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya.
Jarak 11 angka dengan laga tersisa delapan lagi tentu bukan tugas gampang, namun juga bukan tak bisa. Mesut Oezil yakin Arsenal masih dapat memenangi gelar Liga Primer Inggris musim ini.
The Gunners berada di urutan ketiga klasemen sementara Liga Primer Inggris sekarang ini, mereka tertinggal 11 angka dari Leicester City yang berada di puncak klasemen. Selisih poin itu dapat kian tipis lantaran klub London Utara itu masih memiliki satu laga lebih banyak.
Namun penampilan Arsenal akhir-akhir ini juga jauh dari keyakinan lantaran hanya menang sekali di empat pertandingan Liga Primer Inggris pamungkas. kondisi itu tak memungkinkan Oezil jika trofi juara Liga masih memiliki kans diperoleh timnya.
“Saya tak memikirkan bahwa ini merupakan situasi mustahil. Kendati jumlah laga sisa sedikit, Leicester City akan melakoni laga melawan klub-klub raksasa ke depannya. Kami tidak dapat kembali tergelincir. Keinginan merengkuh trofi masih ada, kami punya skuad untuk merengkuh trofi tersebut,” ungkap Oezil
Dalam tujuh pertandingan yang masih akan dilakoni Leicester, tiga minggu pamungkas merupakan yang paling memberatkan. Secara beruntun Leicester akan bertandang ke markas Manchester United, melawan Everton dan kontra Chelsea di Stamford Bridge pada minggu pamungkas.
Laju Arsenal bukannya lebih gampang. Menghadang mereka melangkah akhir kompetisi merupakan West Ham United di giornada ke-33, melawan Manchester City di giornada ke37. Oezil menyatakan Arsenal dapat kembali untuk menduduki posisi pertama jika melihat semangat bermain yang dimiliki Leicester.
“Leicester pantas menduduki di sana. Leicester bermain untuk mendapatkan setiap angka. Kami lihat di setiap laga pemain Leicester tampil seperti ingin mendapatkan sesutu. Sedangkan kami kurang konsentrasi di laga-laga kami dan ini jelas sulit mendapatkan trofi di Liga Primer Inggris, lantaran tak ada lawan yang dapat ditaklukkan dengan gamang,” kata pemain yang telah membuat 19 assist tersebut. (As)

