Portugal memetik kemenangan tipis 1-0 atas Italia di Stade de Geneva dalam laga ujicoba, Rabu (17/6/2015) dinihari WIB.
Dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stade de Geneva pada dinihari tadi, manajer timnas Italia, Antonio Conte, menggunakan skema permainan 4-3-3 untuk persiapannya di turnamen EURO 2016 mendatang.
Di barisan depan skuad Gli Azzurri, Conte memainkan Stephan El Shaarawy, Antonio Candreva dan Ciro Immobile. Akan tetapi, ada beberapa pemain pilar di antaranya, Simone Zaza, Gianluigi Buffon, Daniele de Rossi dan Marco Verratti tidak dimainkan di pertandingan ini.
Sedangkan di skuad Portugal, pelatih Seleccao Das Quinas itu tidak memainkan striker andalannya atau kapten tim, yakni Cristiano Ronaldo, yang menepi lantaran tengah menikmati masa liburannya.
Italia mengawali laga dengan sangat bagus, dimana mereka sudah mendapatkan beberapa kans bagus. Andrea Bertolacci hampir membobol gawang Beto pada menit ke-19 andaikan tendangan kaki kirinya tidak melenceng dari arah gawang.
El Shaarawy juga sempat memiliki kans emas delapan menit berselang. Tapi tendangan yang dilepaskannya masih sedikit melenceng dari sasaran.
Portugal gantian menyerang pada menit ke-31 kala Salvatore Sirigu tak mampu mengantisipasi bola sehingga Eder bisa mendapatkannya. Tapi tak terjadi gol, lantaran Andrea Ranocchia dengan cepat menyepak si kulit kundar sebelum masuk ke dalam gawang timnya.
Tidak lama kemudian, gantian Ranocchia melakukan kesalahan saat operannya terlalu lemah sehingga didapatkan Joao Moutinho. Dalam posisi satu lawan satu, tendangan Moutinho dapat diredam oleh Sirigu.
Kedudukan masih 0-0 bertahan sampai babak pertama selesai.
Memasuki paruh kedua, Italia punya peluang untuk menciptakan gol pada menit ke-48. Namun tendangan Leonardo Bonucci yang memanfatkan bola muntah masih belum bisa membuahkan hasil.
Portugal justru bisa memecah kebuntuannya pada menit ke-52 lewat Eder. Gol berawal dari sebuah umpan Ricardo Quaresma kepada Eder. Nama terakhir yang disebutkan itu langsung melepaskan tendangan voli tepat ke sasaran tanpa bisa ditepis oleh Sirigu.
Setelah tertinggal satu gol, Italia langsung tampil lebih menekan pertahanan Portugal demi mencari gol balasan. Tapi pertahanan Portugal cukup kokoh sehingga membuat mereka sulit menciptakan gol balasan.
Kala laga memasuki menit ke-88, Italia hampir bisa mencetak gol penyama kedudukan jika Beto tidak bisa menghalau sepakan Manolo Gabbiadini.
Di sisa waktu pertandingan babak kedua, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Portugal atas Italia.
hasil akhir ini menghadapi Portugal di laga ujicoba, mengakhiri torehan bagus Italia di bawah besutan Antonio Conte. Ini adalah hasil negatif perdana untuk Conte sejak menangani timnas Italia.
Ini juga merupakan kekalahan perdana Italia dalam 10 laga terakhir selama dibesut mantan pelatih Juventus itu. Dari sembilan laga sebelumnya, mereka mencatat lima kali menang dan empat kali bermain dengan hasil seri, baik di pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 maupun di pertandingan ujicoba.
Hasil akhir ini bikin Italia tidak tembus pot favorit dalam pengundian kualifikasi Piala Dunia 2018 pada 25 Juli nanti. Dengan melihat totalan angka FIFA yang bisa berpengaruh di posisi teranyar yang akan diselenggarankan pada 9 Juli nanti, total angka Italia tak dapat menggusur Kroasia lagi.
Kendati meraih hasil negatif yang menuntaskan langkah bagusnya, Conte tidak kecewa. Pelatih timnas Italia itu tetap yakin dengan performa timnnya dan menggangap kekalahan itu hanya laga ujicoba.
“Laga-laga ini krusial lantaran bisa membantu para pemain meningkatkan performa masing-masing dan bisa membuat gaya permainan tim lebih menyatu ketika bertanding menghadapi lawan-lawannya. Dengan hasil akhir atau kekalahan dari Portugal ini, saya tentu tak merasa frustrasi,” terang Conte di situs resmi timnas Italia.
“Saya lihat performa tim kami cukup berkembang. Hasil di laga terakhir kami itu tidak begitu penting bagi kami, karena kami senang bisa memberikan waktu bermain kepada pemain yang minim mendapatkan kesempatan tampil di atas lapangan hijau,” lanjutnya.
“Saat ini yang paling krusial adalah kami harus terus berjuang keras dan berlatih dengan giat untuk meningkatkan kemampuan kami lagi. Semua tim juga pasti bisa kalah dan tak ada tim yang bisa meraih semua kemenangan di laga-laganya,” tegasnya. (As)

