Kondisi Paulo Dybala belum pulih 100 persen. Maka itu Juventus dipastikan tidak dapat memainkan Dybala kala melawan AC Milan di lanjutan Serie A.
Paulo Dybala telah menepi sejak pertandingan Derby melawan Torino, 20 Maret lalu, lantaran sang pemain mengalami cedera paha yang bikin dirinya juga tidak bisa membela timnas Argentina di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL.
Kondisi Dybala hingga kini belum sembuh total setelah mendapatkan perawatan dan istirahat sekitar dua minggu. Penyerang yang kini baru berusia 22 tahun ini tak bisa menjalani sesi latihan dengan rekan satu timnya dalam seminggu ini.
Dengan demikian, pelatih Juventus Massimiliano Allegri pun tidak ingin mengambil resiko dan opsi mengistirahatkannya lagi alias absen di laga melawan AC Milan di laga lanjutan Serie A akhir pekan ini yang akan berlangsung di San Siro, Minggu (10/4) dinihari WIB.
“Tim medis klub mengatakan kepada kami bahwa kondisi Paulo Dybala belum fit total dan dia butuh istirahat lagi untuk bisa mencapai kebugarannya kembali. Dengan pernyataan itu, maka kami pun tidak ingin mengambil resiko untuk memainkannya terlebih dulu. Jadi dia dipastikan absen kala Juventus menghadapi AC Milan akhir pekan ini atau dinihari ini,” terang Allegri di situs resmi klub.
“Kami tentu ingin memberikan yang terbaik kepada klub, tapi kami juga tidak bisa memaksa pemain untuk tampil jika tidak dalam kondisi fit 100 persen. Mungkin dia sudah bisa kembali mengikuti sesi latihan pada pekan depan dan bisa bermain untuk laga berikutnya,” lanjutnya.
“Dia masih muda dan kami tidak perlu terburu-buru dengan situasi itu. Apalagi para pemain kami lainnya semuanya sedang dalam kondisi on fire alias siap beraksi. Jadi saya tinggal memilih saja siapa yang akan dimainkan di laga melawan AC Milan,” katanya menambahkan.
“Kami berharap dia bisa segera kembali bermain bersama kami, lantaran dia adalah salah satu pemain masa depan untuk tim dan kontribusinya di musim ini sangat bagus. Kami senang dia bisa bermain oke dan selalu berusaha membantu tim meraih kemenangan.”
Dalam 31 giornada berjalan, Juventus sekarang ini berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 73 angka dan unggul enam poin dari Napoli yang berada di peringkat kedua klasemen. Dybala sendiri telah mencetak 18 gol dalam 40 laga yang dilewatinya pada musim ini.
Beralih ke kubu Inter Milan, manajer Nerazzurri Roberto Mancini menampik rumor yang mengatakan dirinya sedang diincar beberapa tim dari Liga Primer Inggris. Konsentrasi Mancini kini adalah menghormati kontraknya di klub yang bemarkas di Giuseppe Meazza.
Liga Primer Inggris memang tidak asing lagi untuk Mancini, lantaran sebelumnya dia pernah melatih di sana sekitar empat tahun dengan menjadi manajer di Manchester City. Sebelum akhirnya didepak di tahun 2013 lalu.
Selama membesut The Citizens, Mancini mempersembahkan sebuah gelar Liga Primer Inggris dan satu gelar Piala FA. Bisa dikatakan, City dapat seperti saat ini juga berkat kinerja Mancini.
Maka tidak perlu heran andai nama Mancini beredar kala Arsenal digadang-gadang akan memberhentikan Arsene Wenger di musim panas nanti. Tidak hanya The Gunners, kabarnya ada beberapa tim Inggris lainnya juga ingin memakai jasa manajer berumur 51 tahun itu.
Belakangan ini nama Mancini memang kerap digosipkan menyusul penampilan buruk Inter di paruh kedua musim ini, dari sebelumnya menjadi pesaing keras dalam perebutan gelar juara Liga, sekarang ini malah berada di posisi kelima klasemen dan bahkan terlihat sulit menembus posisi tiga besar.
Akan tetapi, Mancini langsung menampik isu itu dan sekaligus menyatakan akan tetap konsentrasi dengan tugasnya menjadi manajer Inter, setidaknya sampai kontraknya selesai di tahun 2017.
“Saya tidak tahu dari mana asal muncul isu seperti di atas itu dan itu semuanya tidak benar. Hingga kini saya sendiri pun tidak mengetahuinya dan tidak pernah menerima tawaran dari klub manapun. Kini saya sedang fokus membantu Inter Milan meraih kemenangan,” jelas Mancini di situs resmi klub.
“Pihak klub juga tidak pernah mengatakan bahwa ingin memutuskan kontrak dengan saya. Jadi saya tidak ingin terganggu dengan hal-hal aneh lagi, karena itu bisa mengganggu konsentrasi saja.”
Mancini juga menjelaskan kenapa performa timnya belakangan ini tidak setangguh dengan di awal musim ini. “Ya, penampilan para pemain kami memang tidak konsisten dan kami akui itu. Tapi perlahan akhirnya kami bisa terlihat menyatu dan kami berharap bisa terus bekerja sama dengan sebaik mungkin,” ucap Mancini lagi.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu AS Roma.
AS Roma kini tengah membidik finis di peringkat kedua klasemen akhir Serie A. I Lupi yakin dapat finis di atas Napoli.
Pada papan klasemen sementara Serie A musim ini, Roma kini berada di urutan ketiga klasemen dengan mengoleksi 63 angka dan tertinggal empat angka dari Napoli yang berada di urutan kedua klasemen.
Giallorossi memiliki target untuk finis di peringkat kedua. Maka itu, mereka akan terus berusaha dalam menekan para rivalnya, terutama Napoli, dan ssekaligus menjaga jarak dari Inter Milan dan Fiorentina yang sedang berada di posisi keempat dan kelima klasemen.
Kala menjalani pertandingan kontra Bologna, Roma akan terus tancap gas. Pemain AS Roma, Alessandro Florenzi, juga berharap Napoli akan kehilangan angka kala melawan tim papan bawah, Hellas Verona.
“Kami pikir jarak kami dengan Napoli tidak terlalu jauh, cuma selisih empat poin dan itu tidak sulit dikejar asalkan mereka kehilangan poin di laga lawannya dan kami harus menang. Maka itu kami harus berkosentrasi penuh menghadapi lawan kami,” ujar Florenzi di situs resmi klub.
“Kami juga wajib menang guna untuk menjaga jarak kami dengan tim yang berada di posisi bawah kami seperti Fiorentina dan Inter Milan, jadi kami harus menang terus di sisa laga musim ini,” lanjutnya.
“Kami harus bersatu dan menyatu gaya permainan kami. Kami tidak boleh main-main lagi, karena ini sangat penting untuk kami dan memastikan satu tiket lolos langsung bermain di Liga Champions musim depan,” tandasnya. (As)

