Sevilla sukses melaju ke final Copa del Rey dan akan melawan Barcelona. Sevilla lolos ke final setelah mendepak Celta Vigo dengan agregat 6-2.
Dengan hasil imbang 2-2 di laga leg kedua semifinal Copa del Rey, Jumat (12/2/2016) dinihari WIB tadi, Sevilla melangkah ke final dengan total agregat 6-2, usai sebelumnya di laga leg pertama yang digelar di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan tengah pekan silam, Sevilla meraih kemenangan telak atas Celta dengan skor akhir 4-0.
Sevilla akan berhadapan dengan Barcelona di final Copa del Rey. Los Cules melaju ke final usai bermain seri 1-1 melawan Valencia di laga leg kedua yang dihelat di Mestalla. Dari hasil seri ini, maka klub Catalans itu melangkah ke puncak dengan total agregat 8-1.
Di laga yang dilangsungkan di markas Celta Vigo, Stadion Balaidos, pada dinihari tadi, Celta bermain sangat mendominasi dan memiliki kans yang lebih banyak daripada Sevilla. Dan hasilnya juga terbukti, mereka sempat memimpin 2-0 terlebih dulu. Keunggulan itu tidak lepas dari ngototnya performa tim arahan Eduardo Berizzo itu.
Statistik mencatatkan bahwa Celta setidaknya melepaskan 22 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Sevilla yang dipaksa bermain bertahan cuma bisa melepaskan tiga tendangan dan hanya dua yang mengarah ke gawang, tapi dua kans itu berujung gol.
Celta memiliki beberapa kans emas di paruh perdana. Seperti kans yang didapatkan oleh striker andalan mereka, John Guidetti. Namun sayang sekali, sundulannya pada menit ke-33, masih melayang dari gawang.
Celta baru bisa membuka keunggulannya di menit ke-35. Gol itu diawali dari tekanan yang didirikan oleh Iago Aspas. Mantan pemain Liverpool tersebut melepaskan operan jauh yang berhasil diterima oleh Fabian Orellana. Usai menerima operan, Aspas lantas berlari mengarah ke dalam kotak terlarang tim tamu.
Sedangkan Orellana menggiring si kulit bundar di sisi kiri dan memberikan operan silang ke dalam kotak. Operan itu lalu diterima dengan baik oleh Aspas dengan tembakan kaki kanan untuk merobek gawang Sevilla. Celta kini unggul 1-0.
Sevilla mencoba menyerang untuk mencari gol balasan. Tepatnya di menit ke-40, Adil Rami memiliki peluang bagus setelah menerima operan silang Michael Krohn-Dehli. Tapi tandukan Rami masih melayang. Tidak lama usai itu, tak ada gol tercipta di sisa waktu babak pertama, skor tetap 1-0 untuk Celta bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Celta berhasil menggandakan keunggulannya jadi 2-0 atas Sevilla di menit ke-55. Aspas kembali membobol gawang Sevilla. Diawali dari tekanan lewat sisi kanan. Daniel Wass yang menggiring bola kemudian melepaskan tembakan keras tepat ke sasaran, tapi sepakannya masih dapat dihadang oleh penjaga gawang Sevilla, Sergio Rico.
Bola yang sukses dihadang Rico lalu disambut Aspas dengan sundulan. Dengan unggul dua gol, Celta semakin semangat untuk mengejar ketertinggalan agregatnya dari Sevilla.
Akan tetapi, keinginan Celta yang ingin menyamakan agregat malah gagal, karena Sevilla yang justru bisa mencetak dua gol balasan di laga ini, yang mana malah bikin agregat tambah jauh.
Gol perdana Sevilla terjadi pada menit ke-57, cuma dua menit usai gol kedua Aspas. Ever Banega membobol gawang Celta usai tembakan kaki kanan dari jarak dekat tak mampu dihalau Blanco.
Celta sebetulnya memiliki kans untuk menambahkan keunggulannya di menit ke-60. Kala itu, wasit menunjuk titik putih setelah Rico melakukan pelanggaran terhadap Guidetti di kotak terlarang. Namun sayang sekali, Guidetti yang sendiri maju sebagai algojo malah gagal menjalani tugasnya, usai tembakan kaki kanannya mengenai tiang gawang.
Justru Sevilla yang berhasil mencetak gol keduanya di laga ini. Tepatnya pada menit ke-87, Yevhen Konoplyanka yang tampil sebagai pemain pengganti berhasil membobol gawang Ceta usai memanfaatkan bola muntah dengan tembakan kaki kanan. Skor kini berubah menjadi 2-2. Setelah itu tak ada gol tambahan tercipta lagi dari kedua tim hingga usai laga.
Di bawah ini ada sedikit kabar menarik tentang di mana Copa del Rey akan dilangsungkan, kabar terakhir akan digelar di Santiago Bernabeu.
Hingga kini final Copa del Rey belum diketahui akan dilangsungkan di Stadion mana. Andai dihelat di Santiago Bernabeu, maka Real Madrid sepertinya tidak akan meminjamkannya, mengingat Los Cules adalah musuh bebuyutannya.
Tahun silam, final Copa del Rey — yang memperjumpakan Athletic Bilbao dan Barcelona, sempat disebutkan akan dilangsungkan di Santiago Bernabeu. Akan tetapi, Los Blancos menolaknya. Dan akhirnya, federasi sepakbola Spanyol, membuat keputusan bahwa laga final itu dihelat di Camp Nou.
Musim ini, kembali ada kabar yang mengatakan final akan di Santiago. Cuma saja, Madrid sepertinya akan menolak lagi karena rival terdekatnya, Barcelona, yang akan bermain di final melawan Sevilla.
Mantan presiden klub Catalans, Joan Gaspart, menyebut bahwa Madrid gentar melihat timnya meraih gelar di Santiago Bernabeu. Dia akan meminta El Real untuk memberitahukan, jika musim ini kembali menampiknya final Copa del Rey dilangsungkan di Santiago.
“Real Madrid gentar melihat Barcelona meraih gelar juara di Santiago Bernabeu,” ungkap Gaspart.
“Andai memang benar, maka akui saja. Mereka harus memberitahukan kepada media-media Spanyol dan lainnya, andai tidak ingin pertandingan final di kandang mereka,” lanjutnya.
Gaspart lalu menyatakan, jika Madrid tembus ke final dan Camp Nou sebagai Stadion final, maka mereka tak akan menampinknya. Dia lalu membeberkan sebuah contoh saat Barcelona memperbolehkkan Camp Nou sebagai arena final Liga Champions 1999.
“Kami mengiyakan final Liga Champions tahun 1999 di camp Nou dan kami tahu kalau Madrid dapat tampil di pertandingan final tersebut. Namun pada akhirnya, yang bermain di partai puncak malah Bayern Munich melawan Manchester United, namun saat itu kami sempat memikirkannya, bahwa kami sudah pasti tak akan bermain di final lantaran telah terdepak terlebih dulu,” jelasnya.
Kembali mengatakannya lagi bahwa Barcelona melaju ke final Copa del Rey usai mendepak Valencia dengan total agregat 8-1 di laga dua leg semifinal. Mereka akan bertemu dengan Sevilla, yang melaju setelah mendepak Celta Vigo dengan jumlah agregat 6-2 dari hasil dua leg babak empat besar. (As)

