Bola Tangkas Game – Argentina memiliki alasan tersendiri mengapa tidak memanggil Carlos Tevez untuk tampil di ajang Piala Dunia 2014.
Sejumlah pertanyaan langsung timbul kala Alejandro Sabella tidak menorehkan nama Carlos Tevez ke dalam tim bayangan Argentina untuk ajang Piala Dunia 2014. Pihak AFA atau Federasi Sepakbola Argentina memiliki penjelasan sendiri untuk hal tersebut.
Pada musim ini, Tevez bermain cukup bagus dengan Si Nyonya Tua dnegan menorehkan 19 gol pada musim perdananya tampil di ajang Serie A. Ia menjadi unggulan untuk Bianconeri dalam mencetak gol dan menjadi salah satu alasan klub Turin tersebut sukses untuk mempertahankan gelar scudetto.
Permainan gemilan Tevez dnegan Juve menjadikan namanya diunggulkan akan masuk ke dalam tim nasonal Argentina di Piala Dunia meskipun ia memiliki ikatan yang kurang bagus dnegan manajer kepala Tim Tango bernama Sabella.
Selama kepemimpinan Sabela, sang pemain belum pernah satu kali pun dipanggil dan juga terakhir kalinya mengenakan seragam Abiceleste pada bulan juli tahun 2011, kala Argentina masih dibesut oleh Sergio Batista dan menelan kekalhan dari Uruguay di paruh perempatfinal Copa Amerika. Bola Tangkas Game.
Ternyata ikatan Sabella dan juga Tebez masih belu bagus sampai sekrang ini dimana lalu menjadikannya tidak masuk ke dalam daftar 30 nama punggawa di bayangan Argentina dalam ajang Piala Dunia 2014.
Meskipun ada sejumlah nama papan atas layakny Sergio Aguero, Rodrigo Palacio, Ezequiel Lavezzi dan juga Lionel Messi, namun Tevez digadang masih jauh lebih layak dipanggil daripada sosok Franco Di Santo dimana pada musim ini tidak sering kali terlihat performa bagusnya di Werder Bremen.
“Ini jauh lebih kepada masalah di dalam skuat, dimana mesti diakhiri langsung dengan sejumlah punggawa,” ungkap Julio Grondona.
“Ada sejumlah dimana bersaing dalam meraih satu posisi di dalam skuat inti. Dlam kondisi layaknya ini tak seluruhnya akan merasa puas sebab pada akhirnya kita tidak mengetahui siapa yang bakal tampil,” sambungnya. Bola Tangkas Game.
“Disanalah mulai permasalahannya, dimana telah terjadi dalam sjeumlah kans sebelumnya,” tutupnya. (yn)

