Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menegaskan bahwa timnya akan tetap tampil menyerang kala menghadapi klub raksasa Jerman, Bayern Munich, di Liga Champions.
Setelah pengundian dilakukan pada beberapa pekan lalu, mempertemukan Juventus menghadapi Bayern Munich di babak perdelapan final Liga Champions musim ini. Bianconeri akan terlebih dulu bertindak sebagai tim tuan rumah dalam laga leg perdana pada akhir bulan Februari lalu. Tiga pekan berselang, giliran Die Roten yang menjadi tuan rumah menjamu Juventus di Allianz Arena dalam laga leg kedua.
Melihat torehan statistik atau kekuatan kedua tim, Bayern jelas lebih difavoritkan ketimbang Si Nyonya Tua. Mulai dari tahun 2005 lalu, Juventus cuma satu kali menaklukkan Bayern dari enam kali perjumpaan. Sedangkan dari empat laga pamungkas, Bayern tak tertaklukkan kala menghadapi Juventus, dengan rincian menang tiga kali dan satu kali bermain imbang. Selain itu dari empat laga itu, Bayern menciptakan delapan gol dan hanya kebobolan sekali saja.
Kendati akan menjalani laga berat, Juventus digadang Massimiliano Allegri tak cuma akan bermain bertahan ketika menghadapi klub besar Jerman itu di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Namun Allegri mengaku bahwa timnya perlu persiapan diri dengan sebagus mungkin andai ingin tembus ke babak delapan besar.
“Lawan Bayern Munich di babak 16 besar Liga Champions seperti di laga final. Kami tahu banyak yang menjagokan Bayern ketimbang Juventus dan banyak yang mengira bahwa Juventus akan bermain bertahan ketika melawan Bayern, itu salah. Kami justru tidak tertarik bermain bertahan saja yang kemudian menggandalkan serangan balik. Justru kami ingin membuktikan bahwa kami tidak takut dengan tim manapun dengan cara bermain menyerang,” ungkap Allegri di situs resmi klub.
“Terlebih dulu sebelum bertanding, kami harus persiapkan diri dengan sebaik-baiknya demi bisa melaju ke babak delapan besar Liga Champions. Kami tahu Bayern tidak mudah dikalahkan apalagi mereka digadang kandidat juara Eropa, tapi kami tidak pernah merasa gentar dengan hal itu dan itu justru membuat kami merasa tertantang,” sambungnya.
“Ajang Eropa tersebut sangatlah krusial. Usai final di Berlin musim silam, Juventus kini sudah berubah. Serie A memang ditotalkan, namun perlahan tapi pasti klub berada di papan atas klasemen. Sekarang ini Liga Champions yang paling disaksikan semua orang dan kami pastinya ingin memperlihatkan bahwa kami bisa mengalahkan Bayern,” ujarnya lagi.
“Saya lihat laga ini bakal berjalan seru dan sengit. Dan pastinya kedua tim akan memainkan kekuatan terbaiknya demi mencari kemenangan. Kami yang terlebih dulu bermain di kandang sendiri harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mempermudah kami kala menghadapi laga leg kedua di kandang Bayern.”
Kabar terbaru datang dari salah satu klub top Inggris, Chelsea. Pelatih sementara The Blues Guus Hiddink, menyatakan dengan tegas bahwa keinginannya untuk mendatangkan Didier Drogba. Namun Chelsea harus menanti kabar dari Montreal Impact.
Hiddink sudah diangkat menjadi pelatih sementara Chelsea sampai akhir musim. Dia mengisi posisi Jose Mourinho, yang dipecat karena gagal membawa klub ke jalur kemenangan.
Dari konferensi pers perdananya, Rabu (23/12) malam WIB, Hiddink kembali menyatakan keinginannya untuk memboyong Drogba.
Menurut Hiddink, Drogba bisa mengantarkan peranan krusial dari misinya membawa Chelsea kembali ke jalur benar di paruh kedua musim. Hal ini tentu tak lepas dari pengalaman bermain Drogba di Chelsea yang sudah bertahun-tahun.
“Saya pernah melatih Didier Drogba sekitar enam tahun. Saya merasa senang punya pemain bagus seperti dia dan dia kini memiliki pengalaman yang sangat banyak,” ungkap Hiddink.
“Dia telah sebagai pemain veteran di Chelsea. Namun kami harus menunggu kabar dari Montreal Impact dan kami berharap mereka akan melepas Drogba kepada kami. Kenapa saya sangat ingin mendatangkannya, karena saya yakin dia yang bisa membawa Chelsea kembali ke jalur kesuksesan,” sambungnya.
Drogba kini sedang mencicipi liburan ajang. Pemain yang kini sudah berumur 37 tahun ini masih merumput dan punya kontrak bersama klub Montreal Impact, sampai bulan Desember tahun 2016 mendatang.
Ini yang akan sebagai ganjalan menyusul Montreal tidak akan mudah melego pemain yang bermain bagus di musim pertamanya di MLS. Striker asal Pantai Gading itu mencetak 12 gol dalam 12 laga yang dilewatinya.
“Kami tahu Chelsea sangat membutuhkan Drogba, namun kami juga perlu dia dan kami ingin dia bermain bersama kami,” tulis keterangan resmi Montreal melalui akun Facebook-nya.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya lagi tentang kubu Liverpool.
Penyerang Liverpool Christian Benteke tidak kerap sebagai pemain utama ketika dibesut Juergen Klopp. Pelatih asal Jerman tersebut diharapkan bisa memasang penyerang internasional Belgia itu sebagai starter.
Klopp mulai melatih Liverpool di bulan Oktober silam, Benteke hanya tampil sebanyak delapan laga di Premier League. Empat di antaranya bermain sejak awal, sedangkan sisanya dari bangku cadangan.
Dari delapan bermainnya, Benteke belum bisa melakukan kontribusi yang bagus untuk The Reds. Dia cuma menciptakan dua gol untuk Liverpool.
Dengan gol-gol yang masih sedikit, maka tidak perlu heran jika Liverpool tidak mempercayai dengan performa Benteke. Kendati begitu, Klopp diharapkan bisa memberikan kesempatan tampil untuk Benteke sebagai starter.
Liverpool akan menjamu Leicester City di pekan ke-18 Liga Primer Inggris, Sabtu (26/12) malam WIB. Kemudian akan bertandang ke kandang Sunderland empat hari kemudian.
Mantan pemain Liverpool, Jan Molby, memberikan saran supaya Benteke diturunkan sejak awal di pertandingan tersebut.
“Christian Benteke harus sebagai pemain utama di barisan depan Si Merah kontra Leicester City,” ujar Molby.
“Menurut saya, Benteke sebenarnya punya kualitas bermain yang luar biasa. Cuma saja Juergen Klopp masih mencoba merotasi para pemain Liverpool. Saya pikir tidak salah lagi jika memainkan Benteke sebagai starter di barisan depan tim skuad,” lanjutnya.
“Benteke bisa membawa tim ke jalur yang benar. Dia tahu apa yang harus dilakukan di atas lapangan hijau untuk bisa membantu menang.”
Liverpool sendiri saat ini masih berada di posisi kesembilan klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 24 poin dari 17 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini. (As)

