Manchester City akan menghadapi Sunderland tengah pekan ini. The Citizens akan tampil habis-habisan demi membawa pulang tiga poin dari markas Sunderland.
Manchester City akan menjalani laga tandang ke kandang Sunderland di laga lanjutan Liga Primer Inggris tengah pekan ini atau tepatnya pada hari Rabu (3/2/2016) dinihari WIB. Pertandingan ini memperjumpakan klub peringkat kedua yang berbeda, di mana The Citizens berada di posisi kedua klasemen, sementara lawannya berada di posisi ke-19 klasemen, yang dihitung dari bawah klasemen.
The Black Cats yang akan tampil di depan pendukungnya sendiri sekarang ini hanya mengoleksi 19 angka dalam 23 pertandingan yang sudah dilewatinya pada musim ini dan hanya unggul enam poin dari Aston Villa yang berada di dasar klasemen.
Kondisi ini, bagi pemain Manchester City Fernando harus diantisipasi oleh timnya, ditambah usai pertandingan tengah minggu ini di akhir ini mereka akan menghadapi Leicester City yang tengah berusaha digusur–City, yang sekarang ini masih berselisih tiga poin.
“Sunderland tengah dalam kondisi berat di musim ini dengan berada di posisi bawah klasemen. Namun akhir-akhir ini mereka mulai memperbaiki posisinya dan sekaligus permainan mereka menjadi lebih baik. Jadi laga ini akan berlangsung cukup sengit, apalagi laga ini akan berlangsung di depan publiknya sendiri yang akan mendapatkan dukungan penuh dari para fansnya. Maka itu kami harus waspadai dan tampil fokus penuh di laga ini,” ujar Fernando.
“Satu minggu ini kami akan menghadapi lawan-lawan yang sangat berat di ajang Liga Primer Inggris dan untuk bisa meraih gelar juara Liga kami harus dapat menaklukkan lawan-lawan kami. Jadi kami harus konsentrasi penuh di laga melawan Sunderland dan kami tentunya akan berjuang keras untuk bisa membawa pulang tiga poin. Hasil akhir ini juga sangat penting untuk kami dalam menjelang laga akhir pekan ini, di mana kami akan menghadapi Leicester City yang tengah on fire dan berada di papan atas klasemen,” lanjutnya.
“Kami harus bisa menjaga stamina dan kondisi masing-masing. Kami tidak ada banyak waktu untuk bermain-main lagi, karena persaingan semakin ketat dan sengit. Kami wajib menang dan menang,” tandasnya.
Di perjumpaan perdana di ajang Liga Primer Inggris pada bulan Desember silam, City berhasil mengalahkan Sunderland dengan skor telak 4-1 yang berlangsung di Etihad Stadium.
Di sisi lain ada tambahan berita lainnya mengenai kubu Chelsea melepas seorang pemainnya ke PSV Eindhoven dengan status pinjaman.
PSV Eindhoven sudah mencapai kata setuju bersama Chelsea mengenai masa depan Marco van Ginkel. Van Ginkel dilepas ke PSV dengan status dipinjamkan berdurasi lima bulan usai menuntaskan kesepakatan sedangkan bersama Stoke City.
Van Ginkel dilepaskan ke Stoke dengan status pinjaman berdurasi setahun di awal musim ini. Namun sang pemain lebih banyak dijadikan pemain pelapis daripada bermain di atas lapangan hijau.
Pemain berumur 23 tahun ini lalu diincar PSV. Van Ginkel sendiri siap berganti klub di bursa transfer musim dingin ini.
“Saya dan PSV Eindhoven telah berbicara tentang kerjasama kami dari beberapa waktu lalu dan semuanya berjalan lancar, di mana klub Belanda itu bisa menjamin akan memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada saya,” ujar Van Ginkel.
“Chelsea lebih opsi untuk melepas saya ke tim Liga Primer Inggris lainnya di bursa transfer musim panas silam. Saya sempat bermain lebih banyak waktu pada awal musim. namun lalu pelatih bikin sedikit perubahan dan bikin kesempatan bermainku menjadi terbatas. Inilah yang membuat saya ingin pergi dari klub dan mencari klub yang bisa memberikan waktu bermain lebih banyak kepada saya,” sambungnya.
“Saya senang di Chelsea yang sangat mendukungku. Saya memiliki sisa kontrak bersama Chelsea selama dua setengah tahun dan saya ingin dapat bermain dengan mereka,” katanya menambahkan.
“Saat ini saya ingin konsentrasi penuh di klub baruku. Saya ingin menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik di sini. Saya yakin suatu saat ini Chelsea akan kembali memanggil saya untuk memperkuat klubnya.”
“Saya tahu banyak pemain tangguh yang bermain di Chelsea. Mungkin saat ini mereka belum membutuhkanku tapi suatu saat saya yakin mereka akan kembali saya untuk bermain di skuadnya.”
Sebelum berseragam Chelsea di tahun 2013 lalu, Van Ginkel sebenarnya merupakan pemain akademi Vitesse. Dia justru sempat diganggu cedera lutut dan membuat performanya menurun. Di September tahun 2014, dia sempat dilepas ke Milan dengan status dipinjamkan.
Di bawah ini ada tambahan berita lainnya lagi.
Mathieu Debuchy akan menuntaskan sisa musim ini dengan memperkuat Bordeaux. Arsenal melepas Debuchy ke klub Prancis itu dengan status pinjaman hingga akhir musim ini selesai.
Debuchy akhir-akhir ini memang gagal menampilkan performa terbaiknya sehingga bikin kesempatan bermainnya sangat minim sekali, cuma dua kali tampil sebagai pemain utama di ajang Liga Primer Inggris musim ini. Pemain berumur 30 tahun ini takluk bersaing dengan rekan satu timnya seperti Hector Bellerin, untuk menggantikan posisi bek kanan klub London Utara itu.
Untuk memperoleh waktu bermain lebih kerap, Debuchy akhirnya hengkang ke Bordeaux di bursa transfer musim dingin ini. Pemain asal Prancis tersebut ingin menjaga kansnya bermain di EURO 2016 yang akan dilangsungkan di Prancis.
“Mathieu Debuchy sudah resmi menjadi pemain Bordeaux dengan status pinjaman hingga musim ini selesai,” tulis keterangan Arsenal di website resminya.
“Kami berharap dia akan sukses di sana dan bisa meningkatkan performanya menjadi lebih baik dari sekarang ini.”
Debuchy sendiri pun mengaku senang menjadi pemain Bordeaux kendati cuma bermain di klub baru hingga akhir musim ini saja. Yang paling membuat dia gembira adalah bisa mendapatkan waktu bermain lebih banyak dan meningkatkan penampilannya sendiri.
“Ya, saya tentu gembira sekali bisa bermain di Bordeaux. Saya selalu berharap bisa diberikan kesempatan bermain lebih banyak karena saya ingin tingkatkan performaku demi bisa mendapatkan panggilan untuk memperkuat timnas Prancis di Piala Eropa 2016 mendatang,” kata Debuchy.
Debuchy bermain ke Arsenal dari Newcastle di tahun 2014 silam. Namun performanya tidak konsisten lantaran sering dilanda cedera. (As)

