Real Madrid memang lebih diunggulkan dari AS Roma. Tapi Los Blancos diminta untuk tidak meremehkan Giallorossi kala bertanding di babak 16 besar Liga Champions.
Real Madrid dan AS Roma akan berhadapan untuk kali perdana di pertandingan Eropa sejak terakhir bertemu di babak perdelapan final musim 2007-08. Kala itu, I Lupi tampil sebagai pemenang usai menyingkirkan Los Blancos dengan total agregat 4-2 di dua leg.
Namun melihat penampilan Giallorossi di musim ini tidak begitu oke. Salah satunya di laga melawan Barcelona, Roma dilibas Los Cules dengan skor telak 1-6, yang mana pada akhirnya klub Italia itu juga melaju dengan menang head to head atas Bayer Leverkusen yang turun bermain di Liga Europa usai finis di posisi ketiga klasemen grup.
Melihat kekuatan kedua tim, Madrid tentu difavoritkan kala menghadapi Roma. Akan tetapi, kepedean dapat membuat Madrid menerima pil pahit, apalagi mereka baru saja dikejutkan Villarreal di laga lanjutan La Liga Spanyol akhir pekan lalu, di mana hasil akhir 1-0 untuk kemenangan Villarreal.
“AS Roma merupakan salah satu tim sulit, mereka pasti akan bermain sebaik mungkin di babak 16 besar Liga Champions. Mereka juga akan memperbaiki kesalahan mereka ketika dihajar Barcelona di fase grup. Jadi laga melawan mereka jelas tidak akan mudah untuk kami,” ungkap Direktur Real Madrid, Emilio Butragueno di situs resmi UEFA.
“Kami tahu banyak yang menjagokan atau menggunggulkan kami lolos daripada Roma di babak perdelapan final Liga Champions musim ini. Tapi kami tidak bisa menganggap seperti itu, karena kami sudah mendapatkan pelajaran dari bermain kami di ajang La Liga Spanyol. Contoh menghadapi tim papan bawah, kadang kami sulit memenangi pertandingan. Jadi tidak ada laga mudah kala tim-tim sudah berada di babak 16 besar, ingat itu,” lanjutnya.
Madrid sendiri punya kenangan pahit kala berhadapan dengan klub Italia. Menghadapi Juventus di babak empat besar musim silam, El Real terdepak dengan total agregat 2-3.
“Ya, kami masih ingat itu dan itu sudah menjadikan sebuah pelajaran untuk kami dan kami tidak ingin terulang lagi. Kami ingin memainkan performa terbaik di dua leg melawan AS Roma. Ini laga penting untuk kami dan kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Roma merupakan tim yang kapan saja bisa membuat kejutan seperti di Serie A,” katanya menambahkan.
Di bawah ini kabar terbaru tentang perjumpaan Paris Saint-Germain melawan Chelsea di babak 16 besar Liga Champions.
Ini merupakan kali kedua untuk Paris Saint-Germain bertemu dengan Chelsea di babak yang sama. Les Parisiens merasa telah lebih tangguh ketimbang musim silam dan optimistis bisa mengalahkan The Blues lagi.
Kedua tim bakal saling berhadapan di babak perdelapan final Liga Champions musim ini. Untuk laga leg perdana, PSG terlebih dulu menjadi tuan rumah. Berselang tiga pekan, gantian Chelsea menjadi tim tuan rumah menjamu klub raksasa Prancis itu.
Di musim silam, PSG sukses mendepak Chelsea untuk tembus ke babak delapan besar usai menang gol away dengan jumlah agregat 3-3.
PSG sudah memboyong seorang pemain tangguh yakni, Angel di Maria dari Manchester United di bursa transfer musim panas lalu. Hingga sekarang ini pemain asal Argentina itu bermain sangat bagus dan ikut mengantarkan timnya tampil dominasi di Liga dan sekaligus membawa PSG unggul 17 angka dari tim yang berada di posisi kedua klasemen.
“Kami sangat, sangat yakin dengan kekuatan tim kami sekarang ini. Jika dibandingkan dengan musim lalu, memang musim ini jauh lebih baik dan lebih tangguh. Kami senang bisa terus menunjukkan performa indah untuk para fans kami,” ungkap Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi di situs resmi UEFA.
“Lawan kami di babak 16 besar Liga Champions adalah Chelsea. Mereka memang tim tangguh yang pernah meraih gelar juara Liga Champions. Tapi kami pernah mengalahkan mereka di babak yang sama pada musim lalu,” tegasnya.
“Berhadapan dengan mereka selalu berlangsung menarik dan seru. Bisa dikatakan bagaikan final, padahal bukan. Tapi kami akan perlihatkan kekuatan terbaik kami di dua leg laga ini,” tandasnya. (As)

