Manchester City meraih tiket lolos ke final Piala Liga Inggris usai menyingkirkan Everton dengan jumlah agregat 4-3 dari dua leg babak semifinal.
Dalam laga leg kedua babak empat besar Piala Liga Inggris yang digelar di Etihad Stadium, Kamis (28/1/2016) dinihari WIB tadi, Everton sempat bikin City terpaut jauh dengan agregat 1-3 setelah Ross Barkley mencetak gol pada menit ke-18.
Akan tetapi, Fernandinho bisa menyamakan kedudukan City menjadi 1-1 di menit ke-24 lewat golnya dan skor tersebut bertahan sampai babak pertama selesai. Di babak kedua, The Citizens bisa mencetak dua gol tambahan yang dibuat oleh Kevin de Bruyne dan Sergio Aguero. Setelah itu tak ada gol tambahan tercipta, skor berakhir 3-1 untuk kemenangan untuk City. Takluk 1-2 di laga leg perdana, tim besutan Manuel Pellegrini itu akhirnya melaju dengan total agregat 4-3 atas Everton.
Di babak final yang akan dilangsungkan di Wembley, 28 Februari mendatang, City akan menghadapi Liverpool yang lolos terlebih dulu usai mendepak Stoke City lewat drama adu penalti dengan skor 6-5.
Kronologi Laga
City yang perlu menang dengan minimal dua gol langsung tampil menekan di awal menit babak pertama dan tidak memberikan lawannya menciptakan kans. Akan tetapi, upaya dari para pemain tim tuan rumah tidak bisa membongkar pertahanan Everton yang cukup rapat.
Everton justru yang bisa memimpin lebih dulu dan sekaligus menjaga keunggulannya menjadi 3-1, setelah Barkley mencetak gol di menit ke-18. Diawali dari Aguero yang gagal menggiring bola, Leon Osman yang berhasil mendapatkan bola dari kaki Aguero langsug memberikan umpan ke Barkley, yang tengah berlari menuju kotak terlarang. Tanpa lama lagi, Barkley langsung melepaskan tendangan mendatar untuk merobek gawang City yang dikawal oleh Willy Caballero.
City sekarang ini butuh tiga gol untuk bisa lolos langsung ke babak final Piala Liga Inggris. Mereka langsung tampil lebih meyerang setelah kebobolan. Hasilnya, mereka bisa mencetak gol balasan di menit ke-24 melalui aksi Fernandinho. Berawal dari sepakan Aguero yang mengenai pemain lawan dan bola berhasil direbut Fernandinho yang lantas menuntaskan dengan tembakan mendatar. Bola sempat membentur kaki Leighton Baines sebelum melayang melewati hadangan kiper Everton Joel Robles.
City kian semangat untuk membidik gol keduanya dan memiliki peluang pada menit ke-35. Namun sayang sekali, tendangan yang dilakukan Aguero masih mengenai tiang gawang dan bola muntah disambut David Silva dengan tembakan, tapi tidak terjadi gol lantaran bisa dihadang oleh Robles.
Sampai paruh perdana selesai, skor masih 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Everton hampir kembali unggul di menit ke-47. Gerard Deulofeu menyambut umpan Barkley. Menggiring si kulit bundar sampai ke dalam kotak, Deulofeu melepaskan tembakan kaki kanan yang masih dapat dihalau Caballero.
City lagi-lagi gagal mencetak gol karena dihadang tiang gawang. Tepatnya pada menit ke-54, Silva meneruskan umpan dari rekannya dengan sundulan, namun mengenai tiang gawang dan bola muntah gagal disambut Yaya Toure.
City yang tampil sangat mendominasi terus menekan pertahanan lawan. Hasilnya sangat oke, kala laga memasuki menit ke-70, mereka menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 atas Everton lewat Kevin de Bruyne. Diawali dari Sterling yang membawa si kulit bundar kemudian memberikan operan matang dan berhasil diterima De Bruyne yang melepaskan tembakan kaki kanan untuk merobek gawang lawan. Gol ini sempat diprotes keras oleh para pemain tim tamu lantara sebelum terjadi gol bola terlihat sudah keluar dari lapangan Sterling memberikan umpan kepada rekannya.
City akhirnya bisa memimpin dengan jumlah agregat 4-3 usai di menit ke-76, Aguero ikut mencatatkan namanya di papan skor usai tandukannya tak bisa diredam oleh Robles. City pun unggul 3-1 atas Everton.
City harus kehilangan seorang pemain andalannya pada menit-menit akhir kedua, kala De Bruyne terjatuh di luar kotak penalti lawan dan sang pemain pun tidak bisa melanjutkan pertandingan itu hingga selesai.
Di sisa waktu, tak ada gol tambahan tercipta. Skor berakhir 3-1 untuk kemenangan City atas Everton. Dari hasil akhir ini, maka City pun berhak melaju ke final untuk berhadapan dengan Liverpool.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya mengenai keberhasilan Newcastle United memboyong Townsend dari Tottenham Hotspur di bursa transfer musim dingin bulan Januari ini.
Newcastle United berusaha keras dalam membangun timnya menjadi lebih kuat di bursa transfer bulan Januari ini. Mereka baru saja mendapatkan Andros Townsend dari Tottenham Hotspur.
Townsend direkrut dari The Lilywhites dengan nilai transfer yang digadang-gadang sekitar 12 juta poundsterling. Usai mencapai kata sekapat di antara kedua belah pihak, Townsend kemarin lantas berangkat ke Newcastle demi menjalani tes medis.
Setelah lulus tes kesehatan, Townsend menandatangani kontrak baru selama 5,5 yang diberikan dari pihak klub. Kehadiran Townsend di klub yang bermarkas di The Magpies sebagai perekrutan tiga pemain baru, usai sebelumnya mereka telah menggaet Henri Saivet an Jonjo Shelvey.
“Saya sangat gembira setelah resmi menjadi pemain Newcastle United. Saya klub klub sedang terancam degradasi, tapi saya yakin klub ini pasti bisa bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Saya sendiri juga siap membantu klub, apalagi klub lini memiliki para fans yang sangat luar biasa dalam mendukung pada pemainnya,” kata Townsend.
“Saya pun tak sabar ingin segera menjalani laga bersama klub baruku. Saya tahu pertama-tama yang harus kulakukan di sini adalah harus bisa secepatnya beradaptasi dengan lingkungan dan berlatih sekuat tenaga demi bisa menyatu gaya permainan kami di atas lapangan hijau,” lanjutnya.
Townsend pun diminta dapat membantu tim memperbaiki posisi, di mana klub barunya sekarang ini berada di posisi ke-18 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan mengoleksi 21 angka dari 23 laga yang sudah dijalaninya pada musim ini dan tertinggal dua poin dari Norwich City yang berada di peringkat ke-17 klasemen. Kendati begitu, Townsend harus menunjukkan diri mengingat dia minim bermain di awal musim ini bersama The Lilywhites.
Saat bersama Spurs di bawah besutan Mauricio Pochettino, Townsend hanya bermain tujuh kali dan tidak menciptakan satu gol pun. (As)

