Dejan Lovren mengalami cedera lutut kala tampil di laga kontra West Bromwich Albion. Untuk bisa kembali merumput, Lovren butuh waktu sekitar tiga pekan.
Dejan Lovren mengalami kesakitan setelah menabrak Craig Gardner di laga yang berlangsung di Anfield akhir pekan lalu atau tepatnya pada hari Minggu (13/12), di menit-menit akhir babak kedua. Lutut kanannya berdarah dan dia menerima perawatan dari tim medis yang berlangsung cukup lama.
Usai diperiksa di rumput hijau itu, Lovren pun dibawa keluar dari lapangan. Pemain internasional Kroasia tersebut seperti memakai masker oksigen saat dibawa oleh tim medis.
Saat keluar dari Stadion, Lovren seperti memakai penyangga kaki. Ada kecemasan cederanya cukup parah.
Federasi Sepakbola Kroasia (HNS), lalu mengonfirmasi tentang kondisi Lovren yang sekarang ini tengah diurus oleh tim medis The Reds. Namun Federasi Sepakbola Kroasia juga ikut menangani cedera Lovren.
Setelah mendapatkan pemeriksaan dari tim medis Liverpool, cedera Lovren diketahui tidak mengalami keseriusan. Dia pun diprediksikan dapat tampil lagi usai absen tiga minggu.
“Dejan Lovren tidak mengalami cedera serius. Cedera lutut dia butuh tiga pekan untuk bisa kembali bermain di atas lapangan hijau,” tulis keterangan HNS.
Kubu Liverpool pun ikut mengumumkan bahwa kondisi Lovren yang baik-baik saja dan butuh beberapa pekan untuk bisa kembali bertanding di atas lapangan hijau.
“Kami sempat panik ketika Dejan Lovren mengalami cedera di laga melawan West Bromwich Albion akhir pekan lalu. Kami pikir dia akan absen dalam jangka waktu yang sangat lama, tapi setelah mendapatkan pemeriksaan dari tim medis, ternyata dia hanya mengalami cedera ringan dan butuh waktu istirahat sekitar tiga pekan saja,” demikian pernyataan dari kubu Liverpool terkait kondisi Lovren.
Di sisi lain, ada tambahan berita terbaru mengenai Arsenal melawan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions musim ini.
Pengundian telah dilakukan di Nyon dan memperjumpakan Arsenal kontra Barcelona di babak perdelapan final Liga Champions. Dalam pertandingan ini, banyak yang menjagokan Barcelona daripada Arsenal. Namun kondisi ini tentu akan sebagai keuntungan bagi The Gunners.
Seperti yang sudah disebutkan di atas itu, klub London Utara itu akan saling berhadapan dengan Los Cules di pertandingan dua leg dalam babak perdelapan final Liga Champions. Arsenal terlebih dulu meladeni Barcelona di Emirates Stadium, 23 Februari tahun 2016. Berselang tiga pekan, gantian Barcelona bertindak sebagai tuan rumah menjamu Arsenal.
Undian itu dianggap tidak menguntungkan bagi Arsenal, terlebih mereka harus bekerja keras untuk melaju ke babak knock out. Tim besutan Arsene Wenger itu harus menanti hingga pertandingan pamungkas dan melakoni laga penentuan kontra Olympiakos untuk melaju.
Sedangkan klub Catalans bermain tidak tertaklukkan di babak penyisihan grup, dengan catatan menang empat kali, seri dua kali dalam enam pertandingan tersebut. Bahkan Barcelona mencatatkan hasil menyakinkan, di mana mereka menggilas AS Roma dengan skor telak 6-1.
Melihat kondisi kedua tim saat ini, peluang Arsenal menuntaskan rangkaian tidak mampu melangkah ke babak delapan besar dari lima musim pamungkas dianggap tipis. Namun mantan pemain, Ian Wright, berharap tim besutan Arsene Wenger menilik sisi lain.
“Arsenal sebetulnya harus gembira menghadapi Barcelona. Tidak perlu takut, santai saja, ketika bertemu dengan tim raksasa Spanyol itu,” ungkap Wright di situs resmi UEFA.
“Jika banyak orang menjagokan Barcelona, maka abaikan saja. Lebih baik fokus menghadapi pertandingan dua leg. Semua hal bisa saja terjadi, apalagi di tahun ini Barcelona juga pernah takluk dari tim kecil,” lanjutnya.
“Barcelona memang punya sejumlah pemain bintang, tapi Arsenal juga punya. Jadi anda harus santai dan tetap fokus kala menjalani laga itu. Semua tim bisa membuat kejutan kapan saja dan dimana pun. Jadi tak ada yang tidak mungkin sebelum bertanding,” katanya lagi.
“Menurut saya, hasil undian ini cukup adil. Andai Arsenal bisa menyingkirkan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions. Maka Arsenal bakal disebut kandidat juara Eropa musim ini,” tandasnya.
Arsenal telah lima musim pamungkas selalu tersendat di babak perdelapan final Liga Champions. (As)

