Fiorentina terdepak di ajang Coppa Italia usai takluk kontra Carpi di babak perdelapan final. Bermain di depan pendukung sendiri, La Viola kalah 0-1.
Dalam laga yang dilangsungkan di Stadion Artemio Franchi, Kamis (17/12) dinihari WIB tadi, Fiorentina yang bertindak sebagai tim tuan rumah memang tampil sangat mendominasi dan lantas menekan di awal menit paruh perdana.
Salah satu kans didapatkan Fiorentina kala operan lambung Manuel Pasqual kepada Nikola Kalinic yang bisa dihadang oleh Riccardo Gagliolo namun bola tetap mengarah ke dalam gawang. Tapi penjaga gawang Zelko Brkic bisa mengamankannya.
Carpi gantian menyerang kala laga memasuki menit ke-21 lewat Gagliolo. Namun tendangannya belum membuahkan hasil usai mengenai mistarg gawang.
Di menit-menit akhir babak pertama, Fiorentina memiliki peluang bagus yang bisa menghasilkan gol. Upaya tidak sempurna Carpi dalam menghadang bola dari tendangan sudut jutru mengarah ke posisi Milan Badelj yang lantas melepaskan tendangan voli tapi dihalau tiang gawang. Skor masih 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Fiorentina kembali melancarkan serangan ke pertahanan Carpi. Tapi upaya mereka masih belum bisa menemui sasaran.
Justru Carpi bisa memanfaatkan sebuah kans menjadi gol. Tepatnya pada menit ke-76, Antonio di Gaudio melepaskan tendangan keras tepat ke sasaran tanpa dapat ditepis lagi oleh penjaga gawang Fiorentina Luigi Sepe.
Tertinggal satu gol, Fiorentina lantas tampil menyerang. Josip Ilicic mengeksekusi sebuah sepakan bebas usai berbuah pelanggaran yang dilakukan pemain Carpi. Namun sepakan bebasnya masih melenceng.
Kali ini kans didapatkan oleh Davide Astori. Tapi tidak berujung gol usai sepakannya belum mengarah ke gawang di masa injury time.
Di masa injury time, Fiorentina dan Carpi harus sama-sama bermain dengan 10 orang pemain usai Gonzalo Rodriguez dari tim tuan rumah dan Jerry Mbakogu dari tim tamu mendapatkan kartu kuning kedua. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-0 bertahan untuk kemenangan Carpi.
Dengan hasil akhir ini bikin lanju Fiorentina, klub yang tengah berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia, di ajang Coppa Italia saat ini tersendat. Carpi yang sedang berada di posisi kedua dari posisi terbawah klasemen Liga, berhak tembus ke babak delapan besar. Dan di babak selanjutnya, Carpi akan berhadapan dengan Sampdoria atau AC Milan yang baru akan bertanding pada hari Jumat (18/12/2015) dinihari WIB.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Inter Milan.
Pemain Nerazzurri Martin Montoya sedang kecewa lantaran jarang diturunkan di atas lapangan hijau. Manajer Inter Milan Roberto Mancini pun memperbolehkan Montoya hengkang andai dia ingin pergi dari klubnya.
Montoya didatangkan dari Barcelona dengan status pinjaman di bursa transfer musim panas silam dengan pilihan kontrak permanen pada akhir musim. Montoya sebelumnya diharapkan dapat membantu pertahanan Inter menjadi kokoh.
Namun Montoya justru lebih banyak dijadikan pemain pelapis kedua lantaran dinilai takluk bersaing dengan rekan-rekannya seperti Yuto Nagatomo, Davide Santon dan Danilo D’Ambrosio. Pertama kali Montoya bermain di Serie A untuk Inter, ketika timnya menaklukan Udinese dengan skor telak 4-0 akhir minggu lalu.
Kemudian Montoya kembali sebagai pemain utama ketika menaklukkan Cagliari dengan skor 3-0 di babak perdelapan final Coppa Italia dinihari tadi. Situasi itu tentu bikin Montoya gerah, kendati telah memperoleh peluang bermain. Andai memang bukan pilihan utama dan dia ingin pergi dari klub, maka Mancini mempersilahkannya hijrah dari klub yang bermarkas di Giuseppe Meazza.
“Martin Montoya dapat hengkang di bursa transfer musim dingin mendatang, andai memang merasa tidak cocok lagi. Saat ini dia telah merumput, menunjukkan kalau dia adalah pemain bagus, namun kami tidak bisa memberikan jaminan soal posisi utama kepada dia,” ungkap Mancini.
“Kami lihat dia masih butuh berlatih keras dan meningkatkan serangannya. Yang pastinya kami akan tetap memberikan kesempatan bermain kepada para pemain kami. Siapa yang tampil bagus dan dalam kondisi on fire, maka dia berpeluang dimainkan sebagai starter,” tambahnya.
“Apabila dia memang ngotot ingin pergi, maka kami tidak bisa memaksa kehendaknya,” katanya lagi. (As)

