Fiorentina gagal memetik kemenangan dalam lawatannya ke kandang Sassuolo. Unggul lebih dulu, La Viola mengakhiri pertandingan dengan skor imbang 1-1.
Dalam laga yang dilangsungkan di Citta del Tricolore, Selasa (1/12) dinihari WIB tadi, Fiorentina memimpin terlebih dulu lewat aksi Borja Valero pada menit kelima. Sassuolo langsung memaksa hasil akhir menjadi seri usai Sergio Floccari merobek gawang Fiorentina.
La Viola yang biasa tampil dominasi, kali ini menerima perlawanan sengit dari Sassuolo. Andaii musim ini kira-kira tim besutan Paulo Sousa biasa menorehkan ball posession sebanyak 62,9 persen, di pertandingan ini mereka harus bermain seri dengan persentase 50 persen, 50 persen milik Sassuolo.
Kendati begitu, Fiorentina lebih kerap melancarkan serangan ke pertahanan lawan. Mereka memiliki 17 tendangan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Sedangkan Sassuolo punya 16 sepakan dan cuma dua yang mengarah ke gawang.
Hasil seri ini bikin Fiorentina masih berada di peringkat kedua klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 29 angka dari 14 pertandingan yang dilewatinya dan masih tertinggal satu angka dari Inter Milan yang di pucuk klasemen, yang juga baru akan bertanding atau melakoni pertandingan ke-14 melawan Napoli. Ini juga merupakan hasil seri ketiga didapatkan Fiorentina secara berturut-turut di berbagai kompetisi. Sedangkan Sassuolo berada di urutan keenam klasemen dengan raihan 23 poin dalam 14 laganya.
Kronologi Laga
Fiorentina unggul dengan cepat kala laga baru berjalan lima menit. Dari sisi kanan, Josip Ilicic memberikan operan lambung ke dalam dan disambut dengan bagus oleh Giuseppe Rossi, tapi tembakannya lemah. Dan bola mengarah ke Borja yang lantas mengirim si kulit bundar ke dalam jala Sassuolo.
Borja kembali mendapatkan peluang bagus pada menit ke-18 lewat tendangan kerasnya. Tapi tembakannya bisa diredam oleh penjaga gawang Sassuolo.
delapan menit kemudian, giliran Ilicic mencoba peruntungannya setelah menyambut operan Federico Bernardeschi. Tapi tembakannya bisa ditepis oleh Andrea Consigli.
Dari sepakan bebas dari luar kotak terlarang, Sassuolo menerima peluang bagus di menit ke-32. Cuma saja tendangan Nicola Sansone melenceng dari arah gawang.
Sepuluh menit berselang, tim tuan rumah benar-benar bisa menciptakan gol penyama angka menjadi 1-1. Sergio Floccari menerima operan lambung Federico Peluso lewat tendangan sudut dengan tandukannya ke sasaran.
Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama selesai.
Di awal paruh kedua, Sassuolo nyaris berbalik unggul andaikan sepakan yang dilepaskan Karim Laribi tidak mampu dihadang oleh penjaga gawang Fiorentina Ciprian Tatarusanu.
Fiorentina gantian meyerang lewat Manuel Pasqual pada menit ke-63. Tapi tembakan yang dilakukannya bisa dihadang oleh Consigli.
Ilicic juga sempat mengancam di menit ke-83. Tapi upayanya gagal lantaran sepakannya masih melayang.
Di sisa waktu babak kedua, tak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 1-1 untuk kedua tim.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya tentang masa depan Pep Guardiola.
Masa depan Pep Guardiola sejauh ini masih tidak jelas, menyusul kontraknya akan berakhir. Arjen Roben menyatakan kalau para pemain Bayern Munich ingin sang pelatih tetap melatih The Bavarians.
Kontrak Guardiola di Bayern akan selesai di bulan Juni tahun depan. Ini berarti kontrak pelatih yang kini berumur 44 tahun ini cuma sisa setengah tahun.
Hingga kini belum ada kabar jelas apakah Guardiola akan melanjutkan tugasnya di Bayern atau tidak. Malah ada isu yang mengatakan mantan manajer Barcelona tersebut telah setuju akan pergi ke Liga Primer Inggris untuk membesut Mancheter City pada musim baru mendatang.
Robben dan rekan satu timnya di Bayern Munich berharap Guardiola tetap bertahan di klub yang bermarkas di Allianz Arena. Dia optimistis Guardiola merupakan salah satu manajer terbagus di Eropa dan dunia.
“Pep Guardiola seorang pelatih yang sangat cerdik dan berpengalaman. Dia melakukan tugasnya dengan sangat bagus di Bayern Munich. Maka itu kami semua berharap dia akan tetap bermukim di Allianz Arena,” ucap Robben.
Guardiola sampai saat ini sudah membawa Bayern merengkuh dua gelar juara Liga Jerman dan satu trofi Piala Dunia Antarklub, satu trofi DFB-Pokal dan satu gelar juara Piala Super Eropa. (As)

