Fredy Guarin mulai saat ini bukan pemain Inter Milan lagi, usai pemain internasional Kolombia itu resmi bergabung ke klub China, Shanghai Shenhua.
Dari beberapa minggu pamungkas Fredy Guarin memang telah dihubungkan bersama beberapa klub China seperti Shanghai Shenhua dan Jiangsu Suning. Akan tetapi, dari langkahnya Jiangsu Suning mundur dari kejaran usai diklaim gagal mencapai kesepatan bersama Nerazzurri. Sampai lalu Shanghai Shenhua mendekati Inter dan kedua belah pihak akhirnya bisa mencapai kesepakatan.
Shanghai Shenhua lewat akun twitternya mengonfirmasi bahwa sudah berhasil mendapatkan tanda tangan Guarin dari Inter Milan di bursa transfer musim dingin bulan Januari ini.
“Shanghai Shenhua kembali mengumumkan bahwa sudah mencapai kata sepakat bersama Inter Milan terkait transfer Fredy Guarin di bursa transfer musim dingin ini. Guarin diharapkan bisa memberikan yang terbaik kepada klub,” tulis keterangan resmi klub.
Kesepakatan transfer Guarin juga sudah diumumkan oleh manajer Shanghai Shenhua, Gregorio Manzano. Nama orang yang terakhir disebutkan itu yakin dengan kehadiran Guarin bisa bikin timnya menjadi lebih baik menjelang musim 2016. Namun tidak disebutkan berapa nilai transfer sang pemain dan juga kontrak yang diberikan dari klub China itu kepada pemain barunya.
“Kehadiran Fredy Guarin akan sangat membantu dan bisa membuat Shanghai Shenhua menjadi lebih kuat untuk menghadapi musim depan. Kami tentu sangat ingin membangun tim kami menjadi lebih baik dan lebih oke, ini tentu untuk masa depan untuk semua pemain yang bermain di klub kami,” kata Manzano.
Pada musim ini, Guarin sempat bermain sebanyak 16 laga dengan berseragam Inter. Dari sejumlah pertandingan yang dilewatinya, dia menciptakan satu gol dan membuat tiga assist.
Di sisi lain ada kabar berita lainnya.
Alex Teixeira akui bahwa dirinya sangat ingin tampil bersama Liverpool pada musim dingin ini. Akan tetapi, Teixeira sadar kalau klubnya, Shakhtar Donetsk, tidak mungkin akan mudah melegonya ke klub lain.
Teixeira telah dari satu minggu pamungkas ini selalu dikaitkan bersama Liverpool. Pemain internasional Brasil tersebut digadang-gadang akan sebagai jawaban untuk membantu ketajaman barisan depan The Reds sekarang ini.
Beberapa waktu lalu ada kabar dari media-media Inggris lainnya mengatakan bahwa tim pemanduan Liverpool berangkat ke Florida, Amerika Serikat, demi berjumpa perwakilan Shakhtar dan juga sang pemain, yang mana mereka sedang melakoni latihan.
Akan tetapi, keinginan Liverpool mendatangkan Teixeira tampaknya tak akan gampang mengingat Shakhtar hingga kini mematok harga cukup mahal yakni, 38 juta poundsterling, baru akan melepas pemain berumur 26 tahun ini. Pinangan perdana Liverpool hanya sebesar 32 juta euro digadang Teixeira telah ditampik Shakhtar.
Teixeira tentu menyayangkan kesempatan ini karena dia sudah sangat ingin bermain untuk Liverpool. Sekarang ini dia cuma bisa berharap presiden Shakhtar akan melepasnya ke klub Inggris itu.
“Shakhtar Donetsk telah mendapatkan tawaraan dari Liverpool, namun ditampik. Menurutku, itu pinangan yang cukup oke, tapi saya tidak tahu kenapa tidak diterima. Ini tentu bikin saya putus asa. Jujur saja, saya ingin sekali bermain di Liga Primer Inggris,” terang Teixeira.
“Liverpool merupakan salah satu tim raksasa di Liga Primer Inggris. Di sana, ada sejumlah pemain bintang yang berkualitas dan berpengalaman. Ini yang membuat saya ingin bermain di sana. Saya kini hanya bisa berharap Shakhtar akan melepasku sebelum bursa transfer musim dingin ini ditutup,” lanjutnya.
“Saya juga tahu Shakhtar kini sangat membutuhkanku dan semua keputusan ada di tangan kedua belah pihak. Jadi saya akan menunggu dan melihat apa yang akan terjadi di beberapa hari ini ke depan,” tambahnya.
Di bawah ini ada hasil akhir antara Juventus menjamu Inter Milan di babak semifinal Coppa Italia.
Juventus punya modal bagus di laga leg pertama babak empat besar Coppa Italia. Menghadapi Inter Milan, Bianconeri menang tiga gol tanpa balas.
Dari laga yang berlangsung di Juventus Stadium, Kamis (28/1/2016) dinihari WIB tadi, Juventus mengakhiri babak pertama dengan unggul 1-0 berkat gol Alvaro Morata lewat sebuah penalti. Di babak kedua, Bianconeri mencetak dua gol tambahan yang dilesakkan oleh Morata dan Paulo Dybala.
Nerazzurri sendiri harus mengakhiri pertandingan ini dengan 10 orang pemain usai Jeison Murillo mendapatkan dua kartu kuning dari wasit yang memimpin pertandingan. Dalam laga leg kedua akan dilangsungkan di Giusepe Meazza, 3 Maret nanti.
Kronologi Laga
Juventus lantas tampil menekan di awal menit-menit babak pertama. Alvaro Morata memberikan operan ke Kwadwo Asamoah. Namun upaya Asamoah masih melenceng dari sasaran.
Sedangkan Inter gantian menyerang melalui Gary Medel yang melepaskan tendangan dari jarak jauh, namun masih melayang dari gawang. Sementara itu Felipe Melo nyaris membawa Inter unggul andaikan tembakannya tak mampu ditangkap dengan bagus oleh Neto.
Kala laga menginjak menit ke-13, para pemain Juventus melakukan protes kepada wasit. Mereka melihat tembakan bebas Juan Cuadrado sempat mengenai tangan Medel di kotak penalti. Namun wasit menilai tidak ada handball.
Si Nyonya Tua nyaris memecah kebuntuan delapan menit berselang. Namun tendangan yang dilepaskan Cuadrado masih melenceng dari sasaran.
Juventus akhirnya benar-benar menerima hadiah penalti pada menit ke-36 usai Jeison Murillo melakukan pelanggaran terhadap Cuadrado di kotak penalti. Morata yang ke depan menjadi algojo dan menjalani tugasnya dengan baik usai tembakannya tak mampu ditepis Samir Handanovic.
Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Juventus menambahkan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-63. Morata kembali mencetak gol keduanya di laga ini usai tembakannya tak mampu ditepis oleh Handanovic.
Inter yang tertinggal dua gol malah harus bermain dengan 10 pemain usai Murillo mendapatkan kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran ke Cuadrado.
Dengan unggul jumlah pemain, Juventus pun lebih mudah membongkar pertahanan Inter. Tim tuan rumah menambahkan keunggulannya menjadi 3-0 atas tim tamu pada menit ke-83. Kali ini giliran Paulo Dybala yang masuk sebagai pemain pengganti mencatatkan namanya di papan skor usai sepakannya dari jarak jauh menembus gawang lawan.
Di sisa waktu babak kedua, tak ada gol tercipta lagi, skor berakhir 3-0 untuk kemenangan Juventus atas Inter. (As)

