Lazio sukses meraih tiket melaju ke babak delapan besar Coppa Italia. Lazio kini mengalihkan konsentrasinya ke Liga Italia, yang bertekad menebus tren negatif.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya oleh media-media Italia lainnya, Lazio berhasil mengalahkan Udinese dengan skor akhir 2-1 di pertandingan babak perdelapan final Coppa Italia yang berlangsung di Stadion Olimpico, Kamis (17/12) dinihari WIB. Dalam pertandingan berlangsung itu, Lazio sempat tertinggal satu gol terlebih dulu usai Panagiotis Kone mencetak gol. Namun Lazio bisa berbalik unggul melalui dua gol dalam selang waktu 10 menit yang dilesakkan oleh Alessandro Matri dan Danilo Cataldi.
Dari kemenangan ini, Lazio memastikan diri melangkah ke babak delapan besar Coppa Italia musim ini dan berikutnya akan melawan Juventus. Pertarungan ini merupakan ulangan partai puncak musim silam, di mana Bianconeri tampil sebagai pemenang dengan skor akhir 2-1 melalui babak perpanjangan waktu.
Hasil positif yang didapatkan Lazio dari Udinese juga menuntaskan tren negatif mereka, di mana mereka sudah tidak pernah meraih kemenangan di empat pertandingan terakhir Serie A.
“Lawan melawan Udinese sangatlah berat untuk kami dan bisa dikatakan bahwa kami hampir gagal lolos karena sempat kebobolan terlebih dulu. Tapi pada akhirnya kami bangkit dan bisa menunjukkan bahwa kami lebih baik dari lawan kami, dengan mencetak dua gol dalam kurun waktu sekitar 10 menit saja. Kami sudah meraih tiket lolos ke babak delapan besar Coppa Italia musim ini. Kini kami akan mengalihkan fokus kami ke laga berikutnya, di mana kami akan menghadapi Inter Milan akhir pekan ini,” ungkap manajer Lazio, Stefano Pioli, di situs resmi klub.
Saat ini, Pioli menantang para pemainnya untuk kembali ke jalur benar di ajang Liga Italia, usai tidak pernah mendapatkan tiga poin di tujuh laga pamungkas. Pada laga selanjutnya, mereka akan bertandang ke markas Inter yang digelar di Giuseppe Meazza, Minggu (20/12) malam WIB.
“Semua orang yang ada di kubu Lazio tentu tahu bahwa tim sudah tidak pernah di tujuh laga terakhir Serie A. Ini tentu membuat para fans merasa kecewa dan marah. Ini tidak bisa dibiarkan terus begini jika anda ingin mencapai kesuksesan. Maka itu saya menantang para pemain untuk bangkit dan tampil bagus seperti kala menghadapi Udinese. Kami harus bermain seperti kelaparan gelar, apalagi kami akan menghadapi laga berat akhir pekan ini, di mana kami akan bertandang ke markas Inter,” ucap Pioli.
“Kami adalah salah satu tim besar di Serie A dan kami juga memiliki kualitas bermain yang sangat bagus. Jadi sungguh lucu sekali jika kami tidak berhasil target yang kami inginkan di akhir musim ini,” tegasnya.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Juventus.
Massimiliano Allegri tidak akan melepas Simone Zaza. Manajer Juventus itu berharap Zaza bisa menunjukkan performa bermainnya untuk mendapatkan satu tempat di tim skuad.
Zaza yang direkrut dari Sassuolo di musim panas silam, bukan pemain utama di bawah asuhan Allegri untuk menempatkan di barisan depan. Allegri hingga kini lebih kerap menggandalkan Mario Mandzukic dan Paulo Dybala sebagai starter.
Kendati sebagai pemain pelapis kedua, Zaza selalu bermain bagus disaat dimainkan di atas lapangan hijau. Penyerang berumur 24 tahun ini telah mengoleksi lima gol dari 10 laga yang dilewatinya dengan Juventus. Ditambah dia hanya empat kali sebagai pemain utama.
Allegri ingin Zaza bertahan di Juventus Stadium dan tidak meminta untuk dilepas ke tim lain di musim dingin mendatang. Bagi mantan pelatih AC Milan itu, Zaza harus siap bersaing ketat dengan para pemain di tim.
“Bermain di klub raksasa, semua pemain wajib bermain bagus jika ingin mendapatkan satu tempat sebagai starter,” ungkap Allegri di situs resmi klub.
“Pada saat bursa transfer musim dingin dibuka nanti, Zaza meminta dilepas ke klub lain atau dilepas dengan status pinjaman, maka kami tidak akan memperbolehkannya. Dia masih dibutuhkan tim,” lanjutnya.
“Dia masih muda dan masih bisa meningkatkan performanya ke level tertinggi,” katanya lagi. (As)

