Dari enam laga pamungkas di Liga Italia, Adem Ljajic selalu diturunkan Inter Milan di atas lapangan. Ljajic dinilai sudah tampil bagus untuk Nerazzurri.
Di pertandingan kontra Napoli di pekan ke-14 Serie A, Adem Ljajic sebagai salah satu pemain yang berhasil menampilkan performa terbagus di Inter Milan. Dari posisi tampil dengan 10 orang dan kebobolan dua gol lebih dulu, Ljajic nyaris menyelamatkan Inter dari kekalahan melalui golnya pada menit ke-67, kendati pada akhirnya klubnya harus pulang dengan tanpa poin di kandang Napoli.
Mantan pemain tengah AS Roma tersebut menggiring bola kemudian melepaskan tembakan mendatar yang tidak bisa dihadang oleh kiper Napoli. Gol itu bikin manajer Partenopei, Maurizio Sarri, emosi. Apalagi La Beneamata sempat memiliki beberapa peluang emas yang bisa menyamakan angka di menit-menit akhir paruh kedua.
Inter akhirnya gagal setelah takluk 1-2 di pertandingan itu, namun Ljajic menegaskan kalau penampilan timnya di pertandingan tersebut membuktikan bahwa Inter pantas sebagai calon juara Serie A musim 2015/16.
“Saya tentu berharap bisa membantu Inter Milan meraih kemenangan, tak hanya soal gol. Saya tidak ingin individual saja, tapi kemenangan tim lebih penting dan itu harus diutamakan,” kata Ljajic.
Gol ke jala Napoli merupakan gol perdana Ljajic di Inter. Hingga saat ini dia tercatat telah bermain delapan laga yang dilewatinya dengan lima di antaranya dia tampil menjadi pemain utama dan cuma tiga di antaranya dia tampil full alias dari awal menit hingga waktu normal selesai.
Ljajic tak selalu bermain di laga Inter pada musim ini. Akan tetapi, melihat torehan kalau dia selalu menjadi pemain krusial dari enam laga klub. Performanya pun dinilai sudah membagus dan diharapkan bisa dilanjutkannya di laga-laga berikutnya.
Dari statistik menorehkan bahwa pemain tengah berumur 24 tahun ini sudah menciptakan 24 kans di Inter. Jumlah itu membuat Ljajic menjadi kreator kans terbanyak di klub hingga kini dan lebih banya dari pemain Inter lainnya seperti, Stevan Jovetic yang membuat 17 kans, yang mana Jovetic telah tampil sebanyak 10 laga.
Ljajic tak cuma memberikan pilihan untuk manajer Inter Milan, Roberto Mancini, yang gembira tampil dengan winger. Dikarenakan, Ljajic tak cuma bagus kala tampil menjadi pemain yang bermain di barisan tengah, namun juga ciamik kala diturunkan menjadi pemain sayap.
“Andai kami tampil kala menghadapi Napoli, saya pikir kami bisa menaklukkan klub manapun. kami telah berjuang keras dan berusaha bermain sebaik-baiknya. Saya tahu Inter Milan sudah lama tidak pernah mencicipi gelar juara, maka itu saya sangat ingin membantu tim meraih kesuksesan di musim ini,” ucap Ljajic.
Di sisi lain, tambahan berita terbaru tentang pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.
Manajer Bianconeri Massimiliano Allegri menampik isu yang mengaitkan dirinya sebagai posisi pelatih Manchester United. Allegri justru menyebut bahwa dirinya senang dan sedang fokus membesut Juventus.
Kontrak Louis van Gaal menjadi pelatih The Red Devils akan berakhir di akhir musim depan. Namun bisa saja Van Gaal pergi dari klub lebih awal lantaran dia belum bisa menghibur para fans United.
Van Gaal juga mendapatkan kritikan dari eks para pemain United terkait permainan yang diterapkannya. Bahkan rumor pamungkas yang menyatakan pemain-pemain United mulai tak suka dengan cara Van Gaal menukangi tim.
Allegri lantas memetik keberhasilan di musim perdananya melatih Juventus. Dia mengantarkan Si Nyonya Tua merengkuh gelar juara Serie A dan trofi Coppa Italia serta membawa tim tembus ke final Liga Champions pada musim silam kendati pada akhirnya gagal menjadi juara di turnamen antarklub Eropa itu. Namun Allegri mengungkapkan kesetiannya akan bertahan di klub yang bermarkas di Juventus Stadium.
“Manchester United tertarik dengan saya? tapi saya sekarang ini sangat bahagia dan senang melatih Juventus. Jadi tidak ada alasan untuk pergi dari klub, apalagi saya masih memiliki kontrak kerja hingga tahun 2017 mendatang,” ujar Allegri.
Selain mengincar mantan pelatih AC Milan tersebut, United juga diberitakan tengah memantau beberapa pelatih lainnya seperti Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola. (As)

