Timnas Spanyol meraih tiket lolos langsung ke EURO 2016. Hasil ini didapatkan usai La Furia Roja menang telak 4-0 atas Luksemburg.
Menghadapi Luksemburg di Las Gaunas, Logrono, Sabtu (10/10) dinihari WIB tadi, tim nasional Spanyol bermain sangat mendominasi di jalannya laga. Mereka terus menekan pertahanan lawan dan memiliki sejumlah kans bagus.
Namun Spanyol hanya dapat menciptakan satu gol di paruh perdana dan gol itu baru tercipta pada menit ke-42 melalui aksi Santi Cazorla.
Spanyol sukses menciptakan tiga gol lagi di paruh kedua. Paco Alcacer mencetak dua gol dan satu gol lainnya dibuat oleh Cazorla lagi.
Dengan tambahan tiga poin ini yang membuat Spanyol meraih satu tiket lolos langsung ke EURO 2016 dan sudah dipastikan finis menjadi juara grup C. Saat ini tim besutan Vicente del Bosque itu berada di puncak klasemen dengan raihan 24 angka dan unggul lima angka dari Slovakia dan Ukraina yang ada di peringkat kedua dan ketiga klasemen. Sementara laga kualifikasi sisa satu pertandingan lagi, maka posisi Spanyol sudah dipastikan aman dan tidak dapat tergeser lagi.
Kronologi Laga
Spanyol yang tampil dominasi memperoleh peluang perdananya ketika laga baru berjalan tiga menit. Alvaro Morata melepaskan tendangan tepat ke sasaran, namun bola hasil tembakan striker yang kini memperkuat Juventus itu bisa diamankan oleh penjaga gawang Luksemburg, Jonathan Joubert.
Santi Cazorla nyaris membawa Spanyol unggul di menit ke-22, andaikan tendangan yang dilepaskannya tak mampu ditepis oleh Joubert.
Tidak lama kemudian, Spanyol kembali mengancam. Lagi lewat aksi Morata. Namun tidak membuahkan hasil lantaran tembakannya masih melenceng.
Kali ini kans didapatkan oleh Pedro Rodriguez di menit ke-24. Namun tendangannya dari jarak jauh masih dapat dihalau Joubert.
Luksemburg yang tertekan terus sempat mendapatkan kans lewat sebuah serangan balik di menit ke-39. Tapi tendangan Stefano Bensi masih melayang.
Spanyol yang terus menekan baru bisa membuka keunggulannya di menit ke-42 lewat aksi Cazorla. Cazorla merobek gawang Joubert usai memaksimalkan bola muntah hasil tendangan Pedro yang masih sempat dihadang oleh kiper lawannya itu.
Skor 1-0 untuk keunggulan Spanyol yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, tepatnya di menit ke-67, Spanyol menambahkan keunggulannya jadi 2-0 atas Luksemburg. Operan jitu Cesc Fabregas sukses diterima Alcacer untuk merobek jala Joubert.
Tidak lama kemudian, Fabregas nyaris menambahkan keunggulan Spanyol menjadi 3-0 andaikan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tidak mampu ditepis Joubert.
Alcacer mendapatkan peluang bagus di menit ke-75 yang bisa membuahkan hasil. Tapi sepakan yang dilakukannya masih melayang.
Alcacer benar-benar mencetak gol lima menit berselang. Kali ini menerima operan dari Jordi Alba, Alcacer berhasil melepaskan tendangan yang tidak mampu ditepis oleh Joubert dan sekaligus mengubah skor menjadi 3-0.
Cazorla kembali mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-85 dan sekaligus menambahkan keunggulan Spanyol menjadi 4-0 atas Luksemburg.
Di sisa waktu, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 4-0 untuk kemenangan Spanyol atas Luksemburg.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Fiorentina
Fiorentina memulai musim ini dengan sangat oke dan kini sedang berada di puncak klasemen Liga Italia. Namun mereka tidak ingin membicarakan soal kans merengkuh gelar juara.
Di bawah besutan manajer anyar Paulo Sousa, Fiorentina memetik kemenangan sebanyak enam kali dan cuma satu kali kalah dari tujuh laga awal di Serie A. Mereka juga sudah mengoleksi 14 gol dan hanya kemasukan empat gol.
Dengan hasil-hasil itu yang membawa Fiorentina saat ini berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 18 angka dari tujuh laganya dan unggul dua angka dari Inter Milan yang ada di posisi kedua klasemen.
Dari sejarah Liga Italia, kondisi kini telah lama tak tercapai. Pamungkasnya, Fiorentina berada di puncak klasemen pada tahun 1998/1999. Fiorentina sebelumnya juga tak pernah menang sebanyak enam kali dari tujuh pertandingan awal di Liga Italia.
Kendati Fiorentina sedang lewat tren bagus, Direktur Olahraga Fiorentina, Daniele Prade, tidak ingin membahas mengenai kans juara.
“Soal Scudetto, masih panjang. Kami tidak ingin membahasnya, yang ingin kami bahas adalah bagaimana cara mempertahankan posisi kami di papan klasemen Serie A hingga musim ini selesai,” terang Prade. (As)

