Tim nasional Inggris mempertahankan rekor bagusnya di kualifikasi EURO 2016. Menjamu Estonia, The Three Lions menang dua gol tanpa balas.
Dalam laga meladeni Estonia di Stadion Wembley, Sabtu (10/10) dinihari WIB tadi, pertandingan ini sebenarnya tidak penting lagi untuk timnas Inggris. Lantaran tim besutan Roy Hodgson itu telah dipastikan melaju ke putaran final Piala Eropa 2016 dengan menjadi juara grup.
Meski begitu, The Three Lions tetap bermain menyerang. Bermain di depan pendukungnya sendiri, Inggris tampil dominasi jalannya pertandingan. Statistik menunjukkan bahwa Inggris unggul ball posession hingga 65 persen berbanding 35 persen milik Estonia. Selain itu, Inggris juga bisa melepaskan 25 tendangan dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang.
Dalam pertandingan berlangsung itu, Inggris lantas tampil menekan. Walcott mendapatkan peluang bagus pada menit keempat. Namun tendangan yang dilepaskannya bisa diamankan dengan baik oleh Mihkel Aksalu.
Sepuluh menit berselang, giliran Ross Barkley yang mencoba peruntungannya. Sepakan Barkley sudah tepat ke arah gawang Estonia, tapi tidak terjadi gol, lantaran bola hasil tembakannya bisa dijinakkan oleh Aksalu.
Inggris baru dapat memecah kebuntuannya di menit-menit akhir paruh perdana. Operan jitu Barkley diteruskan Walcott dengan sebuah tendangan kaki kanan yang tidak mampu ditepis oleh Aksalu.
Skor 1-0 untuk keunggulan timnas Inggris yang sekaligus bertahan hingga babak pertama selesai.
Di paruh kedua, Inggris kembali tampil menekan pertahanan lawan dan nyaris menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 di menit ke-50. Diawali dari sepakan bebas, James Milner mengeksekutornya dengan cepat dengan memberikan si kulit bundar kepada Adam Lallana. Nama terakhir yang disebutkan itu lalu melepaskan tendangan keras yang dapat dihadang oleh Aksalu. Bola rebound mengarah ke Harry Kane. Namun usahanya untuk menciptakan gol di hadang oleh Aksalu yang bereaksi cepat setelah menghadang sepakan Kane.
Tak lama berselang, giliran Barkley nyaris membobol gawang Estonia, jika tembakan kerasnya tidak bisa ditepis oleh Aksalu.
Gol kedua Inggris baru datang ketika laga memasuki menit ke-85, kali ini giliran Raheem Sterling yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Jamie Vardy dan sekaligus mengubah skor menjadi 2-0.
Setelah itu, Inggris yang unggul dua gol tidak mengendurkan serangannya. Mereka terus melancarkan serangan ke pertahanan Estonia di sisa waktu babak kedua. Namun upaya mereka untuk menambahkan gol tidak menemui sasaran.
Hingga peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap 2-0 untuk kemenangan timnas Inggris atas Estonia. Dengan tambahan tiga poin ini, membuat Inggris kian oke saja di pucuk klasemen Grup E Kualifikasi Piala Eropa 2016 dengan mengoleksi 27 angka usai meraih hasil sempurna dari sembilan laganya. Sedangkan Estonia kini berada di posisi keempat klaemen dengan raihan 10 angka dan terpaut tiga poin dari Slovenia yang berada di peringkat ketiga klasemen.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Sunderland.
Sunderland telah memiliki pelatih anyar setelah melakukan pemecatan terhadap Dick Advocaat. Sunderland mengangkat Sam Allardyce menjadi pelatih di klubnya.
The Black Cats dan Allardyce telah mencapai kesepakatan soal kontrak yang berisi dua tahun. Allardyce, yang sekarang ini berumur 60 tahun, terakhir membesut West Ham United sampai akhir musim silam.
Selain The Hammers, Allardyce pernah membesut tim-tim Inggris lainnya seperti, Newcastle United, Blackpool, Notts County, Bolton Wanderers, Blackburn Rovers dan Sunderland.
Atas pengalaman yang dimiliki seorang pelatih seperti Allardyce dan pastinya tidak asing lagi bermain di Inggris, hal ini yang membuat Sunderland menggaetnya.
“Saya tahu saya sudah melatih sejumlah klub Inggris. Maka itu saya langsung menandatangani kontrak ketika tawaran datang dari Sunderland,” ungkap Allardyce di website resmi klub.
Pekerjaan Allardyce di klub baru jelas tak gampang. Dia harus bisa menaikkan timnya yang sedang berada di posisi ke-19 klasemen di Liga Primer Inggris musim ini. Seperti diketahui, Sunderland cuma mengoleksi tiga angka saja dari delapan pertandingan yang dilewatinya.
“Saya tahu ini bukan tugas mudah, tapi saya justru merasa tertantang. Dan kondisi seperti itu sudah pernah saya rasakan di tahun-tahun sebelumnya. Saya ingin membuktikannya lagi bahwa saya bisa membawa klub baruku kembali ke jalur kesuksesan,” ucapnya lagi. (As)

