Borussia Dortmund meraih hasil positif di laga leg pertama babak 16 besar Liga Europa. Menjamu Tottenham Hotspur, Dortmund menang tiga gol tanpa balas.
Di laga yang digelar di Signal Iduna Park, Jumat (11/3/2016) dinihari WIB tadi, Borussia Dortmund bermain sangat mendominasi dan memiliki kans lebih banyak daripada Tottenham Hotspur. Statistik menunjukkan bahwa klub Jerman itu unggul ball posession hingga 62 persen berbanding 38 persen milik tim tamu. Selain itu, tim tuan rumah juga bisa melepaskan 20 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang dan tiga dari lima itu berujung gol. Sementara The Lilywhites cuma bisa melepaskan tiga tembakan dan dua tepat ke sasaran namun tidak ada satu pun yang berujung gol.
Dortmund berhasil mengakhiri babak pertama dengan unggul 1-0 atas Tottenham melalui gol yang dilesakkan oleh Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-30. Di babak kedua, tim tuan rumah bisa mencetak dua gol tambahan yang dicetak oleh Reus pada menit ke-61 dan ke70. Sementara Spurs tak mampu mencetak satu gol pun ke gawang Dortmund.
Dari hasil akhir 3-0 di laga ini, maka Dortmund punya modal besar untuk melaju ke babak delapan besar Liga Europa. Mereka hanya perlu bermain seri di laga leg kedua yang akan dilangsungkan di kandang Tottenham tengah pekan depan.
Kronologi Laga
Spurs mencoba menekan di awal menit babak pertama. Christian Eriksen mendapatkan peluang bagus yang bisa membawa timnya unggul. Dia melepaskan tembakan dari jarak jauh yang tepat ke sasaran, tapi tidak terjadi gol lantaran bisa dijinakkan dengan bagus oleh kiper Borussia Dortmund, Roman Weidenfeller.
Lima menit berselang, Dortmund gantian menyerang. Tendangan Gonzalo Castro masih melayang dari jala Spurs yang dikawal oleh Hugo Lloris. Tak lama kemudian, giliran Eric Durm yang mencoba peruntungannya usai memanfaatkan umpan dari Pierre-Emerick Aubameyang. Namun sayang sekali, tendangan yang dilakukannya masih melenceng dari sasaran.
Lagi, Dortmund kembali memiliki peluang bagus. Tepatnya pada menit ke-11, Aubameyang yang memperoleh kans usai menerima operan silang dari Marcel Schmelzer. Namun tembakan volinya masih melayang dari sasaran.
Henrikh Mkhitaryan nyaris membawa Dortmund unggul andaikan tendangan kerasnya tak mampu ditepis oleh Lloris. Bola muntah disambut Aubameyang dan bola meluncur ke dalam jala namun wasit menganulir gol tersebut lantaran Aubameyang dinilai terlebih dulu dalam posisi offside.
Dortmund yang terus menekan akhirnya bisa membuka keunggulannya. Tepatnya pada menit ke-30, Sundulan Aubameyang meneruskan operan silang Schmelzer tepat ke gawang tanpa bisa ditepis oleh Lloris. Tim tuan rumah unggul 1-0 atas Spurs.
Setelah unggul satu gol, Dortmund kembali melancarkan serangannya ke pertahanan Spurs. Namun ada beberapa kans mereka dapat dihadang oleh pemain Spurs. Hingga babak pertama selesai, skor masih 1-0 bertahan untuk keunggulan tim tuan rumah hingga turun minum.
Di awal babak kedua, Dortmund membuang sebuah kans bagus di menit ke-50. Operan jitu disambut Aubameyang dengan tendangan yang melenceng. Gonzalo Castro menerima umpan dan mengenai tiang gawang.
Dortmund menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-61. Berawal dari sepakan bebas, tandukan Neven Subotic berhasil diterima Marco Reus dengan tembakan dari dalam kotak untuk merobek gawang lawan.
Cuma sembilan menit kemudian, Reus kembali mencatatkan namanya di papan skor dan sekaligus menambahkan keunggulan Dortmund menjadi 3-0 atas Spurs.
Tertinggal tiga gol, Spurs tidak pasrah begitu saja. Mereka langsung tampil menekan. Son Heung-min memiliki kans bagus, tapi sepakan mendatarnya dapat dijinakkan oleh Weidenfeller.
Di sisa waktu babak kedua, Dortmund sempat memiliki beberapa kans bagus lagi. Seperti salah satu kans yang diperoleh Mkhitaryan. Namun sepakannya masih melenceng. Hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan, tak ada gol tercipta lagi. Skor berakhir 3-0 untuk kemenangan Dortmund atas Spurs.
Di laga lainnya, Basel bermain imbang tanpa gol kala menjamu Sevilla di laga leg pertama babak perdelapan final Liga Europa.
Bermain di St Jakob-Park, Jumat (11/3) dinihari WIB tadi, Sevilla sedikit unggul mengenai ball posession yakni, 55 persen berbanding 45 persen milik Basel. Kendati demikian, Basel malah lebih banyak melepaskan tembakan untuk menciptakan gol. Statistik mencatatkan bahwa Basel bisa melepaskan 10 tendangan dengan cuma satu yang mengarah ke gawang.
Sedangkan Sevilla bisa melepaskan delapan tembakan tapi tiga di antaranya mengarah ke gawang. Namun ketangguhan penjaga gawang Basel, Tomas Vaclik, yang membuat tim tamu gagal mencetak gol.
kans terbagus dari tim tuan rumah di paruh perdana tercipta di menit ketujuh. Operan silang dari Renato Steffen diterima dengan tandukan oleh Marc Janko dari jarak dekat. Namun sayang sekali, tandukan Janko masih melenceng dari arah gawang.
Usai itu, Sevilla dominasi pertandingan. Klub Spanyol itu juga bikin lebih banyak kans di sepanjang paruh perdana. Steven Nzonzi setidaknya memiliki dua kans emas. Yang pertama didapatkan di menit kesembilan, tandukannya masih melayang. Yang kedua, tandukannya juga masih melebar dari sasaran.
Memasuki paruh kedua, Basel menyerang dan memiliki beberapa kans. Cuma saja, upaya para pemainnya gagal memanfaatkan kans yang ada menjadikan gol.
Di menit ke-51, diawali dari sepakan Steffen yang dihadang, Birkir Bjarnason melepaskan tembakan kaki kiri dari jarak dekat. Namun sayang sekali, tembakan yang dilepaskannya masih melayang dari arah gawang.
Vaclik tampil luar biasa di pertandingan ini, dimana dia berhasil menyelamatkan gawang dari ancaman Sevilla dalam menciptakan gol.
Yang perdana diselamatkan Vaclik pada menit ke-59, kala dia menghadang tembakan kaki kanan Nzonzi yang dilepaskan dari jarak dekat. Yang kedua dilakukan di menit ke-69, dia berhasil menghalau tendangan yang dilakukan Kevin Gameiro. Yang ketiga di menit ke-79, dia berhasil mengamankan bola dari sepakan kaki kanan Yevhen Konoplyanka.
Setelah itu kedua tim kembali serang menyerang dan hingga laga memasuki menit ke-87, Sevilla harus tampil dengan 10 orang pemain usai Nzonzi mendapatkan kartu kuning kedua karena melakukan tekelan terhadap Bjarnason.
Dengan unggul jumlah pemain, tim yang tampil di depan pendukungnya sendiri langsung menyerang. Namun mereka tetap gagal menciptakan gol di sisa waktu babak kedua. Sementara Sevilla juga gagal mencetak gol. Skor pun berakhir 0-0 hingga usai laga. (As)

