Peru meraih kemenangan tipis 1-0 atas Venezuela di Estadio Elias Figueroa, Valparaiso, dalam laga kedua Grup C Copa America 2015.
Persaingan di Grup C dalam perebutan tiket lolos ke babak delapan besar Copa America 2015 semakin ketat setelah hasil positif yang didapatkan Peru atas Venezuela di laga kedua. Kemenangan ini menjadikan keempat tim di grup itu memiliki jumlah poin yang sama yaitu tiga.
Di pertandingan yang dilangsungkan di Estadio Elias Figueroa, Valparaiso, Jumat (19/6/2015) pagi WIB, Peru perlu meraih hasil positif guna untuk membuka peluangnya melaju ke babak berikutnya. Dikarenakan, di pertandingan perdana mereka dikalahkan Brasil dengan skor akhir 1-2.
Sedangkan Venezuela bertekad meneruskan tren kemenangannya, dimana mereka berhasil meraih kemenangan di pertandingan pertama kala berhapan dengan Kolombia yang berkesudahan dengan skor akhir 1-0. Tiga poin di laga ini tentunya membawa Venezuela langsung tembus ke babak delapan besar Copa America 2015.
Akan tetapi, Venezuela malah bermain jelek di laga ini dan cuma bikin dua tendangan di sepanjang pertandingan. Sedangkan Perlu bermain sangat mendominasi dengan unggul ball posession hingga 66 persen dan bisa melepaskan 12 tendangan, kendati Peru tetap terlihat tidak mudah menceploskan bola ke dalam jala Venezuela.
Peru memang berpeluang besar di pertandingan ini setelah Venezuela harus bermain dengan 10 orang pemain sejak menit ke-30 setelah Fernando Amorebieta diusir keluar dari lapangan karena melanggar pemain Peru.
Akan tetapi, Peru baru bisa memastikan kemenangannya setelah Claudio Pizarro membobol gawang Venezuela pada menit ke72. Ini juga satu-satunya gol yang tercipta di sepanjang pertandingan ini. Pizarro yang menerima umpan dari rekannya kemudain melepaskan tendangan kaki kiri untuk merobek gawang Venezuela.
Kedudukan 1-0 itu bertahan sampai peluit panjang ditiupkan oleh wasit yang memimpin pertandingan. Dengan begitu, keempat tim yang berada di Grup C sama-sama mempunyai kans sama besar untuk lolos ke babak berikutnya. Penentuan tim yang berhak melaju ke babak delapan besar bakal ditentukan di pertandingan pamungkas grup, 21 Juni nanti.
Brasil yang kini menduduki posisi puncak akan berhadapan dengan Venezuela yang kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Sedangkan Kolombia yang berada di posisi terbawah akan melawan Peru yang berada di posisi kedua klasemen.
Di sisi lain ada kabar terbaru tentang salah satu striker terbaik Brasil yakni, Neymar.
Neymar yang sekarang ini memperkuat Barcelona itu diperkirakan bisa menepi dua pertandingan dari yang sebelumnya diprediksi satu pertandingan.
Neymar menerima kartu merah seusai pertandingan Brasil melawan Kolombia di laga kedua grup C Copa America, Kamis (18/6) pagi WIB, dimana laga itu berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Kolombia. Kartu merah yang diterima Neymar adalah dia melakukan tandukan terhadap pemain Kolombia, Jeison Murillo.
Atas hukuman itu membuat keributan di dua belah pihak tim, yang hingga bikin Neymar dilarikan lantas ke ruang pengganti.
Hukuman yang didapatkan Neymar sebenarnya cuma bikin dia menepi satu pertandingan. Akan tetapi, lantaran Neymar telah menerima dua kartu kuning di dua pertandingan secara berturut-turut, maka secara langsung hukumannya bertambah sebagai dua pertandingan.
Seperti dilansir media-media lainnya, Neymar tidak cuma menepi di pertandingan terakhir Grup C melawan Venezuela, 21 Juni nanti. Akan tetapi, dia juga akan absen di pertandingan delapan besar andai Brasil tembus. Tim Samba juga harus menang di laga terakhir Grup untuk meraih satu tiket lolos ke babak perempatfinal.
Federasi Sepakbola Brasil (CBF) sendiri digadang bakal melakukan protesan terhadap hukuman Neymar itu, yang dianggap tak adil menyusul pemainnya selalu menerima perlakuan keras dari pemain lawan.
Neymar sendiri pun merasa begitu bahwa dia diperlakukan secara tidak adil dengan hukuman yang didapatkannya itu.
“Ya, saya sangat emosi dengan hukuman tersebut. Absen sekali masih oke, tapi ini katanya bisa menepi dua laga. Jelas ini membuat emosi sekali. Padahal di laga-laga penting timnas Brasil, saya selalu berharap bisa tampil dan membantu negaraku meraih kesuksesan. Tapi semuanya kini menjadi begitu. Saat ini saya pun tak ingin menyalahkan siapapun dan biar CBF yang menyelesaikannya saja,” kata Neymar. (As)

