Judi Bola Adil – Ashley Cole menceritakan kronologi yang terjadi pada tahun 2004 silam di Old Trafford yang dikenal dengan Battle of the Buffet.
Dalam buku otobiografi Ashley Cole tertulis sebuah cerita tetang apa yang terjadi kala berada di lorong markas Manchester United usai duel Setan Merah bersama Arsenal di kancah Liga Primer Inggris pada tahun 2004 silam. Sejumlah pemain maupun pihak klub memberikannya sebutan Pizzagate dan media massa di Inggris memberikannya julukan Battle of the Buffet. Mengapa? Inilah ceritanya.
Sebagaimana pantauan Judi Bola Adil, Pas pada tanggal 24 oktober 2004 silam, Setan merah berhasil memetik kemenangan dengan skor 2-0 atas The Gunners. Hasil laga itu pun mengakhiri serangkaian pertandingan tak tertaklukkan yang diciptakan oleh Gudang Peluru dana telah ada selama 49 pertandingan secara berturut-turut dan tengah menjadi sebuah rekor di ajang Liga Primer Inggris hingga sekarang ini.
Apapun yang diceritakan oleh Cole di dalam buku otobiografiny tersebut adalah sebuah cerita dalam pertentangan diantara punggawa dan juga beberapa pihak staf kedua pihak klub pada saat diruangan ganti para pemain Setan Merah.
Meskipun telah beberapa tahun hal itu terjadi, namun detail dari julukan Battle of the Buffer sendiri masih belu pernah tergambarkan jelas oleh sejumlha pihak. Sejumlah majalah Inggris mengatakan bahwa kedua belah klub saling memberikan lemparan makanan satu dengan lainnya. Adapun makan tersebut diantaranya pizza, roti isi, sup dan sejumlah makanan lainnya.
Adegan paling puncak dari kejadian tersebut dalah kala sepotong pizza terbang diatas para punggawa dan lalu jatuh ke kepala Sir Alex Ferguson. Benarkah hal tersebut terjadi? Selan Cole, ada Martin Keown dan juga Phil Neville yang juga menyatakan kebenaran mengenai hal tersebut. Dikabarkan bahwa Cesc Fabregaslah yang menjadi pelaku atas pelemparan pizza yang terbang mendarat di kepala manajer tersebut. Hal itu dilakukannya dengan tidak sengaja.
“Seluruh mata pemain maupun staf kedua belah klub tertuju kepada fergie kala sepotong pizza terbang mendarat ke kepalanya dan kemudian jatuh ke jas hitamnya.” demikian kalimat yang dituliskan Cole dala buku otobiografinya yang berhasil dikutip oleh Judi Bola Adil.
Pada tahun 2004 silam, Arsenal yang melakoni laga tandang ke kubu Manchester United, Old Trafford sebagai klub yang menduduki pucuk klasemen. Tak hanya ada pada posisi puncak saja, namun Gudang Peluru juga merupakan kampiun bertahan di ajang Liga Primer Inggri usai pada musim yang sebelumnya melakoni ajang tanpa tertaklukan.
The Gunners tak pernah tertaklukkan dala 49 pertandingan yang dilakoninya dan kubu MU menjadi tempat yang diincar oleh mereka dalam menambahkan rekor tak terkalahkan menjadi 50 pertandingan.
Wayne Rooney mengatakan abwha sepanjnag minggu Arsenal berkoak-koak mengenai seberapa hebatnya bisa mempertahankan rekor tak tertaklukkan dalam 50 pertandingan. Merupakan sebuah kesalahan dimata Rooney. Rooney juga menambahkan bahwa Arsenal malah menjadikan mereka lebih bersemangat lagi dan tak bakal mengijinkan Arsenal meraih kemenangan.
Tak hanya itu saja dimana menjadikan pertandingan begitu panas. Baik Arsenal maupun United masih tengah dibayangi oleh perjumpaan satu tahun sebelumnya di Old Trafford dimana berakhir imbang 0-0.. Kala itu, MU meperoleh hadiah ttik putih menjelang pertandngan usai, akan tetapi, tendangan eksekusi oleh Ruud van Nistelrooy mengenai tiang jala. Penyerang berkebangsaan Belanda tersebut pun langsung mendapatkan caci makin dan lalu diintimidasi oleh sejumlah punggawa Gudang Peluru.
Hingga pda akhirnya,sebagaimna pantauan Judi Bola Adil, timbullah sebuah keributan kecil dimana meliatkan sejumlah punggawa didalamnya dan juga pihak staf kedua belah tim dan akhirnya Sir Alex Ferguson lah yang menjadi sasaran atas kejadian itu.
“Emosional diantara kedua tim telah ada sejak satu tahun yang lalu atas apa yang sudah terjadi pada tahun 2003 dimana kekacauan terjadi kala sejumlah orang melompat di sekeliling Ruud. Namun dalam setiap laga dimana kami lakoni, keadaannya snagat fantastus. Ini pastinya bukan merupakan perang namun layaknya dua orang yang tengah menjalani pertandingan tinju di dalam sebuah ring,” ungkap Neville dimana kala itu diwawancarai oleh Judi Bola Adil. (yn)

