Atletico Madrid hanya mampu meraih kemenangan tipis 1-0 atas Leicester City melalui penalti Antoine Griezmann di Vicente Calderon.
Hanya terlahir sebuah gol saja kala Atletico Madrid menyambut kedatangan Leicester City pada jornada perdana babak delapan besar ajang Liga Champions. Gol titik putih yang dilakukan Antoine Griezmann menjadi gol tunggal penentu kemenangan dari Atletico dengan skor akhir 1-0. Dalam pertandingan yang digelar di Vicente Calderon pada dinihari kamis ini, Atletico bermain lebih dominan dengan berharap dalam duetnya Fernando Torres dengan Griezmann dibarisan depan. Sedangkan disisi lainnya, Leicester pun memilih untuk bertahan saja. Adapun sebuah titik putih yang berbau kontroversial dimenit ke 28 pada akhirnya menjadi pembeda dari nasib kedua skuat. Adapun hadiah titik putih itu berhasil dimaksimalkan oleh sosok Griezmann dan memberikan keunggulan bagi Atletico pada jornada perdana. Walaupun begitu, Leicester tak bakal begitu merasa kecewa atas hasil tersebut sebab Leicester memiliki peluang besar untuk bisa membalikkan kondisi kala menyambut kedatangan Atletco dijornada kedua dalam minggu mendatang.
Kronologi laga
Atletico memberikan serangan lebih dulu kala pertandingan baru saja dimulai. Skuat tuan rumah memberikan ancaman dimenit ke empat laga kala Torres memaksimalkan hasil umpan dari sosok Griezmann namun tendangan Torres sukses dihadang oleh Kasper Schmeichel. Tidak lama usai itu, Atletico hampir saja unggul. Koke dimana menguasai si kulit bundar pasa posisi luar kotak titik putih dalam melepaskan tendangan keras tapi upanya digagalkan oleh mistar jala. Atletico kerap memberikan tekanan kepada Leicester sehingga Leicester tidak memiliki kans dalam mengembangkan jalannya laga. Torres memiliki kans dimneit ke 13 namun tendangannya begitu lemah dan dengan gampang dihadang Schmeichel. Oleh karena rapatnya benteng pertahanan Leicester, para pemain Atletico mencoba untuk memberikan tendangan jarak jauhnya. Sosok Saul Niguez membuat hal tersebut dimenit ke 16 namun tendangannya tidak pas ke sasarannya.
Adapun sebuah serangan balik cepat yang dilakukan Atletico mamperoleh kecemasan pada benteng pertahanan Leicester. Marc Albrigton mau tak mau harus menjatuhkan sosok Griezmann yang berlari cepat. Adapun pelanggaran Albrighton kepada Griezmann menghasilkan titik putih untuk Atletico. Pihak Leicester pun memberikan protesnya atas hal itu sebab merasa pelanggaran itu terjadi pada posisi luar kotak titik putih namun pengadil lapangan tetap pada keputusannya. Griezmann yang melangkah menjadi eksekutor titik putih tersebut dimenit ke 28 berhasil membawa Atletico unggul 1-0 usai mengecoh Schmeichel. Koke memiliki kans untuk menambahkan keunggulan Atletico dimenit ke 37. Namun sial bagi dirinya sebab tendangan kerasnya masih melebar dari jala Leicester.
Adapun keunggulan 1-0 dipunyai oleh Atletico mampu bertahan sampai paruh perdana usai. Memasuki menit ke 61 sosok Torres memiliki kans oke dalam memperbesar keunggulan untuk Atletico. Akan tetapi, dia malah tergelincir dan tendangnnya melebar jauh. Atletico kerap mendominasi ball posession dalam sisa waktu namun tidak banyak melahirkan kans. Namun sebaliknya, Leicester mampu bertahan dengan baik dan sanggup meredam sejumlah serangan skuat tuan rumah. Leicester juga menurunkan Islam SLimani dalam menggantikan Jamie Vardy dengan keinginan mampu mencuri gol. Akan tetapi, sampai peluit panjang dibunyikan skor tetap sama.
Adapun susunan punggawa kedua tim, yakni:
A. Atletico Madrid
– Oblak
– Juanfran
– Godin
– Savic
– Filipe Luis
– Gabi
– Koke
– Saul
– Carrasco digantikan oleh Correa pada menit ke 65
– Griezmann
– Torres digantikan oleh Thomas pada menit ke 75
B. Leicester City
– Schmeichel,
– Simpson
– Benalouane
– Huth
– Fuchs
– Mahrez
– Ndidi
– Drinkwater
– Albrighton
– Okazaki digantikan oleh King pada menit ke 46
– Vardy digantikan oleh Slimani pada menit ke 77
Dalam laga ini, Leicester tampil lebih bertahan. Mereka banyak memainkan punggawa didalam kotak titik putih dibandingkan dibarisan depan. Leicester bahkan tidak melakukan sebuah tendangan pas ke sasaran dalam laga tersebut. Mempertimbangkan kembali dominannya Atletico, pelatih Leicester bernama Craig Shakespeare tidak begitu memilikirkan kekalahan skuat arahannya. Ia lebih merasa kecewa atas keputusan yang diberikan pengadil lapangan bernama Jonas Eriksson dalam memberikan hadiah titi putih kepada Atletico. Dia pun percaya bahwa pelanggaran yang dilakukan anak didikannya kepada Griezmann tercipta pada posisi luar kotak titik putih.
“Aku merasa skor 1-0, kami bakal menerimanya sebelum laga. Kami bertandang ke sana untuk melahirkan gol namun kita menyaksikan kehebatan mereka. Kami masih memiliki kans. Adapun hal yang paling membuatku kecewa dalam laga ini bukan karena kami gagal menang atau meraih hasil imbang namun sebuah penalti yang diberikan pengadil lapangan kepada Atletico,” ungkap Shakespeare.
Selain itu, Simeone juga mengakui bahwa langkah Atletico melangkah ke babak semifinal ajang Liga Champions masih cukup panjang. Laga jornada kedua digadangnya tidak bakal berlangsung gampang sebab Leicester dinilai cukup kuat di markas sendiri. Atletico berhasil menang dalam jornada perdana. Minggu depan, Atletico bakal bergantian bertandang ke kubu Leicester, King Power Stadium. Simeone cukup mewaspadai benar laga itu sebab Leicester memiliki torehan bagus dimarkas sendiri. Hingga kini, Leicester kerap meraih kemenangan dalam empat pertandingan markas sendiri di ajang Liga Champions. Dari keseluruhannya, Simeone meras apuas sebab Atketico mampu meraih kemenangan dalam laga tersebut dan tidak kejebolan gol tandangnya.
“Mereka hebat di markas sendiri. Ini bakal menjadi pertandingan yang berat dan juga rumit dimana butuh perjuangan yang keras. Mereka mampu mengendalikan jalannya laga dengan dukungan dari para pendukungnya namun kami mesti membawa mereka ke posisi yang menjadikan kami paling tenang. Vital untuk tak kejebolan dalam gol tandangnya. Pada paruh perdana, mereka tampak sebagai skuat yang membahayakan namun tak demikian di paruh kedua. Kami tak mampu mendominasi Leicester namun kemenangan sangatlah penting bagi kami,” ungkap Simeone.
Kendati hanya menang tipis tapi ini sebagai modal bagus untuk Atletico kala menjalani laga leg kedua babak delapan besar Liga Champions pada pekan depan yang akan berlangsung di kandang Leicester. Atletico cukup bermain seri alias tanpa gol sudah memastikan mereka lolos ke babak berikutnya. “Ya, kami tahu itu dan kami harus bisa mempertahankan keunggulan kami saat bermain di laga leg kedua. Kami tetap akan tampil bagus dan tidak akan meremehkan lawan, apalagi bermain di depan pendukung mereka,” lanjut Simeone. (As)

