Lazio meraih kemenangan telak 5-2 atas Hellas Verona di Stadion Olimpico dalam lanjutan Serie A, Jumat (12/2/2016) dinihari WIB.
Untuk Lazio, ini merupakan kemenangan perdana mereka setelah di tiga laga terakhirnya meraih dua kali hasil seri dan satu kali kalah. Bukan cuma itu saja, bahkan mereka tak dapat menciptakan gol di tiga pertandingan itu. Dengan kemenangan yang didapatkan dari Hellas Verona membawa mereka kini naik ke posisi ketujuh klasemen sementara Serie A dengan koleksi 36 angka. Sedangkan Verona makin terpuruk di dasar klasemen dengan raihan 15 angka.
Menghadapi Verona, Lazio hampir menyia-yiakan keunggulan tiga gol ketika Leandro Greco dan Luca Toni mengantarkan timnya memperkecil kertertinggalannya jadi 2-3 di paruh kedua. Akan tetapi, untungnya, Lazio bisa kembali menjaga keunggulannya usai Balde Diao Keita dan Antonio Candreva membobol gawang lawan. Alhasil, tim tuan rumah berhasil meraih kemenangan usai menang 5-2 atas Verona.
Kendati menang dengan skor menyakinkan, Lazio baru dapat membuka keunggulannya di menit-menit akhir babak pertama lewat Alessandro Matri. Gol diawali dari sebuah operan yang dilepaskan Danilo Cataldi kepada Matri. Nama pemain terakhir yang disebutkan itu lantas melepaskan tembakan keras yang tak bisa ditepis oleh penjaga gawang Hellas Verona, Pierluigi Gollini. Skor 1-0 untuk keunggulan Lazio yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-49, Lazio berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 atas Verona. Kali ini giliran Stefano Mauri yang mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan operan manis dari Cataldi.
Lazio menambahkan keunggulannya jadi 3-0 pada menit ke-69 lewat gol Felipe Anderson. Berawal dari kesalahan Anderson dalam menggiring bola, namun bola malah mengarah ke Matri yang diberikan ke Anderson. Dengan gampang, Anderson mengirim bola ke dalam jala lawan.
Tak lama kemudian atau tepatnya tiga menit berselang setelah gol Anderson, Verona bisa memperkecil ketertinggalannya jadi 1-3 dari Lazio lewat gol Greco. Tendangan bebas yang dieksekusinya berhasil merobek gawang tim tuan rumah.
Verona kembali menipiskan ketertinggalannya menjadi lebih dekat 2-3 dari Lazio di menit ke-79. Toni melepaskan tembakan tepat ke arah gawang Lazio tanpa bisa ditepis oleh Marchetti.
Lazio langsung bangkit dan tampil menekan. Hasilnya sangat oke, kala laga menginjak menit ke-82, mereka bisa mengubah skor menjadi 4-2 atas Verona lewat gol Keita. Berawal kesalahan yang dilakukan pemain lawan, Miroslav Klose langsung melakukan countter attack. Kemudian memberikan operan kepada Keita, yang lantas melepaskan tembakan voli untuk menjebol gawang Gollini.
Di masa injury time, Lazio mendapatkan hadiah penalti usai Gilberto melakukan pelanggaran terhadap Senad Lulic di kotak penalti. Antonio Candreva yang tampil sebagai pemain pengganti ke depan menjadi algojo dan menjalani tugasnya dengan bagus. Skor kini jadi 5-2 untuk Lazio.
Di sisa waktu tak ada gol tambahan tercipta lagi dari kedua tim. Skor berakhir 5-2 untuk kemenangan Lazio atas Verona.
Di sisi lain, ada tambahan berita terbaru tentang kubu AS Roma.
AS Roma akan melakoni pertandingan krusial menghadapi Real Madrid di ajang Liga Champions tengah pekan depan. Akan tetapi, I Lupi ingin konsentrasi ke pertandingan kontra Carpi untuk melanjutkan tren kemenangan di Liga.
Usai dikalahkan Juventus dengan skor akhir 0-1, Roma meraih kemenangan 3-1 atas Frosinone, kemudian mengalahkan Sassuolo dengan skor akhir 2-0, lalu menaklukkan Sampdoria dengan skor akhir 2-1 pada akhir minggu silam. Sekarang ini Giallorossi membidik kemenangan keempat secara berturut-turut kala menjalani laga tandang ke kandang Carpi, Sabtu (13/2/2016) dinihari WIB.
Hasil positif dari laga melawan Carpi bakal membuat mental para pemainnya menjadi lebih kuat dan percaya diri ketika menghadapi Madrid di Olimpico dalam pertandingan leg perdana babak perdelapan final Liga Champions. Maka itu klub Serigala itu berambisi membidik kemenangan dan sekaligus menjaga kans mereka dalam persaingan gelar juara Serie A musim ini.
“Kami sekarang ini fokus ke laga melawan Carpi. Kami tahu kami akan menjalani laga berat tengah pekan depan yakni, menghadapi Real Madrid. Tapi yang lebih penting saat ini adalah kami harus bisa meraih kemenangan atas Carpi dan kemenangan ini sangatlah penting untuk kami dalam menjaga persaingan kami dari perebutan gelar juara Scudetto dan juga akan membuat mental serta percaya diri para pemain kami meningkat,” ujar manajer AS Roma, Luciano Spalleti.
“Jika anda berpikir laga selain laga selanjutnya maka semuanya tidak bisa berjalan lancar. Juventus telah mencatatkan 14 kali menang secara berturut-turut, Napoli 10 kali. Jika kami ingin seperti mereka, maka kami harus fokus ke laga terlebih dulu,” lanjutnya.
“Saya yakin kami pasti bisa mengatasi Carpi, bukannya kami meremehkan mereka karena lawan berada di papan bawah klasemen, tapi kami punya segala cara untuk memenangi pertandingan ini. Kami pun tak sabar ingin segera menjalani laga ini,” katanya menambahkan.
Di perjumpaan perdana kontra Carpi di Olimpico, September lalu, Roma tampil sebagai pemenang dengan skor besar 5-1. Kini Roma masih berada di posisi kelima klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 44 angka dari 24 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini dan masih tertinggal 12 angka dari Napoli yang berada di puncak klasemen dan tertinggal 10 angka dari Juventus yang berada di urutan kedua klasemen. Namun cuma terpaut dua angka dari Fiorentina yang berada di posisi ketiga klasemen.
Di bawah ini masih ada tambahan berita lainnya. Kali iniĀ Fabio Cannavaro memprediksi bahwa laga antara Juventus melawan Napoli akan berakhir imbang.
Bianconeri akan menjamu Napoli di Juventus Stadium dalam lanjutan Serie A akhir minggu ini. Mantan pemain Juventus dan Partenopei, Fabio Cannavaro, memperkirakan pertandingan tersebut akan berakhir imbang.
Seperti yang sudah dikatakan bahwa laga ini akan digelar di depan pendukung Juventus, Minggu (14/2/2016) dinihari WIB. Keduanya tengah sama-sama dalam langkah oke.
Si Nyonya Tua menorehkan 14 kemenangan secara berturut-turut di Serie A dari bulan November tahun silam. Sedangkan Napoli juga meraih kemenangan sebanyak empat kali secara beruntun di Liga.
Napoli juga bermain tajam dengan membuat 12 gol dari empat pertandingan tersebut dan hanya kemasukan tiga gol. Dari dua laga pamungkas, mereka berhasil menorehkan clean sheet. (As)

