Newcastle United secara resmi mengumumkan sudah menunjuk Steven McClaren sebagai pelatih anyar untuk menghadapi Liga Primer Inggris musim depan.
Kesepakatan penunjukkan McClaren dikonfirmasi sekali lagi oleh kubu Newcastle United lewat situs resmi klub. McClaren, yang diberhentikan oleh Derby County pada akhir musim, menerima kontrak baru selama tiga tahun yang masih memiliki opsi tapi itu tergantung dengan kinerjanya.
“Saya merasa senang dan bangga bisa melatih Newcastle United. Ini merupakan tim bagus dengan rekor yang cukup oke,” ungkap McClaren, yang baru saja resmi bergabung ke The Magpies.
“Para pendukung di sini sangat ramah tamah dan memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangannya ketika bertanding, saya tahu itu karena saya pernah beberapa kali menyaksikan pertandingan Newcastle dan juga pernah membaca atau mendapatkan kabar tentang itu,” tambahnya.
“Kontrak yang diberikan dari klub baru juga sangat oke, dimana mereka mencobaku dengan memberikan tiga tahun. Itu sudah luar biasa, apalagi masih memiliki opsi lainnya. Saya akan tunjukkan bahwa saya bisa melakukannya dengan baik,” lanjutnya.
“Saya tahu melatih di Inggris sangat beda dengan membesut di luar Eropa lainnya. Tapi saya sudah memiliki pengalaman karena saya pernah melatih di beberapa tim Inggris lainnya. Jadi tidak ada kesulitan untuk saya melatih di Newcastle. Saya tinggal menyetel dengan para pemain di sini dan berharap bisa bekerja sama yang baik dengan mereka.’
Ini juga kedua kalinya bagi McClaren membesut tim Liga Primer Inggris, usai dia pernah melatih Middlesbrough yang berhasil membawa klub itu meraih gelar juara Piala Liga Inggris pada tahun 2004 lalu. Sebelumnya dia sempat menimba ilmu menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United.
kinerja McClaren juga sering dilakukan di luar Premier League, dengan melatih Wolfsburg dari Jerman, FC Twente dari Belanda. Ketika membesut Twente, McClaren berhasil membawa klub Belanda itu meraih gelar juara Liga.
Newcastle sendiri pun berhasil tetap bermain di Liga Primer Inggris pada musim depan, yang sebelumnya nyaris tergelincir di jurang degradasi. (As)

