Paulo Dybala belakangan ini tampil sebagai pahlawan kemenangan Juventus. Dia pun mengaku senang dengan performanya di atas lapangan hijau.
Hasil positif yang didapatkan dari AS Roma dengan skor tipis 1-0, Senin (25/1/2016) dinihari WIB tadi, adalah kemenangan yang ke-11 kalinya diraih secara berturut-turut untuk Juventus. Usai sempat tersendat-sendat di awal musim, Bianconeri sekarang ini berada di peringkat kedua klasemen sementara Serie A dengan mengoleksi 45 angka dan hanya tertinggal dua poin dari Napoli yang ada di pucuk klasemen.
Salah satu faktor kenapa Juventus dapat bermain sebagus sekarang ini adalah performa yang ditunjukkan Dybala di atas lapangan hijau. Striker internasional Argentina tersebut menunjukkan kalau Si Nyonya Tua tidak salah mendatangkannya dari Palermo dengan nilai transfer sebesar 40 juta euro di bursa transfer musim panas silam.
Dari sejumlah laga kemenangan yang dipetik Juventus secara berturut-turut, Dybala menciptakan delapan gol yang juga membuat dia sekarang ini mengoleksi 14 gol hingga kini dalam 29 laga yang dilewatinya. Bukan sekedar hanya itu saja, Dybala juga bagus dalam memberikan assist yaitu 7, yang membuat dia sebagai pencetak gol terbanyak dan membuat assist di Juventus.
Dengan penampilan mengesankan tentu membuat Dybala merasa sangat senang. Kendati buktinya, striker yang kini baru berusia 22 tahun tidak ingin terlena dengan keberhasilan itu dan memilih opsi untuk bermain sebagus lagi untuk mengantarkan Juventus meraih gelar juara Liga Italia kelima secara berturut-turut.
“Saya merasa sangat senang dan gembira bisa membantu Juventus meraih kemenangan. Tujuanku pertama di sini adalah ingin membawa klub meraih sejumlah gelar juara,” ungkap Dybala di situs resmi klub.
“Tapi jika ditanya apakah sejauh ini performaku sudah membuatku merasa puas? saya menjawab belum karena saya ingin bermain lebih baik dari sekarang ini. Saya hingga kini memang gembira bisa mencetak gol untuk Juventus dan membuat assist,” lanjutnya.
“Memang sangat menggembirakan ketika sanjungan datang, namun masih ada sejumlah laga yang akan dijalani dan kami harus fokus penuh dulu. Kami ingin bermain yang terbaik di atas lapangan hijau demi menghibur para fans kami dan kami tidak boleh mengecewakan orang yang sudah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada anda,” jelasnya.
“Maka itu saya perlu meningkatkan performaku lagi dan bermain lebih baik dari sekarang ini. Saya juga ingin membayar kepercayaan klub yang sudah berani mengeluarkan dana besar untuk mendatangkanku dari Palermo di musim panas lalu.”
Di bawah ini menceritakan hasil laga antara Juventus menjamu AS Roma di laga lanjutan Serie A musim ini.
Juventus sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas AS Roma di Juventus Stadium di pekan ke-21 Serie A. Kemenangan ini bikin mereka terus menempel ketat dari tim yang berada di puncak klasemen.
Kala menjalani laga yang berlangsung di Juventus Stadium, baik Juventus maupun AS Roma yang sama-sama memiliki sejumlah kans namun harus mengakhiri babak pertama dengan skor imbang 0-0.
Juventus baru memastikan kemenangannya atas Roma lewat gol tunggal Paulo Dybala pada menit ke-77. Statistik menorehkan bahwa tim besutan Massimiliano Allegri itu bermain sangat mendominasi, di mana mereka unggul ball posession 55 persen berbanding 45 persen milik Roma. Selain itu, Bianconeri bisa melepaskan 15 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang dan satu berujung gol. Sedangkan Roma bisa melepaskan enam tembakan dan hanya satu yang mengarah sasaran dan itu pun tidak berujung gol.
Dengan kemenangan ini maka Juventus kini tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara Serie A dan terus memberikan tekanan kepada Napoli yang berada di puncak klasemen dengan koleksi 47 angka dari 21 laga yang sudah dilewatinya pada musim ini. Sedangkan kekalahan yang didapatkan Giallorossi ini membuat mereka kini berada di urutan kelima klasemen dengan koleksi 35 angka dari 21 laganya.
Kronologi Laga
Juventus memperoleh kans perdana di pertandingan ini melalui sebuah sepakan keras yang dilepaskan Leonardo Bonucci pada menit keenam. Namun kiper Wojciech Szczesny dengan sigap mengamankan bola dari kemasukan.
Roma gantian menyerang 11 menit berselang. Sebuah peluang emas didapatkan oleh Alessandro Florenzi. Tapi tendangan keras yang dilepaskannya dari luar kotak penalti masih melenceng dari arah gawang.
Patrice Evra mencoba peruntungannya pada menit ke-23. Namun sepakan kaki kanannya masih melayang dari sasaran. Tak lama kemudian, giliran Paul Pogba yang memiliki kans. Namun tandukannya masih melebar.
Juventus mendapatkan kans bagus pada menit ke-34 melalui aksi Sami Khedira. Namun sayang sekali, tendangan yang dilakukannya masih dapat dihadang oleh Dybala.
Florenzi kembali memperoleh peluang yang untuk mencoba menghasilkan gol kepada Roma. Tapi upayanya belum bisa membobol gawang Juventus yang dijaga oleh Gianluigi Buffon.
Setelah itu kedua tim bermain tekan menekan dan sempat memiliki beberapa kans, tapi tidak ada satu pun kans yang bisa dimanfaatkan kedua tim itu menjadikan gol.
Skor masih 0-0 bertahan hingga paruh perdana selesai.
Memasuki paruh kedua, Juventus memiliki kans perdana di menit ke-49. Namun tendangan yang dilakukan bek Juventus Giorgio Chiellini masih dapat dihalau bek lawan.
Roma mencoba menyerang lewat sisi kanan di menit ke-64. Radja Nainggolan melepaskan tembakan yang tepat ke arah gawang, tapi bisa dihadang oleh bek Juventus. Tak lama berselang, tim tamu kembali mengancam, lagi-lagi usaha mereka bisa dibendung oleh barisan pertahanan tim tuan rumah.
Saat laga menginjak menit ke-77, tim tuan rumah akhirnya unggul lebih dulu lewat aksi Dybala. Diawali dari Pogba memberikan operan jitu ke dalam kotak, Dybala berlari yang berhasil dari jebakan offside, kemudian melepaskan tendangan tepat ke arah gawang tanpa bisa ditepis oleh kiper lawan.
Juventus yang unggul satu gol terlihat lebih bersemangat dalam melancarkan serangan. Di menit ke-86, mereka nyaris menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 andaikan tendangan Evra tak mampu dihadang oleh Szczesny.
Roma langsung bermain menyerang demi mencari gol balasan. Mereka mencoba menyerang di sisi kiri maupun sisi kanan. Tapi mereka gagal membongkar pertahanan Juventus yang cukup rapat. Sampai wasit meniup peluit panjang ditiupkan tanda berakhirnya pertandingan, skor tetap 1-0 bertahan untuk kemenangan Juventus atas Roma. (As)

