Judi Bola Asia – Luis Suarez disebut oleh Jamie Carragher jauh lebih dikenal sebagai tukang gigit daripada dikenal sebagai striker dengan torehan gol terbanyak di Liga Inggris.
Penyerang dari timnas Uruguay bernama Luis Surez saat ini tengah menjadi sorotan di ajang Piala Dunia 2014. Usai sempat menjadi dalang dari kebangkitan negaranya, saat ini ia dapat digadang jauh lebih terkenal dengan sebutan tukang gigit.
Usai sebelum bermain di Brasil, Suarez sanggup untuk menunjukkan dirinya sebagai penyerang yang tajam. Torehkan sebanyak 31 gol dengan Si Merah dalam 33 pertandinagn di ajang Liga Primer Inggris sanggup untuk mendudukannya sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Inggris.
Tak hanya itu saja, permainan ciamik dimana diperlihatkan oleh Luis tersebut sanggup membawanya meraih sejumlah penghargaan sebagai pemain terbaik di ajang Liga Inggris ala Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris.
Torehan ciamik tersebut bakal menjadi tanda dari naiknya kebangkitan dari Luis atas sejumlah kasus dimana mendekapnya. Dia juga pernah memiliki masalah sebab membuat sejumlah aksi yang berbau rasis kepada Patrice Evra. Kala itu, sang pemain pun memperoleh sanksi sebanyak delapan kali larangan berlaga dan juga didenda 40 ribu pounds.
Usai musim tersebut, Luis kembali melakukan hal yang berbau kontroversial dimana kala membawa The Reds berjumpa dengn The Blues pada tanggal 21 april 2013 lalu, dia merasa stres atas penjagaan yang dilakukan oleh Branislav Ivanovic. Ia kemudia menggigit lengan pemain lini belakang Si Biru tersebut.
Alhasil, ia mesti diskors sebanyak sepuluh laga dimana menjadikannya juga mesti melewarkan sejumlah pertandingan pada musim lalu. Judi Bola Asia.
Namun, Suarez sanggup menjawab sejumlah dukungan dari pendukung klub dnegan baik. Dia tampil bagus sampai membawa Si merah masuk ke Liga Chmpions usai empat musim absen.
Sejumlah keinginan tingi pun langsung ditujukan kepada Luis saat Uruguay akan bermain di ajang Piala Dunia ini. Bergabung dalam grup maut dengan Kosta Rika, Inggris dan juga Italia, tenaga penyerang berumur 27 tahun tersebut sangat dperlukan untuk dapat melangkah ke paruh 16 besar.
Namun, satu cedera bagian lutut menggangu Luis dalam satu bulan menjelang dilangsungnya Piala Dunia. Cedera tersebut membuat Suarez harus absen dalam pertandingan pertama kala menghadapi Kosta Rika sampai skuat didikan Oscar Tabarez menelan kekalahan dari lawannya. Judi Bola Asia.
Kala Uruguay tengah menghadapi timnas arahan Roy Hodgson dimana telah bugar langsung memimpin bangkitnya skuat tersebut,Dalam pertandingan tersebut, dia sukses menorehkan dua hasil positif Uruguay atas The Three Lions.
Atas hasil tersebut, tim yang diperkuatnya pun mesti menjalani pertandingan penentuan dengan melawan Italia. Di laga inilah, pertandingan untuk Luis pun harus terhenti.
Meskipun Uruguay sendiri meetik kemenangan dan lolos dari babak grup namuan striker andalah mereka balik melakukan ulah dengan mengigit bahu pemain lawannya, yakni Chiellini. Atas kejadian tersebut, ia pun memperoleh hukuman dari pihak FIFA.
Tidak bisa bermain dalam sembilan pertandingan resmi Internasional, masih ada sejumlah larangan lainnya yakni tidak boleh menjalani aktivitas yang berkaitan dengan sepak bola dan juga ia diberikan hukuman denda senilai 1,3 miliar rupiah.
Kejaidan tersebut memang bukan yang pertama untuk sang pemain sebab selain Chiellini, tepatnya tahun 2013 lalu, ia pernah mengigit lengan Ivanovic kala membela Liverpool melawan Chelsea. Saat bersama Ajax, ia juga pernah melakukannya kepada Otman Bakkal, pemain dari PSV Eindhoven.
Mengenai segala gigitan yang dilakukan olehnya sekrang ini, mantan rekan satu timnya di Anfield, Jamie bahkan menyatakan bahwa Suarez dikenal dengan pemain yang senang mengigit daripada dikenal sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Primer Inggris.
“Ini adalah sebuah kejadian dimana terbilang paling mengejutkan dalam sejarah ajang Piala Dunia. Namun sangat sial untuk Luis sebab usai melakukan aksi tersebut, ia memperoleh sanksi yang cukup berat sebagai pemain sepakbola. Selain merugikan dirinya sendiri, ia juga merugikan banyak pihak yakni Uruguay, Liverpool dan para pendukungnya,” ungkap Carragher.
“Aku berharap ia bisa bersikap dewasa dengan seluruh yang menimpa dirinya dan menjadi pemain terbaik dan tak menimbulkan hal berbau rasis maupun kontroversial kedepannya. Aku yakin ia mampu melakukannya,” tambahnya. (yn)

