Peru meraih tempat ketiga Copa America 2015 usai mengalahkan Paraguay dengan skor akhir 2-0 di laga final, Sabtu (4/7/2015) pagi WIB.
Peru tembus ke perebutan tempat ketiga usai dikalahkan Chile dengan skor akhir 1-2 di babak empat besar Copa America 2015. Sedangkan Paraguay ditekuk Argentina dengan skor telak 1-6 di babak semifinal.
Kedua tim ini memiliki kans untuk tak pulang dengan tangan kosong dengan menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga yang akan dilangsungkan di Estadio Municipal de Concepcion, di Concepcion, Sabtu (4/7/2015) pagi WIB.
Pertandingan ini berjalan cukup imbang. Dari statistik mencatat bahwa Peru cuma memimpin tipis dari soal penguasaan bola dengan memiliki 51 persen berbanding 49 persen milik Paraguay.
Akan tetapi, Paolo Guerrero cs. memiliki kans tembakan yang lebih banyak daripada Paraguay. Hasilnya berikut ini, Peru bisa melepaskan 13 tembakan dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Paraguay memiliki delapan tendangan dengan tiga yang mengarah ke gawang.
Meski punya sejumlah kans di paruh perdana, Peru tak dapat memanfaatkannya dengan bagus di babak pertama. Sementara Paraguay juga sama gagal menciptakan gol di sepanjang 1×45 menit. Alhasil, skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tepatnya pada menit ke-48, Peru akhirnya unggul lebih dulu. Diawali dari sebuah sepak pojok, bola sempat dihadang oleh bek lawan. Akan tetapi, si kulit bundar jatuh ke arah Andre Carrillo. Tak ragu, Carrillo pun lantas melepaskan tendangan kaki kanan mendatar tepat ke sasaran dan Justo Villar selaku kiper Paraguay gagal menepisnya.
Lima menit kemudian, Peru memiliki peluang bagus lagi yang bisa menghasilkan gol tambahan melalui aksi Juan Vargas. Namun sepakan yang dilepaskannya masih melenceng dari sasaran.
Tak lama berselang, giliran Paolo Guerrero yang memperoleh kans bagus. namun tembakan yang dilakukannya dari jarak jauh masih dapat dihadang oleh pemain Paraguay.
Paraguay gantian menyerang di menit ke-65. Oscar Romero nyaris bisa mencetak gol balasan andaikan tembakannya dari jarak jauh tak mampu diamankan oleh penjaga gawang Peru, Pedro Gallese.
Peru justru bisa menggandakan keunggulannya satu menit sebelum waktu normal habis. Berawal dari counter attack yang sangat cepat, Joel Sanchez yang menggiring bola ke dalam kotak kemudian memberikan umpan manis pada paolo Guerrero. Nama terakhir yang disebutkan itu langsung melepaskan tembakan kaki kanan untuk merobek gawang Paraguay. Skor kini berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Peru atas Paraguay.
Di sisa waktu pertandingan, Paraguay mencoba menekan pertahanan Peru. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 2-0 untuk kemenangan Peru.
Dengan kemenangan ini, maka Peru pun mengulangi prestasi empat tahun lalu. Saat ini, mereka juga berhasil finis di tempat ketiga, usai menaklukkan Venezuela dengan skor akhir 4-1.
Di sisi lain ada kabar lain tentang bintang timnas Argentina, Lionel Messi. Dia sebagai salah satu faktor kenapa Argentina dapat tembus ke final Copa America 2015. Akan tetapi, striker Barcelona itu tidak dapat bermain baik jika tak ada Javier Pastore.
Seperti yang sudah dicatat, Messi memang memiliki jumlah tembakan yang paling banyak dari pemain-pemain lainnya yang ikut berkompetisi di ajang Copa America tahun ini.
Kendati cuma mencetak satu gol lewat sebuah penalti, Messi tetap dinilai sebagai salah satu pemain penting dalam membawa Tim Tango tembus ke final dengan membuat tiga assist.
Akan tetapi, performa bagus Messi ini juga tidak lepas dari bantuan Pastore di skema tiga gelandang yang diatur Gerardo Martino. Bisa dikatakan, Pastore yang menjadi umpan-umpan atau mendorong Messi menjadi lebih baik bermain di barisan depan.
“Saya sangat senang jika bisa membantu timnas Argentina meraih kesuksesan. Mengenai performaku di atas lapangan hijau, saya berharap bisa membantu rekan-rekanku untuk tampil bagus dan menciptakan gol,” terang Pastore.
“Saya bermain operan satu dua dengan Lionel Messi memang sangat bagus di kompetisi Copa America 2015. Bisa dikatakan, ini juga berkat peran kami mengantarkan timnas Argentina laju ke final. Kini tekad besar kami adalah ingin mengalahkan tuan rumah, Chile, di laga final,” tegasnya. (As)

