AS Roma meraih kemenangan krusial saat menghadapi Fiorentina di pekan ke-28 Liga Italia, Sabtu (5/3/2016) dinihari WIB. I Lupi menang 4-1 atas Fiorentina.
Dalam laga yang dilangsungkan di Olimpico pada dinihari tadi, AS Roma sebetulnya memulai dengan terancam. Mereka terlebih dulu mendapatkan tekanan, di mana pemain Fiorentina Josip Ilicic, yang memiliki peluang tersebut namun pada akhirnya tidak berujung gol. Usai itu, Giallorossi langsung memperoleh hasil baik ketika Stephan El Shaarawy membawa timnya unggul lebih dulu pada menit ke-22.
Usai gol El Shaarawy tak lama kemudian, Roma menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 usai Mohamed Salah membobol gawang Fiorentina. Lagi, Roma menciptakan gol ketiga di pertandingan ini lewat Diego Perotti di menit ke-38. Sementara Fiorentina malah kurang beruntung, di mana mereka telah melakukan dua pergantian pemain lantaran cedera.
Borja Valero ditarik keluar dari lapangan dan posisinya digantikan oleh Cristian Tello pada menit ke-29, tak lama Milan Badelj yang masuk menggantikan posisi Matias Vecino yang harus keluar dari lapangan karena cedera juga. Kendati begitu, mereka sempat menipiskan ketertinggalannya melalui sebuah penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Ilicic pada akhir paruh perdana.
Roma mencetak satu gol tambahan lagi di babak kedua, yang mana dilesakkan oleh Salah pada menit ke-58. Sedangkan Fiorentina gagal mengejar atau memperkecil ketertinggalannya dari tim tuan rumah hingga usai laga.
Kemenangan di laga ini sangatlah krusial untuk klub Serigala itu. Mereka kini tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 56 poin dalam 28 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini dan memimpin tiga poin dari Fiorentina yang berada di urutan keempat klasemen.
Kronologi Laga
Roma mengawali pertandingan dengan tertekan. Fiorentina melancarkan serangan ke pertahanan tim tuan rumah. Josip Ilicic mendapatkan peluang pada menit ke-13, namun tembakan yang dilepaskannya masih melayang dari sasaran.
Roma gantian menyerang melalui tendangan sudut pada menit ke-19. Cuma saja tandukan Kostas Manolas masih melebar. Tiga menit kemudian, tim tuan rumah benar-benar memecah kebuntuannya. Diawali dari Miralem Pjanic melakukan operan jitu kepada Mohamed Salah yang sedang berlari di sisi kanan, Salah yang menyambut bola itu langsung mengirim umpan ke tengah kotak penalti. Stephan El Shaarawy yang berdiri di sana langsung menyepak si kulit bundar ke dalam jala Fiorentina.
Tim tuan rumah menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 atas Fiorentina pada menit ke-25 lewat Salah. Bermain operan satu dua dengan Perotti, Salah melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak yang sempat mengenai kaki Davide Astori dan bola masuk ke dalam gawang tanpa bisa ditepis oleh kiper Fiorentina.
Dua menit berselang, Roma hampir menciptakan gol ketiga. Perotti memaksimalkan kesalahan Asrtori ketika melakukan umpan kepada rekannya dan Perotti berhasil mendapatkan bola itu langsung melepaskan tembakan tapi masih dihadang tiang gawang.
Fiorentina tentu tidak pasrah begitu saja kendati tertinggal dua gol, mereka keluar menyerang dan memiliki kans pada menit ke-31. Tendangan Tino Costa dari jarak jauh melenceng dari saaran. Tidak lama kemudian, giliran Nikola Kalinic yang mencoba peruntungannya, tapi tidak berujung gol lantaran tembakannya masih melebar.
Roma kemudian membalas dengan serangan Seydou Keita yang menerima operan dari Perotti. Namun tendangan Keita masih melayang dari gawang Fiorentina.
Gol ketiga Roma tercipta pada menit ke-38. Lewat sebuah countter attack yang sangat cepat, El Shaarawy menggiring bola dan melego pemain Fiorentina, lalu memberikan operan kepada Perotti yang berhasil mengirim bola ke dalam gawang lawan dan sekaligus mengubah skor menjadi 3-0 untuk keunggulan timnya atas Fiorentina.
Roma kembali menebar ancaman ke pertahanan Fiorentina. Kali ini kans didapatkan oleh Radja Nainggolan pada menit ke-41. Namun tendangan yang dilepaskannya dari jarak jauh masih melenceng.
Pada akhir paruh perdana, Fiorentina menipiskan ketertinggalannya melalui sebuah penalti. Penalti ini didapatkan usai Lucas Digne melakukan pelanggaran terhadap Cristian Tello. Ilicic yang ke depan menjadi algojo berhasil menjalani tugasnya dengan baik. Skor berubah menjadi 1-3 yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Di awal babak kedua, Roma nyaris mencetak gol keempat di pertandingan ini andaikan sundulan Antonio Ruediger tidak mampu ditepis oleh kiper Fiorentina, Ciprian Tatarusanu.
Fiorentina gantian menyerang. Sepakan Facundo Roncaglia dari jarak jauh melenceng dari arah gawang.
Roma benar-benar menciptakan gol keempatnya di laga ini. Tepatnya pada menit ke-58, Pjanic memberikan operan jitu ke dalam kotak dan Salah yang berhasil menerimanya lantas melepaskan tendangan tanpa bisa ditepis oleh Tatarusanu. Skor 4-1 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Roma kembali memiliki kans tujuh menit kemudian. El Shaarawy menyambut operan Pjanic lantas melepaskan tembakan tapi bisa ditangkap dengan baik oleh Tatarusanu.
Fiorentina terlihat sulit membongkar pertahanan tim tuan rumah dan hanya memiliki kans emas di menit-menit terakhir namun tidak berbuah gol. Sementara Roma yang unggul tiga gol punya peluang bagus pada menit ke-90. Namun sepakan bebas yang dilepaskan Francesco Totti masih sedikit melenceng dari sasaran.
Di sisa waktu laga babak kedua, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 4-1 untuk kemenangan Roma atas Fiorentina.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Inter Milan.
Pemain Inter Milan Miranda memiliki kepercayaan diri yang besar bahwa timnya dapat finis tiga besar. Hal ini dikatakan setelah mereka mengalahkan Juventus.
Performa Nerazzurri sekarang ini tengah naik turun. Karena itu mereka pun harus berada di peringkat kelima klasemen sementara Liga Italia dengan mengoleksi 48 angka dan tertinggal lima poin dari Fiorentina dan AS Roma yang berada di posisi keempat dan ketiga klasemen dengan perolehan angka yang sama.
Satu performa ciamik dibuktikan oleh La Beneamata kala mengalahkan Juventus di ajang Coppa Italia, di mana mereka berhasil mengalahkan Juventus 3-0 sampai memaksa laga babak empat besar langsung hingga babak drama penalti. Disana, Inter baru terdepak setelah takluk 3-5 di babak adu penalti.
Kendati terdepak, kemenangan dari Juventus sudah membuat Inter kembali percaya diri. Miranda pun optimistis bahwa timnya bisa mencapai target di musim ini. (As)

