Juan Manuel Iturbe gagal menampilkan performa terbaiknya di AS Roma pada musim silam. Dia pun bertekad tampil bagus di musim depan.
Juan Manuel Iturbe sebagai perekrutan termahal yang didatangkan AS Roma pada musim panas silam. Usai bermain bagus ketika memperkuat Hellas Verona, pemain internasional Argentina tersebut lalu didatangkan Giallorossi dengan harga transfer senilai 22 juta euro.
Akan tetapi, Iturbe malah gagal melanjutkan performa terbaiknya ketika berseragam klub Serigala itu di musim lalu. Striker berumur 22 tahun ini juga sempat dilanda cedera yang bikin dirinya absen dalam jangka waktu cukup lama dan sehingga membuat penampilannya juga menurun.
Pada musim lalu, Iturbe tercatat hanya menciptakan empat gol untuk I Lupi di seluruh ajang yang dijalaninya. Dengan cuma segitu saja, kritikan pun lantas datang untuk eks pemain River Plate tersebut. penampilannya dianggap tidak sepadan dengan harga transfernya.
Namun Iturbe yang kini sudah merasa dalam kondisi sangat bagus dan baik menegaskan bahwa dirinya siap membayar semua kondisi dan juga sekaligus menjawab kritikan tersebut pada musim baru nanti.
“Musim lalu, saya gagal menunjukkan performa terbaik. Itu karena cedera yang sempat menggangguku dan membuat permainanku jadi menurun. Tapi itu tak bisa menjadi alasan dan saya tahu itu. Namun saya seorang pemain yang tak akan pasrah dan saya akan menuntaskan semuanya itu di musim depan,” ungkap Iturbe di situs resmi AS Roma.
“Setiap pemain gagal bersinar atau menampilkan performa terbaik, maka akan ada kritikan datang. itu sudah pasti dan tidak bisa dijadikan alasan lagi. Tapi saya tidak akan terjerumusnya dan saya akan menjawabnya dengan bermain bagus di atas lapangan hijau,” lanjutnya.
“Saya masih muda dan saya sangat yakin masa depanku sangat cerah bermain di sini. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Mungkin banyak orang mengatakan bahwa usia masih muda, maka pengalaman bermain sedikit. Itu wajar saja, tapi itu juga tidak untuk semua pemain muda. Dan saya akan menunjukkan diriku seperti ketika bermain di Hellas Verona.’
Selain itu, ada kabar tambahan mengenai skuad AS Roma.
Penjaga gawang AS Roma Morgan de Sanctis menyebut bahwa saatnya Giallorossi untuk menjadi juara Serie A. Gelar akan sebagai pembuktian kalau tim Serigala itu sudah mengalami kemajuan setelah dua musim finis di posisi kedua klasemen akhir Liga Italia.
kembali dilaporkan, I Lupi musim silam kembali finis sebagai runner-up dan gagal menggusur Juventus yang menjadi juara Serie A. Mereka terpaut 17 poin dari sang juara, dimana total poin ini tak beda jauh dengan musim sebelumnya.
Dua musim dilewati dengan finis sebagai posisi kedua, Roma pun berambisi ke level yang lebih tinggi. Hingga kini gelar Serie A masih sebagai incaran utama, tapi De Sanctis merasa seharusnya timnya dapat merengkuh trofi juara Scudetto musim ini. Klub Serigala itu terakhir kali meraih gelar di tahun 2008 silam, ketika itu meraih gelar juara Coppa Italia.
“Prioritas utama kami di musim depan adalah ingin bermain bagus dan meraih hasil sempurna. Jika bisa mendapatkannya, maka kami sudah pasti bisa meraih gelar juara Serie A musim depan,” ujar De Sanctis.
“kami telah dua kali finis sebagai runner-up di dua musim pamungkas. Setiap orang tentunya ingin maju dan menjadi lebih baik. Untuk itu, target terbesar musim depan adalah finis di puncak klasemen,’ lanjutnya.
Roma sendiri sudah mengawali latihan menjelang tur pramusim di Pinzolo pada kemarin pagi. De Sanctis menyatakan bahwa timnya sedang mempersiapkan diri.
“Kehadiran kami di Pinzolo telah menampakkan tekad besar dan didukung penuh dari para fans. Maka itu kami pun ingin membuktikan bahwa kami bisa mencapai target di musim yang akan datang,” kata De Sanctis lagi.
“Sekarang ini petinggi klub kami telah mengirim tim panduan untuk pergi memantau sejumlah pemain setelah sudah memboyong beberapa pemain ke Olimpico. Dengan kehadiran para pemain baru diharapkan bisa membantu tim mencapai target dan bisa melakukan yang terbaik di sini,” kata kiper berumur 38 tahun ini. (As)

