Massimiliano Allegri yang kontraknya di Juventus sisa semusim kabarnya tengah diincar sejumlah klub besar Eropa. Tapi kubu Bianconeri tak akan melepasnya.
Seperti diketahui, kontrak Massimiliano Allegri dengan Juventus cuma sisa satu musim saja dan akan selesai di bulan Juni tahun 2017 nanti. Kondisi itu tentu tidak akan betah untuk Bianconeri, lantaran akan mengundang perhatian isu atau menarik perhatian klub-klub lain yang akan mendapatkan jasa sang pelatih di bursa transfer musim panas nanti.
Direktur Olahraga Juventus Giuseppe Marotta menyatakan bahwa klubnya memiliki peluang dalam mempertahankan Allegri lebih lama dan sekaligus ingin meneruskan langkah keberhasilan hingga kini. Dari kesepakatan itu, Marotta menyebut bahwa adanya pembahasan kontrak anyar bersama Allegri.
“Juventus merupakan salah satu tim raksasa di Serie A dan Eropa. Mereka memiliki pekerjaan untuk mempertahankan manajer. Kami sudah membuktikannya kala Antonio Conte menangani klub kami, sekarang kami ingin mencobanya kembali kepada pelatih Massimiliano Allegri,” kata Marotta seperti yang dilansir situs resmi Juventus.
“Allegri bekerja atau melatih para pemain kami dengan sangat baik dan hingga kini dia sedang membawa klub kami ke jalur yang tepat. Dia berhasil menunjukkan bahwa dia juga bisa mencapai kesuksesan seperti yang sudah dilakukan Conte bersama klub kami di beberapa tahun terakhir,” lanjutnya.
“seperti yang sudah disebutkan di atas itu bahwa kontrak dia di klub kami tinggal satu musim lagi dan kami tahu itu akan mengundang banyak perhatian klub-klub lain yang akan mendapatkan tanda tangan sang pelatih di bursa transfer musim panas nanti, tapi kami tidak akan mudah melepasnya dan kami sudah berencana untuk menawarkan kontrak baru kepada dia lagi dalam waktu dekat ini dan kami tentunya ingin terus bekerja sama dengan dia untuk beberapa tahun ke depan,” katanya lagi.
Pada awal bergabungnya Allegri di Juventus sempat diragukan sebagian para fans, lantaran melihat kinerja Allegri yang kurang bagus kala menangani AC Milan. Namun di musim pertamanya, pelatih berumur 48 tahun tersebut berhasil mengantarkan Si Nyonya Tua meraih kesuksesan dengan meraih gelar Serie A dan trofi Coppa Italia, serta membawa Juventus sebagai runner-up Liga Champions. Pada musim keduanya, Juventus sedang di posisi teratas untuk kembali mempertahankan gelar Scudetto dan memiliki kans untuk meraih trofi Coppa Italia.
Di bawah ini ada kronologi laga Juventus mengalahkan Palermo.
Juventus kian dekat dengan gelar juara Liga musim ini. Bermain di depan publiknya sendiri, Bianconeri meraih kemenangan besar 4-0 atas Palermo di Juventus Stadium dalam lanjutan Serie A, Minggu (17/4) malam WIB kemarin.
Menghadapi Palermo yang berlangsung di Juventus Stadium, Juventus unggul cepat lewat aksi Sami Khedira. Keunggulan itu bertahan hingga paruh perdana selesai.
Di babak kedua, Juventus mencetak tiga gol tambahan ke gawang Palermo. Tiga gol tersebut dilesakkan oleh Paul Pogba, Juan Cuadrado dan Simone Padoin. Dengan tambahan tiga poin ini maka Juventus kian kokoh di puncak klasemen sementara Serie A dengan raihan 79 angka dan sekarang ini sedang memimpin sembilan angka dari Napoli yang berada di posisi kedua klasemen dari 33 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini. Sedangkan Palermo berada di urutan ke-19 klasemen dengan koleksi 28 angka dan tertinggal tiga angka dari Carpi yang berada di zona aman.
Kronologi Laga
Juventus lantas tampil menyerang begitu pertandingan dimulai. Hasilnya sangat oke, Sami Khedira sudah mencatatkan namanya di papan skor pada menit kesepuluh dan sekaligus memberikan keunggulan Juventus jadi 1-0 atas Palermo. Gol diawali dari sebuah umpan yang dilepaskan Paul Pogba kepada Khedira. Nama pemain terakhir yang disebutkan itu sempat mengontrol bola dengan dadanya dan kemudian melepaskan tendangan voli untuk merobek jala Palermo.
Enam menit berselang, Juventus malah ditinggal Claudio Marchisio yang mendapatkan cedera setelah melakukan tekelan ke pemain Palermo. Usai Marchisio dikeluarkan dari lapangan hijau, Juventus terlihat tampil kurang tajam.
Palermo pun sempat mendapatkan beberapa kans. Salah satunya peluang didapatkan oleh Ivaylo Chochev. Namun sepakan yang dilakukannya masih dapat diamankan dengan baik oleh kiper Juventus, Gianluigi Buffon.
Usai itu, Juventus baru bisa kembali menyerang lewat sisi kanan. Pogba nyaris menggandakan keunggulan timnya andaikan tendangan volinya tidak bisa ditepis kiper Stefano Sorrentino dan bola tepisan itu sempat mengenai tiang gawang dan tidak masuk ke dalam jala.
Palermo yang bermain tertekan tapi punya peluang bagus untuk mencetak gol balasan di menit ke-30. Franco Vazquez memberikan operan jitu kepada Aleksandar Trajovski yang lantas melepaskan tendangan tanpa bisa dihalau Buffon. Namun tidak terjadi gol lantaran Andrea Barzagli yang berdiri di garis gawang berhasil menyapu bola tersebut.
Kali ini giliran Chochev yang mencoba peruntungannya. Namun tendangan yang dilakukannya dari jarak dekat sempat mengenai Khedira dan bola keluar dari lapangan. Skor 1-0 tetap bertahan hingga babak pertama selesai.
Memasuki babak kedua, Juventus kembali mendominasi jalannya laga. Gol kedua baru datang kala laga memasuki menit ke-71, diawali dari tendangan sudut, Pogba yang tanpa terkawal dengan mudah menyambar bola yang tidak bisa ditepis kiper Palermo.
Tiga menit kemudian, Juventus menambahkan keunggulannya menjadi 3-0 atas Palermo. Kali ini gawang Sorrentino dirobek oleh Juan Cuadrado. Upaya Palermo untuk membalas gol belum menemui sasaran. Pada menit ke-81, Achraf Lazaar punya kans bagus untuk memperkecil ketertinggal, tapi sayangnya tembakannya bisa dihalau oleh Buffon.
Simone Padoin yang tampil sebagai pemain pengganti memantapkan kemenangan Juventus menjadi 4-0 atas Palermo lewat golnya pada menit ke-90. Padoin membobol gawang Sorrentino usai memanfaatkan umpan Alvaro Morata. Setelah itu tak ada gol tambahan tercipta hingga laga selesai.
Beralih ke Liga Primer Inggris, Arsenal ditahan imbang dengan Crystal Palace.
Arsenal gagal memetik kemenangan kala menjamu Crystal Palace di lanjutan Liga Primer Inggris. Bertanding di Emirates Stadium, The Gunners ditahan 1-1 dengan tim tamu.
Di pertandingan giornada ke-34 Liga Primer Inggris yang digelar di Emirates Stadium, Minggu (17/4) malam WIB, Arsenal bisa mengakhiri babak pertama dengan unggul 1-0 atas Crystal Palace lewat gol Alexis Sanchez. Akan tetapi, keunggulan The Gunners tidak bisa dipertahankan, sebab Palace bisa mencetak gol balasan di menit ke-80 melalui aksi Yannick Bolasie.
Dari hasil imbang ini, maka Arsenal harus turun ke peringkat keempat klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 60 angka dalam 33 pertandingan yang sudah dijalaninya pada musim ini dan tertinggal 13 angka dari Leicester City yang berada di puncak klasemen. Sedangkan Palace berada di urutan ke-16 klasemen dengan raihan 39 angka dalam 34 pertandingannya.
Kronologi Laga
Arsenal tampil sangat dominasi di awal menit babak pertama. Statistik mencatatkan bahwa mereka unggul penguasaan bola hingga 72 persen berbanding 28 persen milik Palace. Akan tetapi, tekanan yang dilancarkan The Gunners kurang tajam.
Selama 30 menit pertandingan berlangsung, Arsenal mencatatkan lima kans, namun tidak ada satu pun yang mengarah ke gawang lawan. Sedangkan Palace tampil dengan bermain bertahan dan menggandalkan serangan balik.
Palace justru memiliki peluang bagus di menit ke-28 melalui aksi Yannick Bolasie. Bolasie melepaskan tendangan dari jarak jauh, tapi bola hasil tembakannya bisa diredam oleh kiper Arsenal, Petr Cech.
Di masa injury time paruh perdana, Arsenal baru bisa memecah kebuntuannya. Sundulan Sanchez berhasil merobek gawang Palace usai meneruskan operan Danny Welbeck. Skor 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah yang sekaligus bertahan hingga babak pertama selesai.
Di paruh kedua, tim tuan rumah kembali menekan dan dominasi jalannya laga. Alex Iwobi memperoleh kans pada menit ke-52, tapi sundulannya yang menyambut umpan Francis Coquelin masih melebar dari sasaran.
Mesut Oezil sempat mendapatkan peluang bagus tujuh menit berselang. Namun tendangan bebas yang dieksekusi Oeil masih melayang dari gawang.
Palace yang tampil tertekan bisa mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-82 lewat serangan balik yang didirikan Emmanuel Adebayor lewat sisi kiri. Bolasie yang menerima operan dari Adebayor melepaskan tendangan kaki kiri tanpa bisa dihadang Cech.
Di sisa waktu laga babak kedua, Arsenal terus menekan untuk mencari keunggulannya kembali. Namun hingga laga usai, skor tetap 1-1 bertahan untuk kedua tim. (As)

