Sevilla memetik kemenangan besar 4-0 atas Celta Vigo di laga leg pertama babak empat besar Copa del Rey yang berlangsung di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.
Dalam laga yang digelar di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Jumat (5/2/2016) dinihari WIB tadi, baik Sevilla maupun Celta Vigo sama-sama bermain cukup oke. Bahkan Celta memimpin tipis soal ball posession 54 persen berbanding 46 persen milik Sevilla.
Meski begitu, Sevilla bisa memanfaatkan kans yang didapatkannya menjadikan gol. Sedangkan Celta gagal memaksimalkan kans diperolehnya untuk membuahkan hasil. Statistik mencatatkan bahwa Sevilla memiliki 17 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu Celta hanya melepaskan 10 tendangan dan cuma tiga yang mengarah ke gawang.
Striker Sevilla Kevin Gameiro bermain bagus. Dia menciptakan dua gol di pertandingan ini dan setidaknya punya empat on shoat goal di laga ini. Kendati demikian, Gameiro sempat gagal mengeksekusi sebuah penalti. Di menit ke-28, wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah setelah Vitolo dilanggar jatuh Sergi Gomez di kotak penalti. Yang sebagai algojo, malah gagal menjalani tugasnya dengan bagus. Tembakan kaki kanan yang dilepaskannya bisa dibaca oleh penjaga gawang Celta Vigo, Ruben Blanco.
Usai memperoleh sejumlah kans di paruh perdana, baru di menit ke-45, Sevilla memecah kebuntuannya. Gol diawali dari sepakan sudut yang dilakukan Ever Banega, kemudian disambut Adil Rami dengan sundulan untuk merobek gawang Celta. Kedudukan 1-0 untuk Sevilla bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, tepatnya di menit ke-59, Sevilla bisa menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 atas Celta lewat sebuah countter-attack yang sangat cepat. Berawal pemain tengah Sevilla, Michael Krohn-Dehli, memberikan operan lambung yang diterima Gameiro. Gameiro sempat melewati pemain lawan lalu melepaskan tendangan kaki kanan tanpa bisa ditepis oleh Blanco. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Hanya berselang tiga menit saja, Gameiro kembali menciptakan gol keduanya di laga ini dan sekaligus mengantarkan Sevilla memimpin 3-0. Gameiro meneruskan umpan panjang dari Banega berhasil menjebol gawang Blanco dengan tembakan mendatar.
Celta yang tertinggal tiga gol bukannya pasrah begitu saja. Mereka juga sempat memiliki beberapa kans yang bisa memperkecil ketertinggalannya dari Sevilla. Namun sayang sekali, upaya para pemainnya gagal memanfaatkan kans yang ada menjadikan gol.
Sevilla justru bisa mencetak satu gol tambahan lagi kala laga menginjak menit ke-87. Melalui counter attack lagi, operan jitu Vitolo berhasil disambut Krohn-Dehli, yang tengah berlari dan dengan dingin dia menaklukkan Blanco lewat tembakan.
Usai itu tak ada gol tambahan tercipta lagi hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan. Skor berakhir 4-0 untuk kemenangan Sevilla atas Celta. Dengan hasil akhir ini, maka laju Sevilla untuk lolos ke final akan sebagai tugas ringan. Di laga leg kedua babak empat besar akan dilangsungkan di markas Celta, Stadion Balaidos, 11 Februari 2016.
Di bawah ini beralih ke berita Italia.
Paul Dybala sekarang ini telah sebagai salah satu pemain bintang Juventus. Akan tetapi, pada masa silam, Dybala nyaris gabung ke AC Milan. Hal ini jika CEO Rossoneri, Adriano Galliani, tak membuang waktu.
Dybala direkrut Juventus dari palermo di musim panas tahun silam dengan nilai transfer sekitar 30 juta euro. Awalnya bersama Bianconeri, Dybala memang gagal bersinar. Manajer Si Nyonya Tua, Massimiliano Allegri, juga tak lantas menurunkannya di setiap pertandingan. Akan tetapi, perlahan tapi pasti, Dybala berhasil menampilkan performa terbaiknya dan dikagumi banyak orang dengan gaya permainan di atas lapangan hijau.
Saat ini Dybala telah tampil sebanyak 22 pertandingan yang dilewatinya di ajang Liga Italia dengan Juventus. Dia berhasil mencetak 12 gol dan membuat delapan assist. Tak cuma itu saja, media-media lainnya melaporkan kalau Dybala telah menciptakan 53 kans dan kans paling banyak dari para pemain Juventus lainnya.
Bayangkan andai saja Rossoneri berhasil mendatangkan Dybala. Beberapa waktu lalu saja, pemilik Palermo, Maurizio Zamparini, menyatakan bahwa dia hampir melepas Dybala ke Milan. Akan tetapi, kedua belah pihak tak mencapai kesepakatan.
Zamparini menyebut cerita itu usai berhembus berita kalau Milan membidik pemain tengah Palermo, Franco Vazquez. Pemain tengah berumur 26 tahun ini bermain 22 laga dengan Palermo di musim ini dan telah menciptakan dua gol serta membuat enam assist. Dia juga tercatat paling banyak bikin kans dengan 42 torehannya di ajang Liga Italia.
Akan tetapi, Milan terlihat tidak jelas mengenai transfer Dybala di musim panas tahun lalu, Zamparini menyebut akan lebih berat untuk menjual pemainnya ke I Diavolo Rosso.
“Kami bisa saja menjual Franco Vazquez ke AC Milan di bursa transfer musim dingin ini, jika Galliani tak main-main saja. Karena kami telah pernah merasakan hal itu ketika mereka ingin mendapatkan pemain kami, Paul Dybala,” ungkap Zamparini.
“Jika dia tidak main-main waktu itu, mungkin Dybala sudah menjadi pemain Milan dan membantu timnya meraih kesuksesan, seperti yang sudah dilakukan Dybala ke Juventus. Soal Vazquez, kami mungkin tidak akan melepas dengan harga murah, karena kami tahu banyak klub yang juga tertarik dengan dia,” lanjutnya.
“Kami akan menunggu dan melihat siapa yang berani memberikan tawaran tertinggi untuk transfer Vazquez. Tapi kami mungkin baru akan melepasnya di musim panas mendatang, karena saat ini kami masih membutuhkan dia,” tandasnya.
Di sisi lain, ada kabar menarik dari kubu Inter Milan.
Adem Ljajic kini masih status pinjaman dari AS Roma ke Inter Milan. Dia pun berharap dapat dipermanenkan Nerazzurri lantaran betah dengan kondisinya sekarang ini.
Ljajic dilepas Roma ke Inter Milan dengan status pinjaman hingga akhir musim ini selesai dengan membayar 1,75 juta euro. Dia memiliki kans untuk tidak kembali ke Roma jika pihak La Beneamata siap mengeluarkan dana sekitar 11 juta euro untuk mempertahankan sang pemain secara permanen usai musim ini selesai.
Andai dapat memilih, maka pemain berumur 24 tahun ini ingin tetap menjadi pemain Inter Milan. Ljajic mengaku betah dan bahagia bermain di klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza. Pemain internasional Serbia itu bermain 20 kali di Serie A dan ajang Coppa Italia musim ini dengan mencetak tiga gol serta membuat tiga assist. (As)

