Mateo Kovacic kabarnya sedang diincar Liverpool di bursa transfer musim panas ini. Tapi Kovacic sendiri tidak ada niat untuk pergi dari Inter Milan.
Mateo Kovacic digadang-gadang sebagai buruan Liverpool di jendela transfer tahun ini. Pemain tengah berumur 21 tahun ini dikabarkan dapat direkrut dengan nilai transfer sebesar 30 juta euro.
Hengkangnya Raheem Sterling ke Manchester City juga dapat memperlancar langkah The Reds untuk mendatangkan Kovacic. Klub yang bermarkas di Anfield itu sekarang ini memiliki uang senilai 70 juta euro dari hasil pelepasan striker muda asal Inggris itu ke The Citizens.
Berita mengenai di atas itu telah diketahui oleh Kovacic. Akan tetapi, dia sendiri menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak tertarik untuk berganti kostum di musim panas ini, alias dia masih ingin memperkuat Inter Milan di musim depan.
“Inter Milan tak pernah mengatakan kepada saya bahwa akan melepasku di bursa transfer musim panas ini ke klub-klub lain. Saya sendiri juga tak bersedia untuk hengkang dari klub ini dan saya merasa sudah betah dan nyaman bermain di sini. Apalagi kontrakku masih dalam jangka waktu panjang yakni hingga tahun 2019 mendatang,” ungkap Kovacic di situs resmi klub.
“Saya bertekad membuktikan kalau saya layak di klub besar ini dan saya juga berambisi ingin membawa tim kembali meraih kesuksesan, yang mana klub tersebut sudah lama tidak pernah mencicipi gelar juara serta sekaligus sudah bermusim-musim gagal bermain di Liga Champions. Jadi saya siap membantunya,” tambahnya.
“Saya cukup terkejut ketika mendengar kabar bahwa Liverpool tertarik denganku di musim panas ini. Tapi saya tidak bisa menerima tawaran mereka jika mereka mengajukan tawaran kepada saya. Namun saya tetap menghormati ketertarikan mereka dan tentunya senang bisa diminati banyak klub. Menurutku, bermain di Inter sudah seperti bermain di klub-klub besar lainnya seperti, Barcelona atau Real Madrid,” ucap pemain asal Kroasia tersebut.
“Sekarang ini saya tidak ingin terganggu lagi dengan isu tersebut. Lantaran kini saya ingin fokus membantu tim meraih kemenangan di setiap laga yang akan kami jalani musim depan. Rekan-rekanku di Inter juga semua sudah bertekad mewujudkannya di musim 2015/2016. Dan, kami berharap para pemain yang datang bergabung ke Inter diharapkan bisa menunjukkan performa terbaiknya di atas lapangan hijau,” tandasnya.
Sebelumnya ada berita tambahan mengenai skuad AC Milan.
Carlos Bacca bergabung ke AC Milan dengan tekad besar. Dia ingin membantu Rossoneri untuk kembali menjadi salah satu tim terbesar dan terbaik di dunia.
“Saya memutuskan untuk bergabung ke AC Milan, karena saya tahu mereka ingin kembali berjaya alias bakal bersaing keras dengan para rivalnya. Saya di sini siap membantunya dan mendapatkan tantangan terbesar,” kata Bacca.
Bacca digaet I Diavolo Rosso dari Sevilla dengan nilai transfer sekitar 30 juta euro di bursa transfer musim panas ini. Dia menjadi pemain baru keempat yang direkrut Milan, usai sebelumnya mereka memboyong Jose Mauri, luiz Adriano dan Andres Bertolacci.
Milan sendiri terlihat cukup aktif di bursa transfer tahun ini. Hal ini dilakukannya usai musim silam meraih hasil buruh dengan hanya finis di peringkat ke-10 klasemen akhir. Manajer anyar, Sinisa Mihajlovic, pun baru saja menegaskan bahwa dirinya siap membantu klub kembali bersaing dengan tim-tim lainnya dalam memperebutkan gelar juara Scudetto dan gelar di ajang lainnya.
“Ini jelas tantangan besar yang akan kami hadapi di musim depan. Tapi ini sangat seru dan membuat para pemain di sini akan lebih bekerja keras demi mencapai target tersebut. Apalagi pelatih klub juga sudah melontarkan keinginannya yang sama,” ucap Bacca.
“Saya tentu berharap bisa meneruskan performa terbaikku di klub baru, seperti yang sudah saya tampilkan di Sevilla. Tak lupa, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh orang di klub Spanyol itu atas kepercayaan dan dukungannya,” lanjutnya.
Bacca didatangkan Sevilla di tahun 2013 dengan nilai transfer sekitar 7 juta euro. Bersama Sevilla, dia tercatat tampil sebanyak 71 laga dengan mengoleksi 34 gol serta membantu Sevilla meraih dua gelar juara Liga Europa secara beruntun. (As)

