Sevilla memiliki modal baik untuk terus lolos ke ajang Copa del Rey musim ini. Di laga leg perdana delapan besar, Sevilla sukses mengalahkan Mirandes 2-0.
Dalam laga yang dilangsungkan di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Jumat (22/1/2016) dinihari WIB, Sevilla bermain dominasi di jalannya laga ini dan menciptakan sejumlah kans yang tentunya lebih banyak daripada Mirandes. Statistik menunjukkan bahwa tim tuan rumah bisa melepaskan 18 tendangan dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Mirandes yang tampil di Segunda Division hanya bisa melepaskan lima tembakan dan cuma satu yang tepat sasaran.
Hasilnya, Sevilla sudah unggul kala pertandingan baru berjalan 20 menit usai Steven N’Zonzi merobek jala Mirandes lewat tembakannya dari dalam kotak.
Mirandes hampir mencetak gol balasan di menit ke-28. Carnicer menggiring si kulit bundar ke dalam kotak terlarang lawan dan lalu mengoper ke Sangalli. Namun sayang sekali, sepakan yang dilepaskannya masih membentur tiang gawang.
Pada masa injury time paruh perdana, Kevin Gameiro nyaris menggandakan keunggulan Sevilla menjadi 2-0. Dalam posisi satu lawan satu dengan kiper Mirandes Raul, namun tembakan yang dilakukannya dapat diamankan kiper lawan.
Skor tersebut bertahan hingga babak pertama selesai. Memasuki babak kedua, Sevilla kembali mendominasi jalannya laga dan mengurung pertahanan tim tamu. Jose Antonio Reyes mendapatkan peluang bagus di menit ke-69. Tapi sepakan yang dilepaskannya dari jarak dekat masih dapat dihadang oleh Raul.
Kali ini giliran Daniel Carrico yang mencoba peruntungannya di menit ke-76. Tapi sundulannya dapat ditangkap oleh Raul. Tak lama kemudian, Raul kembali mengamankan gawang dari ancaman lawan, di mana kali ini dia berhasil menghalau upaya Michael Krohn-dehli.
Sevilla baru dapat menciptakan gol kedua di masa injury time babak kedua. Kali ini giliran Vitolo yang membobol gawang Raul usai memanfaatkan bola yang sempat disambar Krohn-Dehli.
Tak lama usai gol kedua Sevilla, wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor berakhir 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah atas Mirandes. Dari hasil akhir ini, maka Sevilla punya kans untuk melangkah ke babak selanjutnya. Di laga leg kedua yang akan dilangsungkan pada pekan depan, gantian Sevilla akan melawat ke kandang Mirandes.
Di laga lainnya, Valencia yang tampil sangat mendominasi namun gagal meraih kemenangan ketika menghadapi Las Palmas di laga leg perdana babak delapan besar Copa del Rey. Kala 90 menit pertandingan selesai, Los Che bermain seri 1-1.
Di pertandingan yang dilangsungkan di Mestalla Stadium, Jumat (22/1/2016) dinihari WIB tadi, Valencia tampil dengan para pemain intinya. Mereka menggandalkan Matt Ryan sebagai kiper utama di laga ini. Di barisan belakang, diisi Antonio Barragan, Shokhdran Mustafi dan Jose Gaya. Sementara di barisan tengah, dipasang Pablo Piatti untuk membantu serangan Daniel Parejo, Rodrigo Moreno dan Paco Alcacer.
Statistik menunjukkan bahwa Valencia bermain sangat mendominasi dengan memiliki 11 tembakan tapi cuma tiga di antaranya yang tepat sasaran. Sedangkan Las Palmas hanya bisa melepaskan dua tendangan dan hanya satu yang mengarah ke gawang.
Kendati Bermain tertekan oleh tim tuan rumah, Las Palmas bisa memimpin terlebih dulu di menit ke-38 melalui gol bunuh diri yang dilakukan Wilfried Zahibo. Nama terakhir yang disebutkan itu mencoba menghadang bola tendangan sudut Las Palmas justru meluncur ke dalam timnya sendiri. Skor 1-0 untuk keunggulan Las Palmas bertahan hingga babak pertama selesai.
Memasuki paruh kedua, Valencia yang tertinggal satu gol langsung tampil menyerang dan meningkatkan serangannya. Mereka terus menekan pertahanan tim tamu. Hasilnya sangat positif, tepatnya pada menit ke-67, mereka bisa mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 melalui aksi Alcacer. Diawali dari umpan Piatti kepada Parejo. Parejo lantas memberikan operan ke Alcacer yang melepaskan tembakan kaki kanan dari jarak jauh untuk merobek gawang Las Palmas.
Setelah gol balasan, Valencia kembali menekan dan lebih nafsu lagi untuk mencari gol keduanya. Tapi di sisa waktu babak kedua, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 1-1 untuk kedua tim.
Ini ikut mengakhiri catatan tiga kali menang secara berturut-turut di bawah asuhan Gary Neville di ajang Copa del Rey. Las Palmas gantian menghadapi Valencia di laga leg kedua pada pekan depan dan laga ini akan menentukan siapa yang berhak lolos ke babak semifinal.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Real Madrid.
Penjaga gawang Real Madrid Keylor Navas menyebut penampilan timnya di bawah asuhan Rafael Benitez memang tak begitu bagus. Kini Los Blancos yang ditangani Zinedine Zidane disebut Navas lebih tangguh.
Zidane mengisi posisi Benitez menjadi manajer El Real pada awal tahun ini usai Madrid ditahan Valencia 2-2 di ajang Liga Spanyol. Kegagalan Madrid memetik hasil baik kontra para rivalnya lantas sebagai faktor pemecatan yang dilakukan kubu Real Madrid kepada Benitez.
Sekarang ini di bawah arahan Zidane, Madrid bermain mengesankan. Dari dua laga pamungkas, Madrid meraih kemenangan secara berturut-turut dengan mencetak 10 gol dan cuma kemasukan satu gol.
“Setiap pelatih wajib memberikan yang terbaik kepada klub dan melatih para pemain dengan penuh kesabaran dan memberikan kepercayaan diri untuk tim,” ujar Navas di situs resmi klub.
“Kami akui sempat tampil kurang bagus dan bisa dikatakan tidak konsistensi. Kami sekarang ini lebih bagus di bawah asuhan Zinedine Zidane. Kami kini ingin lebih menyatu dan tetap bersama untuk menghadapi sisa musim ini,” tambahnya.
Di papan klasemen sementara La Liga Spanyol musim ini, Madrid masih terpaut dari Barcelona dan Atletico madrid. Madrid mengumpulkan 43 angka dan tertinggal empat angka dari Atletico yang berada di puncak klasemen dan tertinggal dua poin dari Barcelona yang berada di posisi kedua klasemen, yang masih memiliki satu pertandingan belum dilakoni.
Kendati demikian, Navas yakin Madrid dapat mengejar atau memperebuti posisi puncak klasemen. “Kami sangat yakin bisa mendapatkan apa yang kami inginkan di musim ini. Kami sekarang ini juga tengah berlatih keras dan pelatih sudah membangkitkan kepercayaan diri tim lagi dan kami ingin membuktikan bahwa kami bisa menjadi nomor 1 di dunia,” kata penjaga gawang asal Kosta Rika tersebut. (As)

