Bandar Judi Terbesar – Bertamu ke markas Parma dengan tujuan meraih 3 poin, malah kekalahan yang mereka kantongi. Benitez pun sepertinya telah putus asa.
Ennio Tardini menjadi tempat berlangsungnya pertandingan antara Napoli dengan Parma dini hari tadi tanggal 7 April 2014. Napoli dikalahkan dengan skor tipis 1-0 setelah gol semata wayang di dalam laga tersebut berhasil diciptakan oleh Marc Parolo. Sebenarnya kalau ditilik secara kronologi, tim yang bertamu terlihat lebih unggul dari pada si tuan rumah. Buktinya penguasaan bola mereka tercatat di dalam statistik sampai menyentuh angka 61. Akan tetapi lawannya tersebut bermain lebih efektif di atas lapangan karena hanya dengan 1 tembakan yang mengarah ke gawang, itu berhasil berbuah menjadi gol.
Tidak bisa menutupu kesedihannya atas kekalahan tersebut, beginilah komentar yang dipaparkan oleh Benitez.
“Kecewa merupakan perasaan yang sudah pasti bersarang di dalam hati kami. Padahal kalau kalian lihat dengan benar-benar maka anda akan mendapatkan kami memainkan sepak bola yang sangat baik, kontrol bola hampir penuh berada di bawah kendali kami. Beberapa peluang positif sukses kami ciptakan. Sayangnya di antara semua itu tidak ada yang berhasil berbuah menjadi gol. Rasanya benar-benar sangat hambar dan menyedihkan.” terang Benitez menggambarkan suasana hatinya.
Kekalahan tersebut semakin menekankan kepada sepak bola Italia mengenai betapa inkonsistennya performa yang mereka tunjukkan belakangan ini. Dalam 5 laga belakangan yang mereka jalankan, sudah ada 2 kekalahan yang mereka tuai dan itu tentunya membuat mereka semakin jauh tercecer dari AS Roma yang berposisi runner up dan setingkat di atas mereka.
Apa bila kita telaah lebih mendetail lagi maka kita akan bisa mendapatkan fakta bahwa tim yang diasuh oleh Benitez ini lebih sering kalah oleh tim yang sebenarnya berada dari level menengah ke bawah, seperti Livorno, Genoa, Bologna, Chievo, dan yang terakhir adalah Parma.
Seakan tidak ingin memungkiri fakta tersebut, dia pun mengungkapkan bahwa anak didikannya memang kurang intens di dalam debutnya sebagai manajer Napoli pada musim ini.
“Pada saat menyerang dan bertahan dibutuhkan intensitas, dan itu lah yang masih belum saya lihat dari para pemain untuk sekarang ini. Mungkin di musim mendatang saya berharap mereka melakukan lebih baik daripada musim ini.” ujar Benitez.
Perlu juga untuk diketahui bahwa kekalahan dari Parma tersebut adalah yang keenam kalinya yang terjadi kepada mereka pada periode 2013/14 ini. Sementara waktu ini, anak-anak Napoli jadi memiliki selisih angka selebar 12 poin dari AS Roma. Sebagai catatan, sisa pertandingan yang masih ada sampai dengan akhir musim ini adalah 6 pertandingan.
Melihat bahwa tim besutannya kerap kali menunjukkan permainan yang tidak berkomiten tinggi maka Benitez sendiri pun terlihat sudah tidak begitu bersemangat lagi untuk terus melanjutkan kerja kerasnya untuk bisa meraih posisi runner up dari tim serigala ibu kota tersebut. Tentu saja spirit para pemain dibutuhkan, karena apa bila mereka ingin untuk menyalip posisi i Lupi, maka mereka tidak boleh lagi menerima kekalahan.
“Kalau saya lihat dari sekarang ini sampai dengan 6 pekan mendatang, sudah 80 persen saya pastikan bahwa kami takkan bisa mengimbangi AS Roma. Adalah hal yang sangat mustahil apa bila kami bisa melakukannya. Roma memiliki laju yang begitu positif pada musim ini dan sepak bola mereka terbilang bengis. Kami di satu sisi mengalami kendala ketika menjalankan pertandingan belakangan ini. Melawan tim level menengah saja terkadang kami mengalami kesulitan. Apa lagi ketika berhadapan dengan klub besar? Bisa-bisa kami berabe!” kata Benitez sambil meredam emosinya.
“Keadaan yang sedang kami hadapi sekarang bukan main. Di saat-saat gentin seperti ini kami membutuhkan pemain yang memiliki konsistensi tinggi, dan itu tidak bisa saya lihat dari cara para pemain kami memainkan sepak bolanya. Tentu saja kami membutuhkan mereka untuk bersemangat karena cuma dengan cara begitulah kami bisa menampilkan permainan yang kompetitif dengan para klub di papan atas. Kami tidak tahu apakah pada musim ini kami bakal bisa bermain dengan memberi tekanan atau tidak.” tuntasnya. (RB)

